MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 13 April 2015 08:58
Kampanyekan Gerakan Mengajar Gratis dari Volunter

Belajar Bahasa Inggris untuk Semua Lapisan Masyarakat

PROKAL.CO, v>

CATATAN: SITI AISYAH
 (*) Pengajar Bahasa Inggris di Balikpapan

Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan mutu sumber daya manusia. Selain menghadapi globalisasi dan mengembangkan mutu, juga tantangan menghadapi krisis ekonomi yang berdampak kepada krisis politik, sosial, dan disintegrasi bangsa.
 
GERAKAN reformasi nasional telah mengubah kebijaksanaan pembangunan menjadi lebih demokratis, mengakui persamaan derajat manusia, dan pembangunan yang lebih terdesentralisasi menuju masyarakat madani.

Sehubungan dengan pergeseran pembangunan itu, terdapat sejumlah isu dan masalah pendidikan nasional baik bersifat mikro maupun makro. Masalah kualitas dan relevansi merupakan isu pada level mikro, sedangkan masalah persamaan, desentralisasi, dan manajemen pendidikan merupakan isu pada level makro.

Ciri utama masyarakat Indonesia adalah masyarakat demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan dan keadilan, toleransi, serta penegakan hukum (Fadjar, 2001).

Dalam rangka itu, pemberdayaan individu dan masyarakat mutlak diperlukan, sebab masyarakat madani memerlukan motivasi dan kemampuan yang kuat disertai partisipasi nyata dari masyarakat.

Dalam hubungan ini, pendidikan diyakini merupakan faktor yang paling berperan bagi upaya pemberdayaan individu  dan masyarakat. Peran generasi muda dan pemerintah sebagai perancang perubahan (change designers) serta pendorong perubahan (change pusers) yang berjiwa volunter.

Bahasa internasional atau bahasa Inggris merupakan kunci utama memasuki area global, termasuk pengembangan skill yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sadar akan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris demi  kelancaran komunikasi dan mendapatkan informasi secara global.

Masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, ramai mengirim anak mereka ke lembaga pendidikan untuk mendapatkan ilmu. Tentunya dengan kompensasi pembayaran yang tidak murah. Namun jika melihat ke bawah, anak-anak dengan ekonomi menengah ke bawah yang memiliki keinginan belajar bahasa Inggris, tetapi memiliki orangtua yang kemampuan finansialnya kurang hanya bisa gigit jari.

Alih-alih membayar uang kursus bahasa Inggris, mereka tentu lebih memprioritaskan keperluan primer seperti makanan dan keperluan pokok lain. Di sinilah salah satu permasalahan dalam upaya memasuki area global yang dihadapi oleh bangsa. Terbukti masih rendahnya persentase gerakan generasi muda yang bergelar sarjana.

Gagasan gerakan volunter mengajar bahasa Inggris gratis tidak terlepas dengan banyaknya problematika. Namun, perlu bantuan pemerintah yang mewadahi dan menaungi komunitas gerakan generasi muda volunter. Dengan begitu, bisa memberikan pelatihan pengembangan kurikulum atau metode pengajaran informal.

Di sinilah perlunya anak muda yang memiliki kepekaan sosial dan kesadaran berpartisipasi mendukung pemerataan pendidikan. Yakni, meluangkan waktu, merancang program, dan melaksanakan kegiatan belajar bahasa Inggris gratis. Ini bisa menarik anak kurang mampu di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.  

Perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi sejumlah permasalahan, di antaranya, kesadaran generasi muda berpartisipasi dalam pemerataan pendidikan bahasa Inggris gratis, pencitraan publik, dan dukungan pemerintah untuk komunitas volunter.(*/rom/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 11:09
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia Melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:00

40 Tahun Rumah Sakit Mount Elizabeth dalam Pelayanan dan Kemitraan

Rumah Sakit Mount Elizabeth pada 2019 ini memperingati 40 tahun…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:19

Penelitian Akar Bajakah yang Viral sebagai Obat Antikanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:07

Begini Suasana Saat Anak Donald Trump Tinjau Langsung Proyek di Tanah Lot

Presiden AS Donald Trump terlibat dalam proyek prestisius di Kawasan…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:28

Begini Cara Gus Mus Menghormati Para Guru

USIANYA sudah 86 tahun. Sudah hampir tiga dekade silam dia…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:34
Dari Kasus Bule Cebok di Pancoran Pura Beji Monkey Forest Ubud

Warga Siapkan Upacara Guru Piduka, Pasangan Bule Ceko Diminta Hadir

Untuk kesekian kalinya, tempat suci menjadi sasaran pelecehan. Kali ini,…

Selasa, 13 Agustus 2019 10:37
Menjaga Kelawasan Sekaligus Menambah Penghasilan

Kampung Kayutangan, Kampung Heritage Tujuan Wisata

Jika Seoul punya Bukchon Hanok Village, Malang punya Kampung Kayutangan.…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:39

Syanaz Nadya Winanto Putri, Petik Hikmah dari Tertahannya Tas-Tas Produknya di Bandara Rusia

Tas-tas produk Syanaz Nadya Winanto Putri dituding petugas bandara Rusia…

Jumat, 09 Agustus 2019 09:07

Ini Dia, Pasangan Pengembang Software Pertanian Tania

Di tangan pasangan suami istri ini, bertani menjadi semakin optimal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:26

Dua Putri Dayak Raih Emas di Korsel berkat Obat Penyembuh Kanker Payudara

Jangan remehkan alam. Sebab, alam menyediakan bermacam obat untuk berbagai…

Ditangkap Polisi, Pria Ini Curi 15 Motor Demi Usaha Tanaman Coklat di Kampungnya

UI: Diskon Rokok, Petaka Demografi

Berbenah di Hari Ulang Tahun

Setelah 1 Abad Lebih, Mumi Suku Inca Akhirnya Kembali Kampung Halaman

Tiongkok Akui Tangkap Staf Konjen

Imigran Putus Asa, Coba Bunuh Diri, Nekat Berenang

Diperkosa, Hamil, Nyaris Tewas, lantas Didakwa Pembunuhan Berencana

Blangko KTP Elektronik Palsu Beredar di Ibu Kota

Direhab Total, Siswa SD 017 Belajar di Rumah Warga

Dianiaya Perkara Cinta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*