MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 12 April 2015 08:43
Cara Terbaik Menafkahi Batin
MUSISI: Sebelum menjadi seorang drummer, Trida adalah gitaris. Sejak usia SD, dia gemar bermain musik.(ENRICO LAURENT/KP)

PROKAL.CO, v>

PRIA dengan keahlian bermusik memang memiliki nilai tersendiri di mata perempuan. Tidak heran, pria yang mahir bermusik banyak digandrungi kaum hawa. Termasuk Trida. Ia mengaku sering punya “musuh” kalau sudah main gitar di depan teman-teman perempuan.

Sejak SMP hingga kuliah, pria bernama lengkap Muhammad Trida Akhyar itu sering berkemah bersama teman-temannya. Seperti kemah pada umumnya, di depan api unggun mereka biasa bernyanyi diiringi gitar yang dimainkan Trida. Saat itulah, pria lain justru menjauhi Trida.

“Kalau lagi camping, pria yang main gitar itu kedudukannya setingkat di bawah dewa,” katanya. Pernah, kata Trida, salah seorang temannya merasa kesal dengannya. “Gara-gara kamu sih, Trid. Aku mau nembak dia malah enggak jadi. Berhenti dong, main gitarnya,” ujarnya menirukan kata-kata temannya saat itu.

“Saya selalu punya “enemy” di tenda. Padahal, saya tidak berniat begitu,” ujarnya. Keahliannya bermain musik pun ternyata tidak hanya memikat teman-teman perempuan ketika camping. Beberapa kali Trida menyatakan cinta kepada seorang gadis menggunakan musik.

“Istri saya itu vokalis di band saya. Kami saling “tembak-menembak” dengan lagu. It’s very funny,” ujarnya sembari tersenyum. “Dia (istri) pintar sekali mengarang lagu, saya sih tidak. Kami sering saling tukar lagu yang isinya mewakili perasaan masing-masing,” sambungnya.

Hal itu kata Trida, berlangsung selama bertahun-tahun hingga akhirnya mereka menikah. “Saling melengkapi sih, sebenarnya. Tapi sudah enggak tembak-tembakan lagi,” kata dia lalu tersenyum.
                               
                                                                                                                          ***

Usianya waktu itu masih terbilang muda. Latar belakang keluarganya pun sama sekali tidak berhubungan dengan musik. Trida mulai belajar memetik senar dan mengenal kunci dasar gitar sejak duduk di kelas tiga SD. Ketertarikannya muncul ketika melihat teman-temannya yang remaja begitu asyik memainkan alat musik petik tersebut.

Keinginannya belajar gitar bisa dikatakan perlu pengorbanan. Melihat usianya yang saat itu masih sembilan tahun, ia sering diusili teman-teman yang usianya jauh di atasnya. “Boleh belajar tapi disuruh belikan minuman dulu,” kata salah satu pengajar musik di Purwa Caraka Music Studio Jalan Siradj Salman, Samarinda itu.

Namun, hal tersebut tidak membuat nyali Trida kecil ciut. Setiap hari ia terus berlatih memainkan gitar hingga akhirnya benar-benar bisa. Bahkan, pernah suatu hari ketika ujian sekolah, Trida bukannya belajar malah asyik bermain gitar. Orangtuanya sempat memarahi dia. “Orangtua mana sih yang enggak marah kalau tahu anaknya bandel? Gitar sampai dihancurin waktu itu,” kata dia ketika ditemui Jumat (10/4).

Trida bercerita, orangtuanya sempat tidak setuju kalau dirinya berkecimpung di dunia musik. Tapi, seiring berjalannya waktu, orangtua Trida mulai memahami bahwa putranya serius menjalaninya. Ketika kelas satu SMP, Trida sempat tergabung dalam grup band Bad Zombie sebagai gitaris bersama teman-teman seusianya.

Pernah suatu ketika, kenang dia, ketika personel Bad Zombie sudah memegang alat musik masing-masing, tiba-tiba mereka mendapat kabar kalau Diro, sang drummer mendapat musibah. Bahunya patah. Dari situlah Trida mulai mencoba menabuh drum menggantikan sang drummer.

“Sebenarnya saya enggak bisa main tapi saya coba aja pakai insting. Pukul saja,” terang pria satu anak tersebut. Sejak itu, Trida tertarik mempelajari segala alat musik. “Kata teman-teman, saya ini maruk. Tapi, ini cara saya menafkahi batin. Selama kita bisa kenapa tidak dicoba?” sambung dia lagi.

Menginjak SMA hingga kuliah, Trida masih setia dengan hobi bermusik. Namun, kali ini Trida tidak bersama Bad Zombie. Ia membentuk grup band baru yang dinamai The Crackers. Lama berselang, band garapannya itu berhasil menembus label Exclusive Record dan menjadi pengisi original soundtrack film “Panggil Namaku 3X” pada 2006.

Setelah itu, The Crackers memutuskan kembali ke Borneo. Trida sendiri memutuskan mengejar kuliahnya yang sempat tertunda. Hingga saat ini, Trida memfokuskan mengajar musik di Purwa Caraka Music Studio. (*/din/bby/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:22

Rudy Setiawan, Abaikan Komentar Baik, Fokus Komentar Buruk

Dia pernah berkeringat menjadi kuli bangunan, sopir, hingga office boy.…

Senin, 19 Agustus 2019 10:21

Prinsip 267 dan Bumbu Cinta

RUDY Setiawan sudah tahan banting mengelola Restoran Dandito. Berawal dari…

Senin, 05 Agustus 2019 09:55

Tidak Asal Mendaki Gunung, Ini Persiapan Matang Meraih Puncak

Mendaki gunung menjadi kegiatan paling diminati oleh kalangan muda. Hal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:54

Mendaki, Bikin Bugar Badan dan Sehat Mental

TIDAK hanya kaya akan budaya, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi…

Senin, 29 Juli 2019 09:41

Sadar Berasuransi, Ketahui Kebutuhan, Kenali Perusahaan yang Menawarkan

Agar kelak kehidupan pada masa mendatang terjamin, salah satunya menggunakan…

Senin, 29 Juli 2019 09:40

Asuransi, Mempersiapkan demi Kebaikan Masa Depan

DIANGGAP belum menjadi kebutuhan utama dan tidak terdesak, banyak orang…

Jumat, 26 Juli 2019 13:39

Ini Alasan Gaya Kerja Kaum Millenial Gampang Resign dan Minta Gaji Tinggi

 Kaum milenial dan Gen-Z memiliki gairah bekerja yang masih segar.…

Kamis, 25 Juli 2019 23:57

Waspada Jika Pasangan Mendadak Suka Olahraga, Jangan-Jangan Selingkuh

Berhati-hatilah ketika pasangan Anda secara tiba-tiba mulai berolahraga. Karena pasangan…

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Richard Peter Ririhena, Asyik di Dunia Perhotelan

Mulanya dia bekerja sebagai waiter, lalu cook helper. Pernah menjadi…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Utamakan Disiplin dan Tanggung Jawab

MENURUT Richard Peter Ririhena kerja sama dan kekompakan tim wajib…

“Maaf Kalteng, Kaltim yang Dipilih”

Jika Jadi Ibukota, Lahan PPU Siap, Bupati Siap Menggratiskan

40 Tahun Rumah Sakit Mount Elizabeth dalam Pelayanan dan Kemitraan

Demokrat Masuk Pendukung Pemerintah Jokowi? Hinca Panjaitan : Pak SBY Sedang Menata Hati

Sambut Pilkada 2020, Sekjen PD Hinca : Bapak Jaang dan Kawan-Kawan Mahir Semua

Tak Sampai Jutaan Kok, Segini Nih PNS Pusat yang Bakal ke Ibukota Baru di Kalimantan

Ini Bayangan Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan

Tidak Ada Pilihan Tempat Bermain Layak

Command Center Resmi Beroperasi, Aplikasi Panic Bottom Menyusul

Selamatkan Rp 2 Miliar Kerugian Negara
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*