MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Minggu, 18 Oktober 2015 07:55
Objek Wisata Samarinda sebagai Destinasi Pelesir Domestik
Oleh: Daliansyah, M Pd*
 
KEBUTUHAN manusia makin hari makin berkembang. Salah satunya kebutuhan berlibur. Fenomena pelesir mulai menjadi kiblat masyarakat. Tidak hanya didominasi kaum elite, namun merambah sampai masyarakat bawah. Tujuan mereka bervariasi. Ada untuk kebutuhan rohani, kesehatan, shopping, pelesir, silaturahmi keluarga, dan sebagainya.

Contoh saat musim liburan atau pasca-Lebaran orang-orang banyak berlibur ke pantai, pusat perbelajaan ataupun tempat rekreasi. Kenyataan ini tampak setiap tahun. Sebagian momen ini dimanfaatkan pengusaha untuk ikut berpartisipasi dalam sektor pariwisata.

Bentuk komponen tersebut tidak lain berupa sarana akomodasi, transportasi, restorasi, toko suvenir, tempat rekreasi, pemandu wisata, dan komponen lainnya yang mendukung dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata.

Melihat kondisi di atas maka sewajarnyalah masing-masing kota/kabupaten di Kaltim harus berbenah diri terkait peningkatan komponen pariwisata. Tidak terkecuali Samarinda yang notabene sebagai ibu kota Kalimantan Timur, harus mampu memberikan yang terbaik bagi wisatawan.

Topik bahasan dalam hal ini lebih fokus pada pembenahan objek dan atraksi wisata di Samarinda dalam rangka memenuhi pangsa pasar wisata domestik.

Konteksnya hanya pada upaya pembenahan objek dan atraksi wisata sehingga layak dan mampunyai daya tarik bagi wisatawan. Tujuannya yakni sebagai bahan masukan instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta. Kemudian mampu memberikan pelayanan standar bagi pengunjung. Tak kalah penting menumbuhkan minat investor.

Pembenahan Objek dan Atraksi Wisata

Sesuai dengan UNDANG-UNDANG tentang Kepariwisataan, wisata ialah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Menurut Nuriata (1997:139), atraksi wisata diartikan sebagai sesuatu yang berwujud atau tidak berwujud yang dapat memikat seseorang sehingga mengadakan perjalanan  untuk mencapai tempat atraksi wisata, serta dapat memberikan kepuasan kepada orang tersebut atas kegiatan yang dilakukan di tempat atraksi wisata.

Kondisi Umum Objek dan Atraksi Wisata di Samarinda

Objek-objek wisata di Samarinda yang sudah ada dan sering dikunjungi wisatawan domestik, yaitu Kebun Raya Samarinda, merupakan sarana rekreasi berupa kebun raya di mana berbagai fasilitas disediakan di sini, yaitu camping ground, panggung hiburan, tempat penelitian, sarana hiburan. Kawasan Sarung Samarinda di Kampung Baka Samarinda, kawasan budaya Pampang merupakan kawasan budaya suku adat Dayak Kenyah, Masjid Islamic Center, air terjun Tanah Merah.

Permasalahan yang Dihadapi

Penulis melihat ada beberapa masalah yang berkaitan dengan objek dan atraksi wisata. Seperti, objek wisata belum tertata rapi. Tempat pementasan atraksi wisata kurang representatif, kurang variatif dan inovatif. Kemudian, tempat suvenir belum maksimal, kurangnya local guide di Samarinda, serta kurangnya kesadaran dan pemahaman berkaitan dengan bisnis pariwisata.

Alernatif Pemecahan

Berbagai alternatif penulis jabarkan dan disadur dalam beberapa buku, yakni harus ada perencanaan perjalanan wisata yang matang. Mulai adanya daya dukung yang memadai, adanya unsur pendidikan dan menarik minat wisatawan.

Dari ketiga hal menarik minat wisatawan yang jadi point of interest dari suatu objek agar memacu wisatawan untuk berkunjung. Untuk itu, menjadikan suatu tempat sebagai objek atau atraksi wisata harus benar-benar dikonsep dan dikelola agar memberikan kepuasan dan daya tarik bagi wisatawan. Tentu dalam hal ini partisipasi masyarakat, sekolah pariwisata, pengelola objek dan pemerintah khususnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait harus benar-benar menjadi pelopor dalam penataan ini.

Tempat Pementasan Atraksi Wisata Kurang Refresentatif

Salah satu daya tarik wisata adalah adanya sesuatu yang lain yang ingin dilihat. Tidak hanya objek wisata. Bentuk atraksi wisata sangatlah beragam. Apalagi di Samarinda ini yang notabene suku-suku berkumpul mulai dari Bugis, Banjar, Kutai, Dayak, dan sebagainya. Dari perbedaan itulah hendaknya timbul tradisi sehingga dapat membangun peradaban budaya khususnya di Samarinda.

Sebaiknya, jangan terlalu jauh dengan pusat kota. Pertunjukannya dapat dijadwal, jangan cuma satu minggu sekali. Ada konsep baru seperti halnya di Thailand. Mereka memanfaatkan berbagai momen untuk acara pementasan. Misalnya, pada waktu dinner dengan menggunakan kapal. Di Samarinda kan sama ada sungainya bisa menjadi lahan bisnis.

Kurang Kreatif dan Inovatif di Objek Wisata

Jika kita berkaca pada objek yang sudah terkenal seperti Borobudur, Tanah Lot, dan sebagainya, pengunjung tidak pernah sepi. Di objek tersebut makin hari makin banyak saja hal-hal yang kita temui selain point of interest dari objek tersebut. Misalnya, ada art center, ada penawaran-penawaran jasa, dan sebagainya. Di tempat kita masih belum ada seperti itu. Inilah sebenarnya yang perlu mendapat perhatian.

Tempat Suvenir yang Kurang Maksimal

Saat ini di Samarinda, tempat suvenir belum terfokus pada sentral lokasi tertentu. Adanya masing terpisah-pisah. Bisnis inipun masih belum dikelola secara pariwisata. Hanya beberapa saja yang sudah melakukan. Mereka orientasinya hanya pada penjual. Menjual sebanyak-banyaknya. Sepertinya perlu adanya sosialisasi dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, agar mereka memahami konsep yang berkaitan dengan dunia pariwisata.

Kurangnya Local Guide di Kota Samarinda

Salah satu upaya untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan menjadi seorang pemandu wisata atau lebih dikenal dengan istilah guide. Seorang guide bertugas untuk melayani wisatawan mulai dari penjemputan, proses pemanduan selama tur sampai pengantaran wisatawan. Di Kota Samarinda khususnya, sangat jarang kita temukan pemandu wisata, apalagi kantor asosiasinya tidak tahu berada di mana. Kepengurusan belum optimal. Untuk itu, perlu kader-kader pramuwisata yang muda yang energik, perlu adanya sertifikasi pelatihan secara berkala. Jika perlu dibentuk forum guide Samarinda.

Kita berharap dapat menuju ke arah sana untuk menjadikan Samarinda sebagai kota wisata, bisnis, dan jasa. Semoga, pariwisata kita semakin maju. Amin. (*/fir/k15)
 
*) Kepala SMK 16 Samarinda
 


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:48

Faktor Penyebab Perilaku Koruptif Kepala Desa

 Adi Setyawan ASN pada KPPN Samarinda     Berbagai upaya…

Rabu, 01 Desember 2021 15:46

Standar (Baru) Layanan Informasi Publik

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Dalam…

Selasa, 30 November 2021 10:50

Tambang Ilegal, Pemda Jangan Lepas Tangan

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan    TAMBANG ilegal saat…

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers