MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Jumat, 09 Oktober 2015 08:08
Pola Makan Salah Bikin Anak Kegemukan
ADA PORSINYA: Frekuensi makan ideal adalah makanan utama diberikan tiga kali sehari satu porsi, ditambah snack atau buah 2–3 kali sehari.(ELLY/KP)

PROKAL.CO,

LUCU dan menggemaskan memiliki buah hati dengan pipi tembem dan tubuh gemuk. Namun tahukah Anda? Memiliki bayi gemuk bukan hal yang baik, karena kelebihan berat badan sejak anak-anak dapat mengganggu kesehatannya saat ini maupun di masa depannya.

Obesitas atau kelebihan berat badan bisa disebabkan faktor makanan, keturunan, pola makan salah atau karena gangguan hormonal. Menurut dr Herwina SpA, obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluarnya energi (energy expenditures) sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

“Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan. Sedangkan keluarnya energi rendah karena rendahnya metabolisme tubuh, aktivitas fisik, dan efek termogenesis makanan yang ditentukan oleh komposisi makanan,” jelas dokter Rumah Sakit Pupuk Kaltim Siaga Ramania, Samarinda, ini ditemui Kamis (8/10).

Faktor makanan memang menjadi penentu obesitas dialami bayi lima tahun (balita). Baik itu kandungan makanan atau porsi makan yang berlebihan.

Pemahaman untuk memberi makan kepada balita dan anak-anak yang perlu diperhatikan adalah makanan yang baik adalah makanan bergizi seimbang. Kandungan makanan harus mengandung lemak, protein, dan nutrisi lain yang baik untuk tumbuh kembang anak. Porsi makan pun disesuaikan dengan usia. “Frekuensi makan yang ideal adalah makanan besar (utama) tiga kali sehari satu porsi, ditambah snack atau buah 2–3 kali sehari,” terang Wina.

Mengontrol berat badan buah hati biasanya efektif jika memaksimalkan kartu menuju sehat (KMS) untuk bayi usia 0–5 tahun. Selain mengetahui berat badan pertimbangan untuk mengetahui obesitas pada anak dengan memerhatikan tinggi badan yang disesuaikan dengan usia anak.  “Jadi ukuran gemuk, normal, dan kurus itu idealnya tidak dilihat dari satu parameter saja,” beber dia.(*/el/her/k9)
 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 11:28

Layani Klien MUA hingga Jawa

Tangan nan terampil dalam merias wajah membawa namanya semakin dikenal,…

Selasa, 01 Desember 2020 11:26

Fokus Tingkatkan Kemampuan

DI mana ada kesempatan untuk belajar, Vivin Anisa atau Icha…

Selasa, 01 Desember 2020 11:23

Tak Ingin Menyia-nyiakan Masa Muda

POTENSI wisata di Kutai Kartanegara menjadi yang cukup dirindukan. Sebut…

Minggu, 29 November 2020 10:34
Bincang dengan Rizki Amelia, Perwakilan Kaltim di Putri Hijab 2020

Siapkan Diri, Target Bawa Pulang Mahkota ke Palaran

Selain membawa kebanggaan Kaltim, Amel akan memboyong destinasi wisata hingga…

Sabtu, 28 November 2020 11:23

Ini Pola Makan Sehat Bagi Penderita Diabetes, yang Berjuang di Tengah Pandemi

SAMARINDA - Menjaga kesehatan tubuh selama pandemi covid-19 menjadi hal…

Sabtu, 28 November 2020 11:22

Melawan Diabetes Saat Pandemi

SAMARINDA - Salah satu yang membuat Covid-19 bisa berujung kematian…

Jumat, 27 November 2020 12:41

Jaga Jantung..!! Kolesterol Jahat Mulai Menumpuk di Usia 15–20

Makanan dan minuman manis serta tinggi lemak secara tak disadari…

Selasa, 24 November 2020 10:37

Nyeri Punggung Usai Bangun Tidur, Mesti Perhatikan 5 Hal Ini

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang dibutuhkan oleh tubuh khususnya otak.…

Selasa, 24 November 2020 10:35

Usai Bepergian, Jangan Simpan Masker Disembarang Tempat

 Pandemi Covid-19 masih terus membayangi kehidupan masyarakat dunia pada tahun…

Senin, 23 November 2020 09:14

Tren dari Kain Tradisional

SAMANTHA selaku brand fashion lokal Kota Minyak, memiliki ciri khas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers