MANAGED BY:
KAMIS
29 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 21 Mei 2015 09:26
Pembunuh di Citra Niaga Itu Ternyata Pernah Dirawat di RS Jiwa
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA – Sekalipun memilukan dan terbilang sadis, diperkirakan tidak ada tindak lanjut hukum untuk peristiwa berdarah di kawasan Citra Niaga, Samarinda, dua hari lalu (19/5). Selain telah tewas, pelaku Tamrin Noor (41) juga dipastikan mengidap gangguan jiwa.

Rabu (20/5) siang pukul 12.15 Wita, beberapa anggota Polresta Samarinda menggelar reka ulang di lokasi kejadian Apotek Mustang Farma, Jalan Kalimantan, kawasan Citra Niaga, Kecamatan Samarinda Kota. Namun, begitu selesai, aparat berseragam cokelat itu langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Tak banyak perubahan di apotek berlantai tiga tersebut. Di sana-sini masih terlihat berantakan sisa amukan Tamrin Noor (bukan Nur seperti ditulis sebelumnya, Red). Police line juga masih terpasang.

Beberapa saksi mata dipanggil untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Namun, beberapa di antaranya belum bisa datang. Mereka masih trauma dengan peristiwa yang menewaskan Rosdiana (39), pelanggan apotek yang seorang bidan asal Muara Kaman, Kutai Kartanegara, serta Wagio (34), karyawan apotek, tersebut.

Dalam tragedi ini, amuk Tamrin bermula di sebuah warung soto lamongan milik Zaki, yang hanya berjarak 20 meter dari apotek. Diduga, pemicunya dia berang karena kopi pesanan lambat dibuat. Zaki jadi korban pertama dengan luka sobek di leher, tapi dia masih selamat. Nahas bagi Rosdiana. Sang bidan yang baru selesai makan dan bermaksud hendak menebus obat di Apotek Mustang Farma, tewas di tempat kejadian dengan tiga luka tusukan di leher sebelah kanan.

Bermodalkan pisau dapur 25 sentimeter, Tamrin kemudian merangsek ke dalam apotek. Di sini dia menghabisi nyawa Wagio. Amuk Tamrin berakhir setelah dikepung massa dan dipukuli beramai-ramai hingga tewas.

Kemarin, Kaltim Post sempat mencari kediaman Rosdiana, yang menurut kabar memiliki rumah di Kompleks Talang Sari, Samarinda Utara. Namun, jasad sang bidan rupanya langsung dibawa ke Muara Kaman untuk dikebumikan.

KARYAWAN TELADAN
Dugaan bahwa Tamrin mengalami “44” (mengutip Pasal 44 KUHP tentang penderita cacat jiwa yang tak bisa dipidana), memang benar adanya. Menurut Humas RSKD Atma Husada Kaltim, Linda Dwi Novial Fitri, Tamrin pernah dirawat selama sembilan hari. “Itu sekitar Agustus 2013. Dia masuk atas permintaan keluarga,” ungkap perempuan yang akrab disapa Novi itu.

Saat masuk pertama kali di rumah sakit khusus tersebut, kondisi Tamrin cukup parah. Warga yang tercatat tinggal di rumah orangtuanya, Jalan Rukun II, Gang Alaydrus RT 14, Kecamatan Loa Janan Ilir, itu marah-marah tanpa penyebab yang jelas. Di RSKD, Tamrin mengikuti proses terapi dan meminum obat-obatan khusus.

Nah, sebenarnya Tamrin mengalami kemajuan pesat selama dirawat. Namun, entah mengapa, belum ada kepastian sudah sembuh benar, pihak keluarga sendiri pula yang meminta memulangkan Tamrin. “Padahal belum ada resume pasti dari dokter. Tapi, kami tidak bisa memaksa jika keluarga yang meminta,” terang Novi.

Karena itu, belum diketahui pemicu Tamrin mengamuk dalam tragedi Citra Niaga yang meminta dua korban dan mencelakakan nyawanya sendiri. Hanya, pihak RSKD menduga, obat yang diberikan tidak diminum dan akhirnya kambuh. “Bisa jadi seperti itu,” tambah Novi.

Tamrin juga diketahui pernah bekerja selama 30 tahun di sebuah toko elektronik di Citra Niaga. Dia bekerja dengan penuh dedikasi. Tamrin, yang pernah tinggal di Jalan Dr Soetomo, Samarinda Ulu, adalah karyawan kepercayaan di toko tempat dia bekerja.

Menurut Fatmawati, bibi Tamrin, keponakannya sampai dipercaya menempati rumah bosnya di Jalan Dr Soetomo tersebut. Namun, Fatma, sapaannya, tidak bisa menyebut penyebab Tamrin sampai depresi. Sedikit berbeda dengan keterangan Humas RSKD, Fatma mengatakan Tamrin pernah dirawat hingga tiga minggu.

Jasad pelaku tiba di rumah orangtua di Loa Janan Ilir kemarin sekitar pukul 05.00 Wita. Sekitar pukul 11.00 Wita, ayah yang meninggalkan lima anak itu sudah dikebumikan, tidak jauh dari lokasi rumah.

Pasal 44 KUHP menyebutkan, seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana jika mengalami cacat kejiwaan atau terganggu karena penyakit. Selain itu, Pasal 48 menegaskan barangsiapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa tidak dipidana.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Slamet Ramelan yang sudah menerima surat balasan dari RSKD Atma Husada Kaltim, membenarkan Tamrin mengalami gangguan jiwa. “Ada penjelasan langsung dari perwakilan rumah sakit,” ungkap Slamet. (*/dra/zal/k8)


BACA JUGA

Kamis, 29 Oktober 2020 19:16

Hari ini Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 275 OrangĀ 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Perkembangan data terbaru hari Kamis per tanggal…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:51

Ciptakan Inkubator Pengusaha Muda

92 tahun lalu, dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:50

Autodidak Belajar Fotografi, Layani Klien hingga Luar Negeri

SEJAK 2007, Agi Putra Aspian memang menyukai dunia fotografi. Semua…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:48

Ratusan Ribu Pemuda Kaltim Belum Nikmati UMP

BALIKPAPAN–Belum semua pemuda di Kaltim mengantongi pendapatan setara upah minimum…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:46

Berkas Perkara Rampung, KPK Periksa 69 Orang, Ismunandar Cs Segera Diadili

Selama proses penyidikan, KPK meminta keterangan puluhan PNS Kutim hingga…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:45

Pasang Baru, PLN Beri Diskon Pengusaha

BALIKPAPAN-Berbagai kebijakan dilakukan pemerintah di sektor kelistrikan. Terutama untuk meringankan…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:29

Keputusan Menaker, Tak Ada Kenaikan Upah Tahun Depan

JAKARTA– Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa ini sepertinya paling cocok…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:16

Tanda Pemulihan Ekonomi Mulai Tampak

JAKARTA- Meski dihadapkan pada tekanan seiring dampak pandemi Covid-19, namun…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:04
Pemerintah Italia Terapkan Aturan Baru Penanggulangan Covid-19

Pemerintah Terapkan Aturan Restoran dan Bar Tutup Pukul 18.00, Warga Italia Meradang dan Bikin Rusuh

MILAN- Situasi di Italia memanas. Aturan baru penanggulangan Covid-19 yang…

Selasa, 27 Oktober 2020 17:00

Tersambung Penuh Bulan Depan, 129 Hektare Lahan Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang Belum Klir

BALIKPAPAN–Jembatan Pulau Balang sisi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers