MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 04 Februari 2016 11:32
Ternyata, Seperti Ini Kondisi Hotel Milik Pemprov Kaltim di Jakarta, Sekarang...
DIMINATI: Meski harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan hotel di sekitarnya, okupansi Blue Sky Pandurata ini tetap tinggi. (Endro/kp)

PROKAL.CO,

Medio 14 Februari 2009, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, Blue Sky Pandurata Boutique Hotel di Jalan Raden Saleh Jakarta milik Pemprov Kaltim, resmi beroperasi. Lantas, seperti apa kondisi bekas hotel milik Gus Dur itu sekarang?

ENDRO S EFENDI, Jakarta

TAK SULIT menemukan lokasi hotel berbintang tiga yang mengusung konsep hotel butik ini. Lokasinya di Jalan Raden Saleh Jakarta, hampir mendekati pertigaan Jalan Kramat Raya Jakarta. Meski harus bersaing dengan beberapa hotel di sekitarnya dengan tarif lebih murah, nyatanya hotel yang dikelola manajemen Blue Sky ini okupansinya selalu melampaui target.

Hotel yang diresmikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sejak 2009 ini, pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pelat merah milik Pemprov Kaltim, Perusda Melati Bhakti Satya (MBS). Perusda kemudian mencari mitra dalam pengelolaannya dengan membuka penawaran secara terbuka. 

“Ada beberapa perusahaan manajemen hotel yang mengajukan penawaran, hasilnya yang ditunjuk adalah Blue Sky,” sebut Sabri Ramdhany, direktur utama Perusda MBS, kepada Kaltim Post di Jakarta, (31/1). Ia sedikit mengulas proses awal pengelolaan hotel, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan milik Pemprov Kaltim ini tidak salah dalam memilih mitra. “Sekarang bisa dilihat sendiri. Padahal dulu kondisinya serba terbatas,” sambungnya.

Pagi itu, tamu memang terlihat cukup padat. Ruang untuk sarapan pagi di lantai dua hotel ini, tampak seluruhnya terisi. Bahkan beberapa tamu terpaksa ikut bergabung di satu meja, meski tidak saling kenal. Sebenarnya pihak Perusda berharap bisa memperluas hotel ini, namun keterbatasan lahan sangat tidak memungkinkan.

Lahan yang dulu dijadikan akses parkir kendaraan, kini pun terpaksa disulap menjadi tempat bersantai para tamu. Sabri kemudian menunjukkan beberapa perubahan cukup signifikan. Di sayap kanan hotel terlihat fasilitas kafe terbuka dan tertutup, dengan menyediakan menu utama Tori Ramen. Tak hanya itu, karena kondisi ruang hotel yang pas-pasan, ruko berlantai tiga di sebelah kanan hotel ini pun disewa.

“Bagian bawah ruko tersebut dijadikan restoran, di atasnya bisa menjadi ruang pertemuan,” sambungnya. Kemudian bangunannya dibuat menyatu dengan hotel ini.

Sabri menyampaikan, dalam kerja sama pengelolaan bangunan ini, Perusda MBS sama sekali tidak dirugikan. “Sebab, mau untung atau rugi, pihak Blue Sky tetap harus memberikan setoran kepada Perusda MBS,” ujarnya.

Besar kontribusi wajib yang harus disetorkan adalah Rp 1 miliar per tahun. “Karena itu, sejak awal Perusda harus mencari mitra yang serius dan yakin bisa mengelola hotel ini dengan baik,” sebutnya.

Selain kontribusi wajib, ada lagi kontribusi tidak tetap, bergantung dari pendapatan hotel. Besarnya kontribusi tidak tetap ini diambilkan dari pendapatan kotor hotel, sebesar 5,5 persen. “Itu berasal dari semua pendapatan. Tidak hanya dari jasa sewa kamar, tapi juga pendapatan dari penjualan makanan dan minuman,” sambungnya.

Dari skema kerja sama ini, minimal kontribusi yang harus disetorkan pihak manajemen Blue Sky adalah Rp 1,5 miliar per tahun. Namun demikian, hasilnya memang menggembirakan. Sebab, selama ini rata-rata setoran dari pihak Blue Sky kepada Perusda MBS Rp 2 miliar per tahun.

Lebih jelas, Gatot Seputra, director Business and Development Blue Sky Group yang mendampingi Sabri menambahkan, selain memberikan kontribusi bagi hasil, di awal pengelolaan juga tidak sedikit dana yang diinvestasikan agar hotel ini bisa beroperasi.

“Ada dana Rp 6,5 miliar yang dikeluarkan pihak manajemen untuk meningkatkan kondisi hotel yang ada. Karena dulu hotel ini hanya masuk kategori hotel melati. Namun, kemudian ditingkatkan menjadi hotel bintang tiga,” bebernya.

Karena itu, banyak fasilitas yang harus dibenahi. Kunci pintu kamar yang awalnya sistem manual, diganti menjadi sistem kartu terkomputerisasi. Demikian juga mengganti karpet, pendingin ruangan, kotak penyimpanan barang, pemanas air, sistem keuangan, perlengkapan dapur, dan keperluan lainnya.

“Termasuk dulu tidak ada ruangan kantor dan tempat makan karyawan, kini semua sudah tersedia,” sambungnya.

Begitu pula konsep butik yang diusung, juga memerlukan aksesori dan ornamen tambahan, seperti lukisan dan mebel kayu yang berkualitas. “Hotel ini memang mengusung konsep memiliki unsur seni, bukan hotel minimalis,” lanjutnya.

Karena itu, sarapan pagi juga tidak sederhana, melainkan memiliki menu tradisional andalan, di samping menu lain yang memang menjadi keunggulan Blue Sky.

Hasilnya memang tidak mengecewakan, 2012 lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengganjar hotel ini dengan predikat Excellent Services untuk kategori hotel bintang tiga.

Selain itu, ada beberapa penghargaan lain dari Kementerian Pariwisata dan instansi terkait lainnya, yang menunjukkan kualitas layanan hotel ini.
“Walaupun banyak hotel di sekitar sini yang tarifnya lebih murah, kami tetap bertahan karena memiliki unggulan layanan tadi,” bebernya.

Hal lain adalah, image bahwa hotel ini aman dan nyaman, juga terus terjaga. “Nama Kaltim dipertaruhkan dalam hotel ini. Karena itu, jangan sampai nama Kaltim ikut jelek ketika layanan kami tidak memuaskan,” sambungnya.

Dalam waktu dekat, untuk menambah identitas Kaltim, akan ada tambahan mesin ATM Bankaltim, yang dipasang di halaman hotel ini.

Carola Seveline Sero, resident manager Blue Sky Pandurata Boutique Hotel menambahkan, minat warga Kaltim menginap di hotel ini cukup tinggi. Dari seluruh tamu yang menginap di hotel ini, 40 persennya adalah warga Kaltim. Salah satu daya tariknya adalah potongan harga sebesar 40 persen dari harga normal yang dilempar untuk tamu umum.  

“Warga Kaltim umumnya memilih menginap di sini karena merasa nyaman, serasa di rumah sendiri,” sebut perempuan yang sudah tiga tahun berkarier di hotel ini. Banyaknya menu sarapan pagi yang disuguhkan, kata dia, juga menjadi keunggulan tersendiri.

“Lagi pula, kalau warga Kaltim menginap di sini, uangnya juga kembali ke Kaltim lagi. Karena ada bagi hasil ke Pemprov Kaltim,” sebutnya.

Tamu daerah lain yang juga suka menginap di hotel ini adalah dari kawasan timur seperti Papua dan Maluku. “Mereka bahkan memilih kamar suite. Sementara kamar suite yang ada terbatas, hanya ada tiga,” imbuhnya.

Lebih jelas, hotel ini memiliki 86 kamar, terdiri dari 47 kamar superior, 36 kamar deluxe, 1 kamar junior suite, dan 2 kamar suite. Tarif umum yang dilempar ke publik adalah Rp 750 ribu hingga Rp 1,6 juta per malam.  

“Mudah-mudahan semakin banyak warga Kaltim yang mau menginap di hotelnya sendiri, sehingga merasa seperti di rumah sendiri,” ucapnya.

Sementara fasilitas lain adalah adanya lounge khusus penghuni suite room, serta lima ruang rapat, yang sering dimanfaatkan beberapa instansi yang ada di Jakarta.

“Pak Gubernur juga sering kok tidur di sini,” pungkasnya. (lhl*/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:52

Obati Kangen dengan Makanan Indonesia

HONG KONG memang terkenal perkembangannya yang lebih pesat ketimbang Indonesia.…

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers