MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Jumat, 09 Oktober 2015 08:08
Pola Makan Salah Bikin Anak Kegemukan
ADA PORSINYA: Frekuensi makan ideal adalah makanan utama diberikan tiga kali sehari satu porsi, ditambah snack atau buah 2–3 kali sehari.(ELLY/KP)

PROKAL.CO,

LUCU dan menggemaskan memiliki buah hati dengan pipi tembem dan tubuh gemuk. Namun tahukah Anda? Memiliki bayi gemuk bukan hal yang baik, karena kelebihan berat badan sejak anak-anak dapat mengganggu kesehatannya saat ini maupun di masa depannya.

Obesitas atau kelebihan berat badan bisa disebabkan faktor makanan, keturunan, pola makan salah atau karena gangguan hormonal. Menurut dr Herwina SpA, obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluarnya energi (energy expenditures) sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

“Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan. Sedangkan keluarnya energi rendah karena rendahnya metabolisme tubuh, aktivitas fisik, dan efek termogenesis makanan yang ditentukan oleh komposisi makanan,” jelas dokter Rumah Sakit Pupuk Kaltim Siaga Ramania, Samarinda, ini ditemui Kamis (8/10).

Faktor makanan memang menjadi penentu obesitas dialami bayi lima tahun (balita). Baik itu kandungan makanan atau porsi makan yang berlebihan.

Pemahaman untuk memberi makan kepada balita dan anak-anak yang perlu diperhatikan adalah makanan yang baik adalah makanan bergizi seimbang. Kandungan makanan harus mengandung lemak, protein, dan nutrisi lain yang baik untuk tumbuh kembang anak. Porsi makan pun disesuaikan dengan usia. “Frekuensi makan yang ideal adalah makanan besar (utama) tiga kali sehari satu porsi, ditambah snack atau buah 2–3 kali sehari,” terang Wina.

Mengontrol berat badan buah hati biasanya efektif jika memaksimalkan kartu menuju sehat (KMS) untuk bayi usia 0–5 tahun. Selain mengetahui berat badan pertimbangan untuk mengetahui obesitas pada anak dengan memerhatikan tinggi badan yang disesuaikan dengan usia anak.  “Jadi ukuran gemuk, normal, dan kurus itu idealnya tidak dilihat dari satu parameter saja,” beber dia.(*/el/her/k9)
 

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 Oktober 2020 17:28
Fashionable dengan Batik

Tonjolkan Corak Etnik Kaltim, Sisipkan Nuansa Jawa

Batik jadi budaya khas Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara.…

Senin, 19 Oktober 2020 17:06

Pesona Air Terjun Narkata

Takkan mudah untuk menjamah keindahannya yang bak surga. Perlu upaya…

Senin, 19 Oktober 2020 09:45

Spesial Seafood, Asam Manis Pedas Bumbu Nusantara

Bosan dengan olahan ayam? Ingin coba menu baru? Maka menu…

Senin, 19 Oktober 2020 09:42

Super Green dan Kudapan Labu

HINGGA akhir tahun, promo minuman di Aston Samarinda Hotel &…

Senin, 19 Oktober 2020 09:34
Kenalkan daerah lewat Buku untuk Tingkatkan Literasi

Bangga Karya Sampai Amerika

Budaya membaca buku semakin berkurang. Jangankan untuk membeli, yang gratisan…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:07

Pentingnya Kelola Kesehatan Jiwa

Global Burden of Disease (analisis beban penyakit) memprediksi sepanjang tahun…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:05

Pengakuan Mahasiswa yang Stress, Sempat Ingin Akhiri Hidup, Jalani Pengobatan 15 Bulan

TAHUN pertama dan kedua kuliah, dirasakan Abe–bukan nama sebenarnya–cukup berat.…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:02

Ayo Peduli Mental Anak dan Remaja

KIAN tahun, masyarakat khususnya di Balikpapan mulai memerhatikan pola hidup…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:01

Hilangkan Stigma Gangguan Jiwa, Deteksi Lebih Awal

PERKIRAAN jumlah penderita gangguan jiwa di dunia sekitar 450 juta…

Selasa, 13 Oktober 2020 12:53

Menikmati Indahnya Taburan Warna Koi

Banyak instrumen yang bisa dipilih untuk menyempurnakan keindahan rumah. Kolam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers