MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 03 Mei 2015 08:17
Pilih Rumah Jangan Mepet biar Nyaman
Feliksdinata Pangasih

PROKAL.CO, v>

Tinggal di hunian aman dan nyaman tentu dambaan setiap orang. Rumah tidak sekadar tempat berlindung dari hujan atau teriknya matahari. Namun, tempat membangun kehidupan keluarga sehat, aman, dan sejahtera.
 
SEHARUSNYA seperti itu memaknai rumah,” jelas Feliksdinata Pangasih ketika ditemui Maskulin, Jumat (1/5). Adapun Feliks –sapaannya- adalah praktisi arsitektur di Samarinda. Dia juga tenaga pengajar jurusan Arsitektur, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

 “Rumah idaman itu relatif. Kembali lagi ke keinginan masing-masing orang,” jelas Feliks. Namun, menurutnya, setiap orang tentu ingin memiliki rumah sehat, bersih, dan nyaman. Untuk rumah yang sehat, tidak harus mewah. Yang terpenting, pencahayaan dan penghawaan alami yang bebas masuk ke rumah.

Dikatakan laki-laki asli Samarinda itu, sekarang banyak orang membangun rumah berdempetan dengan rumah lain. Padahal, rumah berdempetan menyulitkan cahaya dan udara alami masuk rumah. Jendela dan ventilasi udara terhalang rumah di sebelah. Dengan demikian, udara dalam rumah lembap sehingga kualitas menjadi tidak sehat. Hal demikian harus diperhatikan ketika membangun rumah.

 “Kawasan perumahan sering sekali membangun rumah berimpitan. Alasannya tentu memaksimalkan unit rumahnya. Nah, itu juga yang akhirnya ditiru masyarakat yang membangun rumah,” ungkap Feliks. Rumah tipe 36, 54, dan 72 kerap dibangun berimpitan sehingga menjadi kurang sehat untuk menjadi hunian.

Terlebih, terhadap penggunaan air conditioner oleh sebagian besar masyarakat. Selain kurang ekonomis, zat freon dapat menyebabkan pemanasan global. Disebutkan alumnus Teknik Arsitektur, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda itu, untuk membuat rumah sejuk secara alami, dapat dicapai dengan memerhatikan posisi rumah sebelum dibangun. Berkonsultasi dengan ahli arsitektur sangat disarankan agar hunian idaman terwujud.

Dalam dunia arsitek, dikenal istilah koefisien luas bangunan (KLB). Dikatakan Feliks, KLB mempelajari perbandingan luas tanah dan luas lahan yang akan dibangun nantinya. Idealnya, luas lahan yang akan dibangun adalah 60 persen dari luas bidang tanah. Sisa luas bidang tanah, dapat dimanfaatkan menjadi taman atau kolam. “Sedangkan masalah desain rumah, sesuai selera lagi,” sambung laki-laki kelahiran 7 Juni 1988 tersebut.

Adapun desain rumah yang mulai ramai digunakan adalah konsep neo classic dan vintage. Konsep neo classic adalah desain klasik yang dimodernkan. Tujuannya agar tidak meninggalkan kesan klasik dan menekan cost pembangunan. Sedangkan konsep vintage lebih sering digunakan untuk desain interiornya.

Desain rumah minimalis tidak kalah ramai peminat. “Nah, kalau minimalis ini biasanya lebih murah. Tapi, kalau ada dana lebih orang-orang tentu pengin yang lebih juga untuk rumah idamannya,” sebut laki-laki yang menyukai makanan pedas tersebut.

Membangun sebuah rumah tidak terlepas dari kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Yang populer misalnya, rumah yang dibangun harus menghadap matahari terbit agar hidupnya beruntung. “Yang seperti itu sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Bukan melulu tentang kepercayaan,” sebut Feliks.

Rumah yang menghadap matahari terbit, akan membuat penghuninya merasa lebih segar dan semangat ketika membuka pintu rumah. “Ya, kerjanya otomatis juga lebih rajin,” imbuh laki-laki yang tinggal di Jalan Tantina ini. (*/mrd/bby/k15)
 
loading...

BACA JUGA

Senin, 05 Agustus 2019 09:54

Mendaki, Bikin Bugar Badan dan Sehat Mental

TIDAK hanya kaya akan budaya, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi…

Senin, 29 Juli 2019 09:41

Sadar Berasuransi, Ketahui Kebutuhan, Kenali Perusahaan yang Menawarkan

Agar kelak kehidupan pada masa mendatang terjamin, salah satunya menggunakan…

Senin, 29 Juli 2019 09:40

Asuransi, Mempersiapkan demi Kebaikan Masa Depan

DIANGGAP belum menjadi kebutuhan utama dan tidak terdesak, banyak orang…

Jumat, 26 Juli 2019 13:39

Ini Alasan Gaya Kerja Kaum Millenial Gampang Resign dan Minta Gaji Tinggi

 Kaum milenial dan Gen-Z memiliki gairah bekerja yang masih segar.…

Kamis, 25 Juli 2019 23:57

Waspada Jika Pasangan Mendadak Suka Olahraga, Jangan-Jangan Selingkuh

Berhati-hatilah ketika pasangan Anda secara tiba-tiba mulai berolahraga. Karena pasangan…

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Richard Peter Ririhena, Asyik di Dunia Perhotelan

Mulanya dia bekerja sebagai waiter, lalu cook helper. Pernah menjadi…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Utamakan Disiplin dan Tanggung Jawab

MENURUT Richard Peter Ririhena kerja sama dan kekompakan tim wajib…

Senin, 22 Juli 2019 10:28

Ternyata Pria Juga Bisa Alami Keputihan

SIBUK dengan kesehatan bagian tubuh yang terlihat, rupanya membuat sebagian…

Senin, 22 Juli 2019 10:24

Kenali Kepribadian, Kontrol Kekurangan

Ketika bertemu dengan orang baru. Umumnya ada dua hal yang…

Senin, 22 Juli 2019 10:23

Kepribadian Ganda, Tidak Sadar Berganti Peran, Obati Sebelum Merugikan

ADA beberapa jenis gangguan kepribadian. Namun yang akan diulas kali…

Rutan Paser Over Kapasitas 400 Persen

Pemondokan Jamaah Paser Bebas dari Banjir

KASIHAN..!! Warga Perbatasan Kesusahan Bahan Pangan saat Kemarau

Sebulan Polres Kukar Sita Ribuan Liter Solar Ilegal

17-an, Ada Lomba Makeup

Tersendat Menunggu Kerugian Negara

Si Kleptomania yang Tak Berdaya

Warga Mengeluh Air PDAM Keruh

Serena Cedera, Bianca Andreescu Juara Lagi

KLHK Tangkap Dua Pelaku Tambang Batubara Ilegal di Kampung Muang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*