MANAGED BY:
JUMAT
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 22 Mei 2015 08:39
Warga Samarinda Waspadalah! Psikopat Berkeliaran Bebas
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA – Beberapa hari terakhir, ibu kota Kaltim diguncang kejadian kriminal terbilang sadis yang melibatkan psikopat. Mulai penderita gangguan jiwa yang mengamuk di kawasan Citra Niaga hingga ayah yang tega menggauli dan membunuh anak-anaknya.

Masyarakat Samarinda bisa tambah waswas dengan kabar terbaru, yakni bebasnya pria yang pernah menyodomi puluhan anak, dari RSKD Atma Husada Kaltim.

Dia adalah Fatriansyah alias Papat (31), warga Jalan RE Martadinata, Gang Villa, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu. Kabar itu dikonfirmasi Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Slamet Ramelan. Slamet mendapat kabar dari anggotanya yang menangani khusus kasus perempuan dan anak.

“Memang anggota langsung tadi yang laporan. Dan, itu benar,” ungkap Slamet, Rabu (20/5). Diketahui, Papat pernah dilaporkan ke Polresta, September tahun lalu. Kala itu, dia dipergoki warga sedang menyodomi seorang anak di dekat kuburan di Jalan Anggur. Tidak bisa berkelit, dia pun jadi bulan-bulanan.

Aksi Papat terbilang kasar. Sambil memaksa, Papat melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak-anak. Bahkan, beredar kabar bahwa pria yang mengalami gangguan jiwa tersebut sudah menyodomi sejak dua tahun lalu. Sayangnya, sang psikopat yang pernah diamankan di Polresta Samarinda tidak bisa ditahan lama. Dia yang baru keluar Selasa tadi memiliki “kartu sakti”.

Seperti kasus almarhum Tamrin Noor yang mengamuk di Citra Niaga dan menyebabkan tiga nyawa melayang (termasuk dirinya-sendiri), proses penyidikan Papat juga tak bisa dilanjutkan lantaran mengidap gangguan jiwa.

“Kalau punya penyakit seperti itu, bagaimana mau dilanjut prosesnya? Itu seperti di luar kendali yang melakukan,” ungkap Slamet.

Sejauh ini, polisi tetap memantau aktivitas Papat yang kembali ke rumahnya di Jalan RE Martadinata, Samarinda Ulu. Namun, perwira berpangkat melati satu itu juga mengimbau warga agar berhati-hati jika bertemu Papat. Polisi pun kebingungan jika melanjutkan proses hukum terkait pelaku yang mengidap gangguan jiwa. “Tunggu sembuh benar baru prosesnya bisa lanjut. Kalau tidak, ya, kami tidak bisa,” ungkap Slamet.

Keluarnya Papat setelah dirawat selama lima bulan dari rumah sakit khusus menangani kejiwaan itu membuat Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim Eka Komariah Kuncoro angkat bicara.

Pemerhati perempuan dan anak tersebut menyayangkan keluarnya si pelaku sodomi puluhan anak tersebut. “Ini bisa mengancam anak-anak serta membuat anak mengalami ketakutan,” ungkap Eka. Sebenarnya, Papat belum sembuh benar. Hanya, disinggung alasan keluar dari rumah sakit tersebut, Eka menyebut ada kemungkinan masalah dana dalam perawatan.

Sejauh ini, Eka belum berkomunikasi secara intens dengan anggota P2TP2A Samarinda, yang mengurus langsung permasalahan Papat. “Kalau permasalahan dana ini seharusnya tugas pemerintah. Bagaimana kalau yang bersangkutan berbuat seperti kelakuan sebelumnya?” ungkap Eka.

Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, itu juga menyebut, jika ingin menyetop perlakuan menyimpang Papat, bisa saja “dikebiri” dengan suntikan bahan kimia. “Kemungkinan penyembuhannya seperti itu yang paling ampuh,” tambah perempuan 68 tahun itu.

Terpisah, Humas RSKD Atma Husada Kaltim Linda Dwi Novial Fitri mengatakan, dirinya belum dapat memastikan alasan Papat bisa keluar dari rumah sakit. “Saya harus koordinasi dengan perawat rekam medisnya dulu,” ungkap Novi. Terkait perkembangan Papat selama dirawat di rumah sakit, Novi juga belum bisa membeberkan. (*/dra/zal/k8)


BACA JUGA

Jumat, 23 Oktober 2020 13:59

Jaga Inflasi Jangan Terlalu Rendah, Serapan PEN dari Pemda Masih Minim

JAKARTA – Pemerintah jungkir balik untuk menjaga daya beli masyarakat…

Jumat, 23 Oktober 2020 10:35

Pembangunan Tol Samarinda Bontang, Gubernur Isran : Ada 4 BUMN yang Diberikan Tugas

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengungkapkan ada…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:03

Royalti Tambang Hilang, Gubernur Tak Tuntut Pusat, Yakin Ada Kebijakan Lain

Kontribusi Kaltim untuk negara dari sektor pertambangan batu bara saat…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:02

Daerah Bersiap Hadapi Libur Panjang, Waspadai Peningkatan Kasus Covid-19

JAKARTA–Libur panjang pada akhir bulan ini dikhawatirkan akan meningkatkan kasus…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:01

Presiden Segera Teken UU Ciptaker

LINGKARAN petinggi istana akhirnya bersuara tentang perkembangan pengesahan Undang-Undang Cipta…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:59

Korupsi, Ahli Waris Tanggung Kerugian Negara

SAMARINDA–Pemulihan kerugian negara tak dapat terpisahkan dalam pemberantasan korupsi. Menyeret…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:44

Pengujian Lancar, Vaksin Siap Januari

Saat ini, proses uji klinis vaksin Covid-19 masih berlangsung. PT…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:22

Kaltim Dapat 2,25 Juta Vaksin Covid-19, Khusus Umur 18 Sampai 59 Tahun

PROKAL.CO, SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur mendapat jatah 2,25 juta…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:08

Kemenag Siapkan Naskah Khutbah Jumat untuk Para Khatib Se Indonesia

JAKARTA– Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengeluarkan kebijakan yang memicu beragam…

Kamis, 22 Oktober 2020 09:51

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kaltim Minta Kabupaten Kota Mulai Mendata

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers