MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 06 September 2015 07:28
Hadapi Stres dengan Banyak Cara
MANFAATKAN JEDA: Pekerjaan memang paling rawan bikin stres. Agar tak larut dalam depresi, cari waktu tepat di tengah aktivitas untuk melakukan hal fresh yang tak biasa.(ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, v>

Beban pikiran menumpuk memang menjengkelkan. Entah faktor pekerjaan, keluarga, keuangan, ataupun asmara. Jika itu tidak diselesaikan, hati-hati terserang stres. Stres tidak diatasi, fisik pun menurun.
 
SECARA umum, stres lebih banyak menjangkiti kalangan wanita. Pasalnya, wanita cenderung berpikir lebih detail dan emosi yang lebih aktif dari kaum adam. Namun demikian, kalangan pria mesti mawas diri menjaga kestabilan psikis.

Menurut Wahyu Nhira Utami, psikolog klinis RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, stres dapat terjadi karena banyak faktor, terutama kehidupan sehari-hari. “Masing-masing orang berbeda faktor pembuat stresnya. Misal, ada yang memprioritaskan prestasi, ketika ia mendapat nilai buruk, itu bisa membuat stres,” jelasnya kepada Maskulin, Kamis (3/9).

Namun, ada empat hal mendasar yang sering menjadi pemicu stres. Sumber stres terbesar, sebut Nhira, ialah masalah pekerjaan. Lalu, hubungan keluarga, pertemanan, dan yang terakhir keuangan.

Dalam ilmu psikologi, stres terbagi menjadi tiga, yakni stres ringan, sedang, dan berat. Untuk mengetahuinya, psikolog biasa mengajukan beberapa pertanyaan mengenai hal yang ia pilih jika diberi pilihan, tentu soal kehidupan sehari-harinya.

Stres ringan termasuk mudah diatasi. “Cepat datang, cepat juga perginya,” imbuh dia. Namun, bagi penderita stres berat patut waspada karena dapat terjadi peningkatan fase menjadi cemas lalu depresi.

Jika seseorang mengalami cemas, kondisi fisik dapat saja menjadi buruk. Beberapa di antaranya jantung berdebar cepat, kaki lemas, hingga limbung. Cemas dapat pula menjadi  pemicu penyakit lain, misalkan mag. “Cemas ini tergantung respons setiap individu. Mungkin ada yang punya pengalaman dimarahin orangtua karena nilai jelek, lalu dimarahi habis-habisan. Ini bisa jadi penyebab cemas juga,” tutur Nhira.

Nah, jika Anda merasa tengah terserang stres, ada tips yang dapat Anda lakukan agar stres dapat kembali ditekan.  Anda mesti tahu terlebih dahulu hal yang menyebabkan stres pikiran Anda. Setelah tahu penyebabnya, berusahalah mencari jalan keluar dari masalah tersebut. “Penyakit psikis seperti stres memang harus diatasi dari psikisnya. Mengonsumsi obat hanya meredakan efek samping dari stres itu sendiri,” kata dia.

Selain itu, stres dapat ditekan dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai namun menjadi jarang Anda lakukan karena rutinitas sehari-hari. Misalkan Anda hobi memancing, cobalah manfaatkan waktu senggang untuk sekadar memancing bersama rekan sehobi. “Nah, ada juga orang bisa terlepas dari stres setelah ketemu teman-teman di luar keseharian. Teman-teman kuliah yang sudah berbulan-bulan enggak ketemu misalnya. Dari sini, obrolan lepas bisa terjadi dan stres lepas dengan sendirinya saat sedang menikmati momen itu,” tambah alumnus Universitas Gadjah Mada Jogjakarta itu.

Anda pun dapat membuat “me time” atau waktu yang benar-benar Anda nikmati saat tidak bersama orang lain. Ketika tengah sendirian, Anda dapat lebih mudah merefleksikan kehidupan yang sedang dijalani. Pada momen ini, jalan keluar dari masalah yang dihadapi pun lebih terang tercipta.

Selain beberapa hal tersebut, konsep meditasi dapat dipakai, yakni mainfull atau benar-benar menyadari apa yang sedang Anda lakukan dan apa yang ada dan terjadi di lingkungan sekitar. Disebutkan, jika Anda dapat mendengar suara jarum jam berdetak, berarti Anda tengah fokus dengan diri sendiri dan lingkungan Anda. Nah, momen saat tengah fokus ini dapat dimanfaatkan untuk menguraikan masalah pemicu stres agar dapat diselesaikan.

Liburan pun disarankan Nhira untuk melepas stres. “Kalau memang sudah penat, mau tidak mau harus bisa ambil waktu,” ucap dia. Namun, ada baiknya Anda mengubah persepsi tentang liburan yang biasanya ke luar kota, mengeluarkan bujet besar, dan lainnya. Anggaplah liburan adalah melihat hal yang tidak biasa Anda lihat dalam rutinitas. Ya, misalkan berjalan bersama rekan-rekan di pinggir sungai selama 2—3 jam, lalu lakukan kembali ke rutinitas Anda. Lakukan hal tersebut jika Anda merasa stres mulai menghinggapi.

“Faktor ‘penyumbang’ stres terbesar adalah urusan pekerjaan. Ini juga mesti bisa ditangani,” kata Nhira. Pertama, Anda mesti tahu seberapa besar kapasitas pekerjaan yang dapat Anda lakukan. Saat mengajukan lamaran pekerjaan, Anda bebas bertanya tentang bidang pekerjaan dan membuat kesepakatan mengenai pekerjaan yang Anda lakukan. Jika dirasa terlalu berat, ada baiknya Anda mendiskusikan kembali hal-hal yang menjadi beban pekerjaan tersebut kepada pimpinan.

“Ya, memang harus tahu kapan bisa bilang ya dan kapan bilang tidak,” imbuh perempuan kelahiran 20 Agustus 1988 itu. Diimbau Nhira, carilah pekerjaan yang Anda sukai karena akan membantu Anda meredam stres nantinya. (*/mrd/bby/k15)
 
loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…

Aksi Global Tuntut Perlindungan Lingkungan

Dana Reboisasi Tak Bisa Dicairkan, Kapolres Minta Perusahaan Membantu Personel dan Sarpras

1 Pelaku Karhutla Diungkap Polres Paser

Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Lalu Lintas Air

THM Itu Bukan Milik Polisi

DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

Modal Bagus Hadapi Tiongkok

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*