MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 26 November 2019 11:43
Biaya Transfusi Darah Memberatkan RSUD, Ini Kata PMI

Jika kebutuhan darah melebihi kuota jaminan atau diambil di luar perjanjian jaminan, kata dia, maka pengambilan darah dapat dikenai tarif. "Mungkin ada pasien yang harus menjalani perawatan yang melebihi jaminan sehingga ia harus menanggung sendiri biaya lebihnya. Misalnya, jika ada yang dirawat pakai jaminan kesehatan hanya Rp 10 juta, kemudian dalam perawatan menghabiskan Rp 15 juta. Sisanya Rp 5 juta itu sendiri ditanggung sendiri. Kemudian RSUD membayar cash ke PMI, karena ada penambahan kantong darah melebihi paket jaminan kesehatan tadi," jelasnya.

Edi juga menegaskan bahwa tarif tersebut bukanlah transaksi jual beli darah. Melainkan tarif biaya operasional aktivitas pendonoran. Dia menganggap tidak tepat jika tarif tersebut diartikan sebagai pembayaran darah. Namun, biaya aktivitas dalam proses transfusi darah.

"Tarif ini bukan dari menjual darah. Darah tidak boleh dijual. Tarif itu untuk biaya aktivitas donor darah seperti membayar jasa petugas medis, alkes dan pengadaan kantong darah," ujarnya.

Terkait persoalan ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Wahyudi Putra Pujianto yang dikonfirmasi media ini, sedang berada di luar Kota Tarakan. Namun, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, tidak diangkat.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Achmad Djufrie menyatakan sudah mendengar keluhan dari RSUD tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil semua instansi terkait. Baik dari BPJS Kesehatan, RSUD Tarakan, serta PMI Tarakan. (*/sas/fen)

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers