MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 04 Februari 2016 11:32
Ternyata, Seperti Ini Kondisi Hotel Milik Pemprov Kaltim di Jakarta, Sekarang...
DIMINATI: Meski harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan hotel di sekitarnya, okupansi Blue Sky Pandurata ini tetap tinggi. (Endro/kp)

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">Medio 14 Februari 2009, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, Blue Sky Pandurata Boutique Hotel di Jalan Raden Saleh Jakarta milik Pemprov Kaltim, resmi beroperasi. Lantas, seperti apa kondisi bekas hotel milik Gus Dur itu sekarang?

ENDRO S EFENDI, Jakarta

TAK SULIT menemukan lokasi hotel berbintang tiga yang mengusung konsep hotel butik ini. Lokasinya di Jalan Raden Saleh Jakarta, hampir mendekati pertigaan Jalan Kramat Raya Jakarta. Meski harus bersaing dengan beberapa hotel di sekitarnya dengan tarif lebih murah, nyatanya hotel yang dikelola manajemen Blue Sky ini okupansinya selalu melampaui target.

Hotel yang diresmikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sejak 2009 ini, pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pelat merah milik Pemprov Kaltim, Perusda Melati Bhakti Satya (MBS). Perusda kemudian mencari mitra dalam pengelolaannya dengan membuka penawaran secara terbuka. 

“Ada beberapa perusahaan manajemen hotel yang mengajukan penawaran, hasilnya yang ditunjuk adalah Blue Sky,” sebut Sabri Ramdhany, direktur utama Perusda MBS, kepada Kaltim Post di Jakarta, (31/1). Ia sedikit mengulas proses awal pengelolaan hotel, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan milik Pemprov Kaltim ini tidak salah dalam memilih mitra. “Sekarang bisa dilihat sendiri. Padahal dulu kondisinya serba terbatas,” sambungnya.

Pagi itu, tamu memang terlihat cukup padat. Ruang untuk sarapan pagi di lantai dua hotel ini, tampak seluruhnya terisi. Bahkan beberapa tamu terpaksa ikut bergabung di satu meja, meski tidak saling kenal. Sebenarnya pihak Perusda berharap bisa memperluas hotel ini, namun keterbatasan lahan sangat tidak memungkinkan.

Lahan yang dulu dijadikan akses parkir kendaraan, kini pun terpaksa disulap menjadi tempat bersantai para tamu. Sabri kemudian menunjukkan beberapa perubahan cukup signifikan. Di sayap kanan hotel terlihat fasilitas kafe terbuka dan tertutup, dengan menyediakan menu utama Tori Ramen. Tak hanya itu, karena kondisi ruang hotel yang pas-pasan, ruko berlantai tiga di sebelah kanan hotel ini pun disewa.

“Bagian bawah ruko tersebut dijadikan restoran, di atasnya bisa menjadi ruang pertemuan,” sambungnya. Kemudian bangunannya dibuat menyatu dengan hotel ini.

Sabri menyampaikan, dalam kerja sama pengelolaan bangunan ini, Perusda MBS sama sekali tidak dirugikan. “Sebab, mau untung atau rugi, pihak Blue Sky tetap harus memberikan setoran kepada Perusda MBS,” ujarnya.

Besar kontribusi wajib yang harus disetorkan adalah Rp 1 miliar per tahun. “Karena itu, sejak awal Perusda harus mencari mitra yang serius dan yakin bisa mengelola hotel ini dengan baik,” sebutnya.

Selain kontribusi wajib, ada lagi kontribusi tidak tetap, bergantung dari pendapatan hotel. Besarnya kontribusi tidak tetap ini diambilkan dari pendapatan kotor hotel, sebesar 5,5 persen. “Itu berasal dari semua pendapatan. Tidak hanya dari jasa sewa kamar, tapi juga pendapatan dari penjualan makanan dan minuman,” sambungnya.

Dari skema kerja sama ini, minimal kontribusi yang harus disetorkan pihak manajemen Blue Sky adalah Rp 1,5 miliar per tahun. Namun demikian, hasilnya memang menggembirakan. Sebab, selama ini rata-rata setoran dari pihak Blue Sky kepada Perusda MBS Rp 2 miliar per tahun.

Lebih jelas, Gatot Seputra, director Business and Development Blue Sky Group yang mendampingi Sabri menambahkan, selain memberikan kontribusi bagi hasil, di awal pengelolaan juga tidak sedikit dana yang diinvestasikan agar hotel ini bisa beroperasi.

“Ada dana Rp 6,5 miliar yang dikeluarkan pihak manajemen untuk meningkatkan kondisi hotel yang ada. Karena dulu hotel ini hanya masuk kategori hotel melati. Namun, kemudian ditingkatkan menjadi hotel bintang tiga,” bebernya.

Karena itu, banyak fasilitas yang harus dibenahi. Kunci pintu kamar yang awalnya sistem manual, diganti menjadi sistem kartu terkomputerisasi. Demikian juga mengganti karpet, pendingin ruangan, kotak penyimpanan barang, pemanas air, sistem keuangan, perlengkapan dapur, dan keperluan lainnya.

“Termasuk dulu tidak ada ruangan kantor dan tempat makan karyawan, kini semua sudah tersedia,” sambungnya.

Begitu pula konsep butik yang diusung, juga memerlukan aksesori dan ornamen tambahan, seperti lukisan dan mebel kayu yang berkualitas. “Hotel ini memang mengusung konsep memiliki unsur seni, bukan hotel minimalis,” lanjutnya.

Karena itu, sarapan pagi juga tidak sederhana, melainkan memiliki menu tradisional andalan, di samping menu lain yang memang menjadi keunggulan Blue Sky.

Hasilnya memang tidak mengecewakan, 2012 lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengganjar hotel ini dengan predikat Excellent Services untuk kategori hotel bintang tiga.

Selain itu, ada beberapa penghargaan lain dari Kementerian Pariwisata dan instansi terkait lainnya, yang menunjukkan kualitas layanan hotel ini.
“Walaupun banyak hotel di sekitar sini yang tarifnya lebih murah, kami tetap bertahan karena memiliki unggulan layanan tadi,” bebernya.

Hal lain adalah, image bahwa hotel ini aman dan nyaman, juga terus terjaga. “Nama Kaltim dipertaruhkan dalam hotel ini. Karena itu, jangan sampai nama Kaltim ikut jelek ketika layanan kami tidak memuaskan,” sambungnya.

Dalam waktu dekat, untuk menambah identitas Kaltim, akan ada tambahan mesin ATM Bankaltim, yang dipasang di halaman hotel ini.

Carola Seveline Sero, resident manager Blue Sky Pandurata Boutique Hotel menambahkan, minat warga Kaltim menginap di hotel ini cukup tinggi. Dari seluruh tamu yang menginap di hotel ini, 40 persennya adalah warga Kaltim. Salah satu daya tariknya adalah potongan harga sebesar 40 persen dari harga normal yang dilempar untuk tamu umum.  

“Warga Kaltim umumnya memilih menginap di sini karena merasa nyaman, serasa di rumah sendiri,” sebut perempuan yang sudah tiga tahun berkarier di hotel ini. Banyaknya menu sarapan pagi yang disuguhkan, kata dia, juga menjadi keunggulan tersendiri.

“Lagi pula, kalau warga Kaltim menginap di sini, uangnya juga kembali ke Kaltim lagi. Karena ada bagi hasil ke Pemprov Kaltim,” sebutnya.

Tamu daerah lain yang juga suka menginap di hotel ini adalah dari kawasan timur seperti Papua dan Maluku. “Mereka bahkan memilih kamar suite. Sementara kamar suite yang ada terbatas, hanya ada tiga,” imbuhnya.

Lebih jelas, hotel ini memiliki 86 kamar, terdiri dari 47 kamar superior, 36 kamar deluxe, 1 kamar junior suite, dan 2 kamar suite. Tarif umum yang dilempar ke publik adalah Rp 750 ribu hingga Rp 1,6 juta per malam.  

“Mudah-mudahan semakin banyak warga Kaltim yang mau menginap di hotelnya sendiri, sehingga merasa seperti di rumah sendiri,” ucapnya.

Sementara fasilitas lain adalah adanya lounge khusus penghuni suite room, serta lima ruang rapat, yang sering dimanfaatkan beberapa instansi yang ada di Jakarta.

“Pak Gubernur juga sering kok tidur di sini,” pungkasnya. (lhl*/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…

Kamis, 14 November 2019 10:44
Ningrum, Juru Ketik Rental Komputer di Zaman Kiwari

Pelanggannya Didominasi Mahasiswa Pemalas

Kemajuan teknologi tak membuat juru ketik di rental komputer kehilangan…

Selasa, 12 November 2019 13:06
Isu Dunia Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (2-Habis)

Dua Anak Sepiyana Terdiagnosis Stunting

Namanya Coralina. Di usia 6 tahun ini, berat badannya hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.