MANAGED BY:
JUMAT
27 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 26 November 2019 11:43
Biaya Transfusi Darah Memberatkan RSUD, Ini Kata PMI

PROKAL.CO,

TARAKAN – Biaya transfusi darah yang harus dibayarkan ke PMI Tarakan mencapai Rp 450 juta – Rp 550 juta per bulan, dianggap memberatkan oleh manajemen RSUD Tarakan.

Seperti disampaikan Wakil Direktur RSUD Tarakan Priyono, pihaknya cukup terbebani dengan besarnya biaya pelayanan yang harus ditanggung oleh rumah sakit.

“Harganya itu Rp 360 ribu per kantong darah. Kalau sehari itu biasanya sampai 46 kantong. Sebulan, kami biasa sampai 1.200 kantong. Kalau ditotal, bisa sampai Rp 500 juta kami bayar ke PMI,” ujarnya. Biaya yang ditanggung rumah sakit tersebut, kata dia, berlaku sejak kemunculan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebelum ada BPJS, dia mengaku layanan tersebut mendapat jaminan dari Asuransi Kesehatan (Askes).

“Saat memakai Askes, darah itu tidak menjadi tanggungan kami. Padahal, sebenarnya jaminan kesehatan BPJS ini mencakup semua pelayanan seperti berobat, obat-obatan, tranfusi darah, rontgen, itu satu paket dari jaminan kesehatan. Tapi nyatanya urusan darah dan obat ditanggung rumah sakit sendiri," katanya.

Dia juga mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut ke anggota DPRD Kaltara, belum lama ini, agar pihaknya mendapat keringanan biaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah PMI Tarakan, dr Edi Samudro menuturkan, tarif transfusi darah sebenarnya sudah termasuk tanggungan jaminan kesehatan. Sehingga menurutnya, RSUD tidak perlu melakukan pembayaran lagi.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers