MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 13 Desember 2015 07:57
Modifikasi Jangan Jadi Ancaman Keamanan
MENDANDANI KENDARAAN: Penggiat modifikasi merasa kebijakan pembatasan bentuk modifikasi membatasi kreativitas dan inovasi.(ILUSTRASI/DOK/KO)

PROKAL.CO, v>

SEJAK Jumat (4/12), penggiat modifikasi kendaraan dibuat heran pernyataan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto melalui Facebook Humas Polda Metro Jaya. Pasalnya, dalam postingan tersebut, ia seakan membatasi bentuk-bentuk modifikasi terhadap kendaraan jenis apapun dengan memberi ancaman denda hingga Rp 24 juta.

Pernyataan tersebut tidak sembarangan. Melainkan, tertuang dalam Pasal 277 jo Pasal 316 ayat (2) UU 22/2009 yang mengancam pelakunya pidana penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 24 juta. Walhasil, postingan tersebut mendapat komentar kurang mengenakkan dari banyak penggiat modifikasi se-Indonesia.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Gatot Yulianto membenarkan ancaman denda tersebut. “Itu akumulasi denda maksimal yang bisa dijatuhkan. Tilang bakal dilakukan kalau bentuk modifikasinya sudah menyalahi aturan,” terangnya kepada Maskulin, Selasa (8/12). Ditambahkannya, ancaman tersebut tentu bertujuan baik, menjaga keselamatan pengendara dan orang lain di jalanan. Sebab, beberapa bentuk modifikasi sering mengabaikan sisi keamanan pengendara.

Ia tidak melarang pemilik melakukan modifikasi terhadap kendaraannya. Asal, tetap memperhitungkan nilai keamanan. Semestinya, modifikasi yang sampai mengubah bentuk dari kendaraan asli dilaporkan ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Sebab, bakal membuat tampilan fisik kendaraan menjadi berbeda dengan yang tertera di surat-suratnya.

“Jika sewaktu-waktu dirazia dan keterangan di STNK berbeda dengan fisik kendaraan, jelas bakal ditilang,” sambung Gatot.

Dikatakan, ia mendukung bentuk-benutk modifikasi yang membuat kendaraan menjadi nyaman dipandang. “Sekali lagi, tanpa mengurangi keamanan berkendara. Jangan pakai ban yang enggak sepantasnya atau lampu jalan terlalu terang. Itu malah bikin enggak aman,” pungkas Gatot.

Pada hari yang sama, Charlie Surya Putra dan Teddy Surya Putra selaku penggiat sekaligus pemilik bengkel modifikasi memberikan komentar mengenai aturan tersebut. “Kalau bentuk modifikasinya membahayakan, kami mendukung saja aturan itu,” kata Charlie. Namun demikian, dia meminta kepada pihak terkait bijak dalam penyelenggaraan UU tersebut.

“Perubahan drastis sampai kendaraan jadi tidak layak turun ke jalan, kami dukung saja. Tapi, kalau modifikasi tujuannya untuk fungsional kendaraan tetap dilarang, itu sudah melanggar HAM (hak asasi manusia),” tambah dia.

Terlebih, bagi modifikator kendaraan yang menunaikan kewajiban membayar pajak kendaraan setiap tahun. Menurut Charlie, ketika kendaraan dan surat-surat telah berpindah menjadi hak milik seseorang maka adalah hak orang tersebut “mendandani” kendaraannya.

Sedangkan Teddy menganalogikannya dengan membangun sebuah rumah. Ketika surat-surat tanah sudah dimiliki, terserah pemilik tanah untuk membangun rumah dengan bentuk atau tipe yang diinginkan. “Asal enggak menyerobot tanah orang, jadi bebas saja mau bangun rumah seperti apa,” ujar Teddy.

Ketika membeli kendaraan, ada dua hal yang menjadi identitas sebuah kendaraan, yakni nomor mesin dan nomor rangka. Asal nomor di surat-surat ijin sesuai nomor-nomor tersebut, sambung Teddy, bukanlah sebuah pelanggaran jika modifikasi dilakukan. “Ya, konyol saja kalau aturan itu mengikat para penggiat modifikasi seperti kami. Membatasi kreativitas dan inovasi anak bangsa namanya,” sergah laki-laki berdarah Tionghoa itu.

Dia mengimbau para pemangku kebijakan tidak membuat aturan yang akhirnya meresahkan banyak masyarakat. Terlebih sudah banyak masyarakat taat kepada aturan, semisal membayar pajak. (*/mrd/bby/k18)
 
loading...

BACA JUGA

Senin, 05 Agustus 2019 09:54

Mendaki, Bikin Bugar Badan dan Sehat Mental

TIDAK hanya kaya akan budaya, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi…

Senin, 29 Juli 2019 09:41

Sadar Berasuransi, Ketahui Kebutuhan, Kenali Perusahaan yang Menawarkan

Agar kelak kehidupan pada masa mendatang terjamin, salah satunya menggunakan…

Senin, 29 Juli 2019 09:40

Asuransi, Mempersiapkan demi Kebaikan Masa Depan

DIANGGAP belum menjadi kebutuhan utama dan tidak terdesak, banyak orang…

Jumat, 26 Juli 2019 13:39

Ini Alasan Gaya Kerja Kaum Millenial Gampang Resign dan Minta Gaji Tinggi

 Kaum milenial dan Gen-Z memiliki gairah bekerja yang masih segar.…

Kamis, 25 Juli 2019 23:57

Waspada Jika Pasangan Mendadak Suka Olahraga, Jangan-Jangan Selingkuh

Berhati-hatilah ketika pasangan Anda secara tiba-tiba mulai berolahraga. Karena pasangan…

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Richard Peter Ririhena, Asyik di Dunia Perhotelan

Mulanya dia bekerja sebagai waiter, lalu cook helper. Pernah menjadi…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Utamakan Disiplin dan Tanggung Jawab

MENURUT Richard Peter Ririhena kerja sama dan kekompakan tim wajib…

Senin, 22 Juli 2019 10:28

Ternyata Pria Juga Bisa Alami Keputihan

SIBUK dengan kesehatan bagian tubuh yang terlihat, rupanya membuat sebagian…

Senin, 22 Juli 2019 10:24

Kenali Kepribadian, Kontrol Kekurangan

Ketika bertemu dengan orang baru. Umumnya ada dua hal yang…

Senin, 22 Juli 2019 10:23

Kepribadian Ganda, Tidak Sadar Berganti Peran, Obati Sebelum Merugikan

ADA beberapa jenis gangguan kepribadian. Namun yang akan diulas kali…

Rutan Paser Over Kapasitas 400 Persen

Pemondokan Jamaah Paser Bebas dari Banjir

KASIHAN..!! Warga Perbatasan Kesusahan Bahan Pangan saat Kemarau

Sebulan Polres Kukar Sita Ribuan Liter Solar Ilegal

17-an, Ada Lomba Makeup

Tersendat Menunggu Kerugian Negara

Si Kleptomania yang Tak Berdaya

Warga Mengeluh Air PDAM Keruh

Serena Cedera, Bianca Andreescu Juara Lagi

KLHK Tangkap Dua Pelaku Tambang Batubara Ilegal di Kampung Muang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*