MANAGED BY:
RABU
01 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 24 Januari 2016 14:00
Kenalin Nih, Dokter Gigi Wanita yang Suka Geber Motor di Sirkuit
EMANSIPASI: Yustika Chrysandra yang berprofesi sebagai dokter gigi dan baru berusia 25 ini aktif sebagai pembalap motorsport kelas 250 cc dan 150 cc. (ist)

Keluar sejenak dari jas putih, tempatnya membuka praktik, ganti memakai wearpack dan pergi melintas di sirkuit beraspal. Bagi Yustika Chrysandra, itu wahana melepaskan kegilaannya akan adrenalin.

 PEREMPUAN tersebut bekerja sebagai dokter gigi sekaligus mengoper gigi motor di atas lintasan aspal. Tetap ada embel-embel “gigi” antara pekerjaan dan hobi yang digelutinya.

Perjalanan awal dimulai di Jogjakarta saat masih duduk di bangku kelas IX SMP. Saat itu Tika–sapaan akrabnya, masih menunggangi motor bebek dan ikut drag race. “Di Jogja itu enggak ada sirkuit jadi paling balapan drag saja,” tukasnya.

Padahal, sang ayah seorang pembalap motor trail tapi Tika tidak melihat ada kecenderungan dirinya bergerak mengikut ke arah sana. Lulus dari bangku sekolah, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Selama kuliah itu pula, Tika memutuskan vakum dari dunia balapan.

Tahun-tahun berlalu dan sampailah ia pada momen kelulusan. Tika lantas mencari kerja dan mendapat pekerjaan pertamanya sebagai dokter gigi di Samarinda, tepatnya di RSUD IA Moeis. Hasil dari pekerjaan tersebut, ia berhasil membeli satu buah motor sport untuk dipakai berkendara harian.

“Jadi dari situ saya sudah terbiasa menggunakan motor sport. Akhirnya terjun ke balapan itu awalnya cuma nonton balapan. Terus enggak lama disuruh buat nyobain juga dan ternyata ketagihan,” kata perempuan 25 tahun tersebut.

Ya, sudah setahun belakang dirinya aktif menjadi pembalap perempuan motorsport kelas 250 cc dan 150 cc. Kini, ia tergabung dalam racing team bernama Leles. Sudah banyak road race diikuti Tika. Dia tidak takut adu balap dengan para pria. Ketika sudah mengenakan wearpack dan berada di atas motor, laki atau perempuan tiada beda.

Momen manis berhasil ditorehkannya pada Agustus tahun lalu di Sirkuit Sentul, Bogor. Tika menjadi salah satu pembalap yang beraksi di balapan Indospeed Race Series. Dia hadir sebagai wakil Samarinda. Balapan dipenuhi para lelaki. Hanya dua perempuan tampil untuk motorsport kelas 250 cc.

Ketika berada di garis start, Tika menempati urutan kedelapan dari 24 peserta. Balapan dimulai sampai lap terakhir. Tika, pelatih, dan timnya tidak menduga mereka di garis finis mengambil posisi kelima. “Itu asli kita enggak latihan. Datang cuma latihan 15 menit habis itu langsung turun balapan. Hebatnya, bisa berada di posisi kelima. Padahal niat awalnya asal enggak jatuh saja sudah menganggap juara,” cerita Tika kepada Maskulin dengan sorot mata bangga.

Pelatih Tika, Muhammad Ichsanuddin, merasa bahwa capaian itu tidak lain karena Sirkuit Sentul tidak lebih menakutkan dibanding Sirkuit Kalan, tempat latihannya pembalap Kaltim. Sentul yang dijajal Tika waktu itu, dirasa bukan masalah sulit. “Di Sentul kalau jatuh paling kena ban. Di sini (Kalan) kalau jatuh salah-salah bisa masuk jurang,” ujarnya.

Meski pekerjaan dokter cukup menyibukkan anak didiknya, Ichsan mengaku tetap ada agenda latihan rutin dilaksanakan tiap dua minggu sekali di Sirkuit Kalan. (wal/bby/k9)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers