MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 07 Maret 2016 10:56
Perluas Kilang, Investor Datang, Banyak yang Bakal Berubah dari Balikpapan

Pemerintah Wajib Sediakan Infrastruktur Listrik dan Air

MASIH AMAN: Jalan Parikesit di Kompleks Perumahan Pertamina dan Stadion Persiba ini akan menjadi lokasi gudang dan workshop. Kawasan ini tak akan dibangun kilang.

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BALIKPAPAN – Perluasan kilang Pertamina Balikpapan memiliki dampak positif bagi pembangunan kota. Namun, di tengah kabar baik itu, selalu ada masalah baru yang muncul. Kota Minyak wajib bersiap-siap menerima kemajuan yang pesat. Dengan begitu, ketersediaan infrastruktur mesti jalan beriringan.

Pakar ekonomi pembangunan dari Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi, menyebut pelebaran kilang dianggap penting, karena bisa menambah cadangan minyak dan gas (migas) dalam negeri. Maka, keperluan migas dalam negeri bisa dipenuhi sendiri.

Pengembangan kilang, kata dia, akan mengurangi cost of production yang pada akhirnya harga di masyarakat bisa ditekan. Yang lebih penting lagi harus ada efek ke depan. Misalnya, tak ada lagi biarpet di Balikpapan dan Kaltim.

“Saya tak bisa bayangkan Balikpapan yang punya kilang begitu besarnya, tempat pengolahan migas yang begitu besar, tapi masih biarpet listrik,” ujarnya.

Menurut dia, hal itu tetap ada korelasi. Ramai geliat pembangunan juga akan menjadi madu yang menarik investor masuk ke Kaltim. Tapi dengan catatan, ketersediaan listrik tadi terpenuhi.

Dua syarat lain untuk menarik para investor adalah ketersediaan infrastruktur dan air yang memadai. Dua hal tersebut harus menjadi fokus pemerintah daerah. Khususnya untuk Balikpapan, harus ada terobosan yang dilakukan kepala daerahnya. Supaya tak terlalu bergantung hanya pada Waduk Manggar.

Apalagi belakangan, krisis air yang mendera Kota Minyak menjadi catatan minus bagi investor yang ingin masuk. Belum lagi pemodal yang sudah masuk pun bisa memilih meninggalkan kota, bila ternyata pemerintah tak bisa mencari solusi.

Dosen Fakultas Ekonomi, Unmul, itu yakin perluasan kilang bakal memberikan efek domino bagi perkembangan perekonomian di Kaltim. Dalam jangka pendek, proyek yang ditaksir menelan anggaran Rp 60 triliun itu akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Apalagi pembangunan kilang tak akan rampung dalam satu atau dua bulan, tapi beberapa tahun. Jadi, sudah barang pasti sepanjang tahun akan memerlukan tenaga kerja lokal, walaupun bukan dari sisi high tech.

Dia berharap, pembangunan tidak terlalu berorientasi pada tenaga kerja dari Jawa maupun luar negeri, meskipun dari sisi teknis. “Tanpa menutup mata, tenaga kerja lokal juga ada yang mampu,” jelasnya.

Terlepas dari itu, dia menganggap rencana itu sangat spektakuler, meski sedikit terlambat. Namun, tak ada kata terlambat untuk penguatan ketahanan energi. Dampaknya tak hanya mikro untuk Balikpapan, tapi juga perspektif nasional. Selama ini Indonesia kekurangan kilang, sehingga terlalu bergantung pada kilang di Singapura.

Terpisah, anggota Komisi VII DPR RI Hadi Mulyadi menyatakan, pelebaran kilang itu menjadi suatu keniscayaan. Sebab, negara memang kekurangan kilang, sehingga minyak mentah harus dijual ke luar negeri. Ia berharap, pelebaran kilang tak melupakan pemugaran kilang yang sudah ada.

Tutur dia, hal tersebut adalah kepentingan nasional. Jadi, dampaknya juga tak secara langsung kepada masyarakat. Maka, pusat jangan sampai melupakan hak daerah. “Harus ada pemanis untuk daerah,” kata wakil rakyat asal Kaltim itu. Misalnya memprioritaskan penyediaan infrastruktur kelistrikan yang mumpuni untuk Kaltim.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi menyebut, proyek pengembangan kilang (refinery development master plan/RDMP) bertujuan menjaga ketahanan energi dalam energi. Kegiatan pengembangan kilang menelan biaya Rp 60 triliun dengan jumlah pekerja yang diperlukan 15 ribu orang.

Kapasitas produksi kilang Balikpapan dari semula 260 ribu barel per hari dinaikkan menjadi 360 ribu barel per hari mulai 2019 mendatang. Pada 2025, konsumsi minyak dalam negeri diperkirakan mencapai 2,3 juta barel dari 1,6 juta barel saat ini.

Proyek pengembangan kilang Balikpapan berdiri di atas lahan milik Pertamina seluas 60–80 hektare. Jadi, tak ada satu jengkal lahan yang dibebaskan atau diganti rugi. 

Karena bakal dibangun gudang dan bengkel serta fasilitas pengolahan yang baru, maka perumahan karyawan di Kompleks Parikesit dan Panorama direlokasi. Sebagai gantinya, Pertamina membangun apartemen 22 lantai yang terdiri dari empat tower dengan total keseluruhan 1.200–1.500 unit kamar.

“Ini (apartemen) akan menjadi landmark Balikpapan. Desainnya enggak main-main,” ucap Hardadi mengenai desain apartemen kelak.

Rachmad menegaskan, dua tempat ibadah, yaitu Masjid Istiqlal dan GPIB Maranatha tak direlokasi. Demikian juga SMA Patra Dharma. “Tak ada 1 meter pun yang akan kami pindah. Tetap di situ. Semua bisa beribadah dengan tenang. Putra-putri bisa bersekolah dengan tenang,” jelasnya.

Sementara itu, akses Jalan Yos Sudarso atau yang dikenal dengan Jalan Minyak, akan ditata ulang. Masalah itu telah disampaikan ke Pemkot Balikpapan. Dalam waktu dekat dilakukan simulasi lalu lintas untuk mengetahui dampaknya. Proses pemindahan jalur diperkirakan akhir tahun ini. Proses pengembangan kilang disebut Hardadi diupayakan berlangsung aman tanpa kegaduhan demi kemaslahatan masyarakat. (*/rsh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…

Rabu, 18 September 2019 13:38
Polemik Revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK

Pemberantasan Korupsi Lumpuh, Publik Berancang-Ancang Judicial Review

JAKARTA– Polemik revisi UU nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi…

Rabu, 18 September 2019 13:10

Gubernur: Ekspor Kaltim Bagus, Pembagian Hasil Harus Lebih Besar Lagi

Neraca perdagangan Kaltim selalu surplus.  Hanya saja, minimnya komoditas hilir…

Rabu, 18 September 2019 13:08

Pulau Balang Mulai Lanjut, Kontruksi Telah Mencapai 65 Persen

BALIKPAPAN—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Balikpapan segera melakukan pembebasan lahan…

Rabu, 18 September 2019 13:04

Tambang Masih Seksi di Mata Investor

SAMARINDA-Dominasi pertambangan batu bara terhadap struktur investasi baru di Kaltim…

Rabu, 18 September 2019 10:48

Cukai Rokok Naik, Diyakini Perokok Pemula Turun

JAKARTA  – Pemerintah berencana menaikan cukai rokok. Hal ini mendapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*