MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 18 Oktober 2014 06:22
Properti Tetap 'Manis'

Harga Setiap Tahun Terus Melejit

PROKAL.CO, v>

Pertumbuhan properti di Balikpapan seakan tak bisa dibendung. Begitupun dengan harganya, yang tiap tahun terus melambung.
 
BOLEH dikata, berapa pun jumlah unit rumah yang dibangun dari begitu banyak pengembang baik lokal maupun nasional, terus diserap pasar Balikpapan. Tak heran jika prospek bisnis ini makin ‘manis’ di mata investor, khususnya investor dari luar Balikpapan.

Brand properti nasional Sinar Mas Wisesa (SMW) member of Sinarmas Land misalkan. Developer ini berhasil melebarkan sayapnya membangun ribuan rumah serta berhasil mengubah wajah Kota Minyak. Mulai dari proyek Balikpapan Permai (1985) dengan luas 14,5 ha yang dibangun menjadi kompleks niaga dengan kawasan tertata, terdapat ruko, pusat belanja, bahkan hotel berbintang dengan total 420 unit bangunan di dalamnya.

Megaproyek berikutnya yakni membangun kompleks elite Balikpapan Baru. Di mana kurang lebih 3.500 unit bangunan yang didirikan di atas lahan dengan luas kurang lebih 150 hektare. Tahap terakhir penyelesaian perumahan dengan konsep kluster ini yaitu pembangunan kluster Vancouver pada 2012 lalu.

Yang ketiga yakni, Grand City yang juga merupakan megaproyek dari SML dengan luas lahan mencapai 220 hektare. Di atas lahan tersebut sedikitnya akan dibangun (bertahap) 6 ribu bangunan, pertokoan, rumah, fasilitas pendidikan berikut fasilitas danau buatan dengan luas 5,3 hektare untuk mengendalikan air hujan dan akan disulap menjadi tempat wisata. Di mana target proyek tersebut akan dirampungkan pada 10 tahun mendatang.

Head of Sales and Promotion Residential Sinarmas Land, Budi Widiyanto menjelaskan, dari ketiga megaproyek tersebut harga yang ditawarkan ke konsumennya mengalami kenaikan yang berbeda tiap tahunnya. Meskipun enggan menyebutkan harga pasti, laki-laki yang akrab disapa Budi ini mengatakan, persentase kenaikan harga di Sinarmas Land kurang lebih 10 hingga 20 persen per tahun.

Harga rumah elite tipe 60-an di salah satu kluster Balikpapan Baru tahun 2000 silam misalnya, konsumen pada tahun milenium tersebut bisa mendapatkan harga di kisaran Rp 90 jutaan. Masuk 2003, harganya naik menjadi Rp 200 jutaan. “Sedangkan saat ini harga dengan tipe sama sudah mencapai Rp 700-an juta,” tutur Budi kepada Kaltim Post saat ditemui di kantor pemasaran Balikpapan Baru, Jumat (17/10) kemarin.

Lain harga rumah, lain lagi dengan harga tanah kaveling. Tahun 2000 silam dijelaskan Budi, harga tanah kaveling di Balikpapan Baru juga terbilang masih murah. Waktu itu, per meter persegi, harga tanah untuk rumah bisa dipatok sebesar Rp 500- 900 ribu. Seiring berjalannya waktu, saat ini lahan tersebut sudah bernilai Rp 4,5 juta – 6 juta per meter persegi.

“Tapi hal ini berbeda untuk ruko. Lahan untuk ruko saja saat ini bisa bernilai 2-3 kali lebih tinggi dari harga tanah untuk rumah,” jelasnya.

Yang menjadi dasar melambungnya kenaikan harga properti karena nilai investasinya yang setiap tahun mengalami pertumbuhan. Di samping itu, kenaikan yang terjadi juga dipengaruhi oleh inflasi, harga bahan bangunan, serta perkembangan tata kota dari wilayah itu sendiri.

“Jadi bukan karena seenaknya menaikkan harga. Hampir rata-rata developer di Balikpapan juga menaikkan harga karena melihat faktor tersebut. Khususnya saat BBM naik, harga material dan ongkos tukang. Namun persentasenya 10-20 persen, di mana sudah disesuaikan dengan harga bangunan, harga tanah pada tahun itu dan PPN,” katanya.

Menurut Budi, ke depan prospek bisnis properti masih akan cemerlang di Balikpapan. Karena, selain rumah menjadi kebutuhan primer saat ini masyarakat lebih melirik membeli rumah sebagai investasinya. ‘Manisnya’ bisnis ini akan dirasakan oleh semua pengembang di Balikpapan.

“Karena nilai investasinya yang lebih tinggi dibandingkan investasi sehat lainnya, konsumen yang memiliki dana lebih akan cenderung menginvestasikan uangnya untuk beli rumah. Selain itu juga karena lebih aman jika berinvestasi rumah,” katanya.

Brand lokal pun juga turut merasakan ‘manis’ bisnis properti ini. Sebut saja PT Her Mandiri Utama lewat perumahan Her I. Meskipun rumah yang ditawarkan tipe menengah ke bawah tahun 1996 silam, saat ini pengembang lokal ini masih bisa mempertahankan pasarnya dan masuk dalam pengembang lokal sukses.

“Waktu itu kami masih menggunakan kayu untuk bangunan perumahan tipe 36 dengan luas lahan 150 meter persegi. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 22 jutaan,” kata Herman Rahim, owner dari PT Balikpapan Her Mandiri (anak dari pemilik PT Her Utama Mandiri).

Laki-laki berusia 24 tahun ini menjelaskan, kenaikan harga terus merangkak stabil bahkan tak jarang harga stagnan di waktu tertentu. Tipe 36 dijual terakhir tahun 2013 lalu dengan harga pasar mencapai Rp 335 juta. Bahkan, atas keberhasilan dan keuntungan menggiurkan yang didapatkan pengembang lokal ini, PT Balikpapan Her Mandiri sudah mulai merambah bisnis perumahan menengah dan rumah mewah.
 
“Bisnis properti ke depan masih tumbuh sangat bagus. Nilai investasi terus tumbuh, sehingga berapa pun harga jual yang ditawarkan bisa terserap pasar. Karena permintaan juga semakin banyak. Bahkan, bukan hanya dari Balikpapan, minat beli rumah untuk investasi atau kebutuhan juga datang dari masyarakat luar Balikpapan,” katanya. (*/en/lhl/k14)
 
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:14

Ikuti Tren untuk Menangkan Persaingan Pasar

DI mana ada kemauan di situ ada jalan. Pernyataan ini…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:13

Realisasi Baru Capai 67,97 Persen , DJP Kaltimra Kejar Target Pajak

BALIKPAPAN – Target Direktorat Jenderal Pajak (DJP) wilayah Kalimantan Timur…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:50

2020, Bankaltimtara Siap Bertransformasi ke Digital

SAMARINDA- Tak hanya hadir di seluruh kecamatan di Bumi Etam,…

Bermainlah dengan Hati

Bakal Absen Panjang

Matangkan Pola Kombinasi

Bersabar Menanti Kabar

Reuni Sambal Mengamati

Maksimalkan Waktu dengan Keluarga

Kasus Hukum NPC Terus Bergulir, Ternyata Terbit setelah Kegiatan

Filza Sigit Pratama, Pemenang Puluhan Lomba Karya Tulis Ilmiah dari Unmul

KESAH AJA..!! Relokasi Sebatas Wacana, Pedagang Buah di Dermaga Seberang Pasar Pagi Masih Bebas Berjualan

Jalur Poros Antarkota Dianggap Primadona Bagi Kurir Narkoba
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*