PROKAL.CO,
TENGGARONG - Ramadan, bulan yang suci dan penuh berkah. Kalimat itu memang pas bagi para penjaja aneka makanan dan minuman pada bulan puasa. Betapa tidak, dalam sehari sejumlah penjual jajanan khas buka puasa di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mampu meraup keuntungan hingga ratusan ribu per harinya. Seperti halnya pasangan Rabiatul Adawiyah dan Rahmadi, penjual di salah satu pasar Ramadan di Kota Raja ini, mengaku memanfaatkan momen Ramadan menjual kue khas Kalimantan, bingka telur atau kerap disebut jenderal mabok.
Di luar Ramadan, warga jalan Kartini, Gang 3 Tenggarong ini, sehari-harinya sebagai penjual nasi kuning dan lontong sayur di depan Balai Nikah KUA, Jalan Maduningrat, Tenggarong. “Kalau Ramadan kami jualan kue untuk berbuka puasa. Soalnya menjual nasi kuning mungkin kurang cocok,” ujar Rabiatul, saat ditemui media ini tengah menjajakan bingka telur di kawasan Pasar Tangga Arung, Senin (15/7).
Keputusan tak menjual nasi kuning dan memilih jajanan buka puasa, tak sia-sia. Pasangan paruh baya tersebut mampu meraup keuntungan lebih selama Ramadan. Menurutnya, menjual nasi kuning dalam sehari mampu meraup keuntungan sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. “Kalau jualan kue di bulan puasa, Alhamdulillah kami bisa untung mulai Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu rupiah per hari,” bebernya.
Dikatakan, dalam sehari Rabiatul mampu menjual 250 buah bingka telur, dengan harga Rp 10 ribu per buah. Pembeli bisa memilih lima rasa kue legit dan manis tersebut, yakni rasa tape, gula merah, kentang, biskuit, dan rasa pandan. “Yang paling dicari warga itu rasa pandan, karena rasanya khas jenderal mabok,” ujarnya.
Namanya saja bingka telur, bahan utamanya lebih banyak didominasi telur dan gula. Dalam sehari, Rabiatul menghabiskan 500 butir telur untuk membuat jenderal mabok itu. Pantas saja rasanya legit dan lembut di lidah. Sehingga terasa menghanyutkan dengan rasanya, ketika memasukkan kue ini ke mulut. Karena itu lah, kemungkinan besar mengapa warga Tenggarong memberinya nama jenderal mabok.
Anda ingin mencoba? Silahkan datang ke Pasar Tangga Arung. Tapi jangan terlalu sore, pasalnya, jenderal mabok buatan pasangan Rabiatul dan Rahmadi tersebut biasanya sudah habis terjual sebelum pukul 17.00 Wita. (hmp03/rom/k7)