MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 29 Mei 2014 10:08
Sampah Kukar Bisa Jadi Batu Bara

TPA Bekotok Terapkan Teknologi Pengolahan dari Tiongkok

PROKAL.CO, v style="text-align: justify;"> TENGGARONG - Pemkab Kukar sedang menyiapkan mesin pengolahan sampah menjadi bahan bakar setara batu bara, berlokasi di sekitar TPA Bekotok. Bahan bakar yang dihasilkan bakal memasok sumber energi bagi sejumlah power plant di Kukar. Dua pekan lalu, Bupati Kukar Rita Widyasari didampingi Kepala Perusda Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (PKSDE) Kukar M Shafik Avicenna, mengunjungi Shanghai, Tiongkok.

 
“Kami ke Shanghai melihat langsung pabrik pengolahan sampah menjadi energi. Produk yang dihasilkan berupa pupuk dan batu bara,” kata Rita. Dia mengatakan, produk yang dihasilkan hampir sama dengan batu bara asli dengan kalori 5.000-6.000. Hanya bagian unsur yang agak berbeda. Pabrik pengolahan sampah di Shanghai itu akan diimplementasikan di Kukar.
 
Tim dari PT Ametis Indo Sampah siap merakit mesinnya. Rita berharap tahun ini mesin pengolahan sampah siap dioperasikan. “Kami sangat membutuhkan energi. Banyak sekali power plant yang perlu. Jadi, sebetulnya ini pengganti energi yang tidak terbarukan. Kalau nanti kekurangan batu bara, kita bisa pakai ini,” jelasnya.
 
Ke depan, TPA Bekotok bukan lagi tempat pembuangan sampah tapi hanya pembuangan sementara. Sampah langsung diproses mesin pengolah dan keluar menjadi sumber energi. Pabrik pengolahan sampah ini akan dikelola swasta bekerja sama dengan PKSDE. “Sementara ini, mesin pengolahan sampah didanai investor.
 
Kami tidak memakai APBD dulu,” ujar Rita. Dia berharap, mesin pengolahan sampah bisa dioperasikan November 2014. “Produk pengolahan sampah bisa menjadi briket dan pupuk. Pupuknya pun punya kualitas baik. Sekarang seluruh Shanghai menggunakan produk pupuk andalan ini,” tuturnya. Rita menambahkan, briket merupakan buah pemikiran orang Indonesia.
 
Kukar akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerapkan mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara. Sementara itu, Presiden Direktur PT Ametis Indo Sampah Bayu Indrawan mengatakan, mesin pengolahan sampah menggunakan prinsip teknologi hidrotermal, memanfaatkan uap panas jenuh.
 
Sampah campur dimasukkan ke reaktor, lalu diinjeksikan dengan uap panas, sekitar 25-30 bar. “Setelah satu jam, sampah keluar menjadi bahan seragam atau homogen yang tidak bau lagi. Bahkan bau seperti aroma kopi dan gampang kering. Karakteristiknya mendekati batu bara,” jelas Bayu. Sedangkan bila produk ini dicampur 80 persen batu bara, karakteristik bahan bakarnya jadi hampir sama.
 
“Apabila mau mendesain untuk power plant khusus dengan produk ini, kita bisa mendapatkan 100 persen batu bara tapi boiler harus dimodifikasi,” imbuhnya. Menurutnya, keunggulan produk ini paling cocok dengan Indonesia. Selama ini dikenal beberapa teknologi pengolahan sampah secara konvensional, yakni incinerator menggunakan prinsip pembakaran.
 
Incinerator memang sangat bagus tapi tidak cocok dengan karakteristik sampah Indonesia. Mayoritas sampah negeri ini merupakan organik yang kadar airnya tinggi. Selain itu, biaya pengolahan sampah lewat incinerator terlalu tinggi. Belum cocok diterapkan di Indonesia. “Air yang dibakar berarti efisiensi konversinya rendah sehingga energi yang dihasilkan incinerator kurang maksimum,” ucapnya. (hmp02/*/ bby/k11)
loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:01

Di SMP 1 Sebanyak 20 Peserta Ikuti UNBK Susulan

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:57

Siswa Kesulitan Log In, Sulit Satu Sesi

PENAJAM-Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:56

SABAR AJA..!! Tak Ada Proyek Jalan Baru Tahun Ini

PENAJAM–Bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim jadi penopang utama belanja infrastruktur…

Selasa, 23 April 2019 13:55
Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

Narkotika Masih Mendominasi

TANA PASER – Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser menggelar pemusnahan barang…

Selasa, 23 April 2019 09:25

Muara Pahu Tiga Kali Kebakaran

SENDAWAR–Dalam beberapa pekan belakangan, Kutai Barat (Kubar) khususnya di wilayah…

Selasa, 23 April 2019 09:24

Delapan TPS Adakan Pemilu Susulan

TENGGARONG–Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kecamatan Tabang dan Marangkayu,…

Senin, 22 April 2019 09:11
Hari Ini, 62 SMP/MTS Gelar UNBK

Dari 184 SMP Se-Kukar, Tahun Lalu hanya 27 Sekolah

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Senin, 22 April 2019 09:10

1.675 DPTb Hari Ini Mencoblos

TENGGARONG - Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kukar dari…

Senin, 22 April 2019 09:09
2019, Ada 30 Kampung Laksanakan Pilkam

Politik Uang Potensi Cederai Demokrasi

SENDAWAR- Belum selesai gema pemilihan presiden dan legislatif, warga Kutai…

Senin, 22 April 2019 09:08

Tim Sukses Caleg Mencium Dugaan Penyelewengan C1

SANGATTA - Formulir C1 yang digunakan sebagai rujukan utama dalam…

KIPP Kaltim Minta Penggelembungan Surat Suara di Samarinda Ilir Diusut

Hasil Perhitungan Suara Tidak Diumumkan di Kelurahan, KPU Samarinda di Ultimatum

SALAH INPUT LAGI..?? Suara Jokowi Ditambah 500, Prabowo Dikurangi 100 di TPS 18 Malakasari

Dealer Honda Terluas Terlengkap se Kalimantan Beroperasi di Samarinda, Ini Kelebihannya

Kotak Suara “Diculik” ke Hotel, Tanpa Segel, KPU Justru Sebut Sesuai Aturan

Job Market Fair Digelar di Kantor Disnakertrans Kaltim, Terdapat 1.377 Lowongan Kerja

Jika Tak Merusak, Tak Menganggu, Kenapa Pabrik Semen Ditolak?

TRANSPARAN..!! Di Kecamatan Ini, Formulir C1 Dipajang

Sementara Golkar Masih Berjaya, PDIP-PKS Mengekor

HALO BOS..!! Tiket Pesawat Masih Mahal Nih...
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*