MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 05 Februari 2016 10:21
Ehem..ehem...Gubernur Mau Tegas, Cabut Izin Usaha Pembakar Hutan

Tak Ada Tempat bagi Investor Nakal

SIKAP TEGAS: Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat berdiskusi dengan delegasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia.(humas)

Pemprov Kaltimtak setengah-setengah dalam penegakan hukum atas pelanggaran lingkungan. Termasuk investor yang bermain-main soal kewajiban menjalankan usaha dengan berpedoman kepada kaidah-kaidah lingkungan. Salah satunya terkait dengan pembersihan lahan dengan cara dibakar.

SIKAP tegas ini disampaikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di hadapan delegasi Norwegia yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia HE Vidar Helgesen. “Bagi Kaltim tidak ada tempat buat investor nakal, termasuk yang tidak pro lingkungan. Kita akan tindak tegas bahkan dengan pencabutan izin. Karena penyelesaian perkara melalui pengadilan dirasakan kurang memberikan efek jera bagi pengusaha yang melanggar,” tegasnya saat menerima delegasi Norwegia di Aula VIP Room Bandara Internasional Sultan AM Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, Kamis (4/2).

Menurut Faroek, belajar dari proses hukum di sejumlah daerah terkait pelanggaran lingkungan, khususnya soal pembakaran hutan dan lahan, pelakunya ternyata ada yang bebas. Walaupun memang ada juga yang kena sanksi berupa denda. Sehingga harus ada tindakan lebih tegas, yakni pencabutan izin usaha. Dia yakin pencabutan izin usaha merupakan cara paling efektif untuk memberikan efek jera bagi pengusaha nakal yang selama ini mencoba bermain-main dengan aturan, termasuk soal pengelolaan lingkungan.

Bahkan untuk melakukan tindakan tersebut, Pemprov telah mendapat dukungan dari Polda Kaltim dan Kodam VI/Mulawarman. Terbukti, baru-baru ini Kodam VI/Mulawarman dan Polda Kaltim melakukan inspeksi mendadak. Dalam kegiatan tersebut menangkap dua perusahaan yang membersihkan lahan dengan cara dibakar. “Temuan ini merupakan bukti bahwa masih ada oknum pengusaha yang mencoba main-main terkait penegakan hukum soal pengelolaan lingkungan dalam berusaha. Karena itu harus kita tindak tegas,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemprov Kaltim akan mengundang sejumlah pengusaha pertambangan, kehutanan dan perkebunan, Rabu (10/2). Pertemuan untuk memberikan peringatan terakhir bagi pengusaha agar menjalankan bisnis dengan memerhatikan kewajiban soal pelestarian lingkungan. “Undangan ini harus dihadiri pimpinan tertinggi, jangan diwakilkan. Karena dalam kesempatan itu akan dihadiri Pangdam VI/ Mulawarman, Kapolda, dan Gubernur Kaltim sebagai pembicara, terkait dengan upaya Kaltim mendukung pelestarian lingkungan di daerah ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Awang Faroek juga menjelaskan berbagai strategi yang dilakukan Pemprov Kaltim untuk mendukung pelestarian lingkungan secara nasional. Yakni, melakukan transformasi ekonomi yang selama ini bertumpu pada sumber daya alam (SDA) tidak terbarukan menuju pada pemanfaatan SDA baru terbarukan sebagai tumpuan ekonomi. Biasa disebut dengan pertumbuhan ekonomi hijau.

Berbagai kebijakan yang mendukung program tersebut, antara lain dengan program Kaltim Hijau. Yakni, menggerakkan masyarakat untuk menanam lima pohon setiap orang yang dilakukan sejak 2011. Kini setidaknya sudah tertanam 193.500 bibit pohon. Selanjutnya melakukan moratorium perizinan usaha untuk bidang perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

Pelibatan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan hutan merupakan satu yang utama dan digerakkan mulai tingkat bawah, sebagaimana yang  dilakukan oleh warga di Desa Merabu, Kabupaten Berau yang mampu mempertahankan dan melestarikan kawasan dan pegunungan karst. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia HE Vidar Helgesen terkesan dengan berbagai program dan semangat Pemprov Kaltim untuk pelestarian lingkungan yang merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian dunia.

Bahkan ketegasan tindakan yang dilakukan Pemprov Kaltim bagi pelanggar lingkungan, menjadi perhatian khusus anggota Delegasi Norwegia ini. Sebab, hal itu merupakan tindakan yang berani untuk memperjuangkan pelestarian lingkungan. Dia menilai kesungguhan Kaltim untuk membangun daerah dengan memerhatikan persoalan lingkungan adalah hal yang sangat positif. Sehingga tidak salah jika daerah ini menjadi salah satu kawasan yang dipilih oleh Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Norwegia terkait dengan usaha-usaha pelestarian lingkungan. Termasuk dalam hal mengatasi kebakaran lahan gambut.

“Saya berharap kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Norwegia di Kaltim  segera ditindaklanjuti lebih jauh dengan tim yang segera dibentuk Pemprov Kaltim,” katanya. Delegasi Norwegia berkesempatan untuk berkunjung dan melihat langsung upaya dari masyarakat untuk  menjaga dan melestarikan karst di Desa Merabu, Kabupaten Berau. (s/far/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 00:07

Sabar, PTM SMA dan SMK di Kaltim Tunggu Izin Gubernur

 Pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas untuk jenjang SMA,…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:47

Wacana Terapkan Parkir Berlangganan, Berencana Gandeng Polda Kaltim

SAMARINDA–Karut-marut pengelolaan parkir di berbagai penjuru ruas jalan Samarinda, menjadi…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:24

Proyek Jalan Lingkar IKN Bisa Dimulai 2022

BALIKPAPAN–Perencanaan infrastruktur kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) ibu kota negara…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:21

Imbas Curah Hujan Tinggi dan Pembukaan Lahan, Akses Bandara Lumpuh

SAMARINDA-Lalu lintas di Samarinda Utara nyaris lumpuh Senin (18/10). Banjir…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:18

Fungsi Kaltim “Disunat”, Tak Bisa Banyak Berbuat

  HARGA batu bara lagi tinggi-tingginya. Kondisi itu bisa memicu terjadinya…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:12

Membebaskan Pelabuhan Feri Penajam dari Praktik Cashback Perlu Ketegasan dari Regulator

SAMARINDA–Praktik cashback di pelabuhan feri masih terjadi. Terutama kendaraan yang…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:46

Drama Pencopotan Makmur Bakal Panjang, Berlanjut ke Pengadilan, Golkar Singgung Senioritas dan Legawa

SAMARINDA–Langkah Makmur HAPK untuk mengadang upaya DPD Golkar Kaltim yang…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:44

IKN yang Tanpa Merusak Hutan

Oleh: Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan   GREEN city merupakan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Masih Ada Cashback, Operator Diminta Lapor

Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan diyakini sudah terbebas dari praktik cashback atau uang…

Senin, 18 Oktober 2021 13:55

Bandara APT Pranoto "Hilang", Banjir Tenggelamkan 32 Titik Jalan di Samarinda

SAMARINDA - Hujan yang deras terjadi sejak Senin (18/10/2021) dini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers