MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 29 Mei 2014 10:08
Sampah Kukar Bisa Jadi Batu Bara

TPA Bekotok Terapkan Teknologi Pengolahan dari Tiongkok

PROKAL.CO, v style="text-align: justify;"> TENGGARONG - Pemkab Kukar sedang menyiapkan mesin pengolahan sampah menjadi bahan bakar setara batu bara, berlokasi di sekitar TPA Bekotok. Bahan bakar yang dihasilkan bakal memasok sumber energi bagi sejumlah power plant di Kukar. Dua pekan lalu, Bupati Kukar Rita Widyasari didampingi Kepala Perusda Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (PKSDE) Kukar M Shafik Avicenna, mengunjungi Shanghai, Tiongkok.

 
“Kami ke Shanghai melihat langsung pabrik pengolahan sampah menjadi energi. Produk yang dihasilkan berupa pupuk dan batu bara,” kata Rita. Dia mengatakan, produk yang dihasilkan hampir sama dengan batu bara asli dengan kalori 5.000-6.000. Hanya bagian unsur yang agak berbeda. Pabrik pengolahan sampah di Shanghai itu akan diimplementasikan di Kukar.
 
Tim dari PT Ametis Indo Sampah siap merakit mesinnya. Rita berharap tahun ini mesin pengolahan sampah siap dioperasikan. “Kami sangat membutuhkan energi. Banyak sekali power plant yang perlu. Jadi, sebetulnya ini pengganti energi yang tidak terbarukan. Kalau nanti kekurangan batu bara, kita bisa pakai ini,” jelasnya.
 
Ke depan, TPA Bekotok bukan lagi tempat pembuangan sampah tapi hanya pembuangan sementara. Sampah langsung diproses mesin pengolah dan keluar menjadi sumber energi. Pabrik pengolahan sampah ini akan dikelola swasta bekerja sama dengan PKSDE. “Sementara ini, mesin pengolahan sampah didanai investor.
 
Kami tidak memakai APBD dulu,” ujar Rita. Dia berharap, mesin pengolahan sampah bisa dioperasikan November 2014. “Produk pengolahan sampah bisa menjadi briket dan pupuk. Pupuknya pun punya kualitas baik. Sekarang seluruh Shanghai menggunakan produk pupuk andalan ini,” tuturnya. Rita menambahkan, briket merupakan buah pemikiran orang Indonesia.
 
Kukar akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerapkan mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara. Sementara itu, Presiden Direktur PT Ametis Indo Sampah Bayu Indrawan mengatakan, mesin pengolahan sampah menggunakan prinsip teknologi hidrotermal, memanfaatkan uap panas jenuh.
 
Sampah campur dimasukkan ke reaktor, lalu diinjeksikan dengan uap panas, sekitar 25-30 bar. “Setelah satu jam, sampah keluar menjadi bahan seragam atau homogen yang tidak bau lagi. Bahkan bau seperti aroma kopi dan gampang kering. Karakteristiknya mendekati batu bara,” jelas Bayu. Sedangkan bila produk ini dicampur 80 persen batu bara, karakteristik bahan bakarnya jadi hampir sama.
 
“Apabila mau mendesain untuk power plant khusus dengan produk ini, kita bisa mendapatkan 100 persen batu bara tapi boiler harus dimodifikasi,” imbuhnya. Menurutnya, keunggulan produk ini paling cocok dengan Indonesia. Selama ini dikenal beberapa teknologi pengolahan sampah secara konvensional, yakni incinerator menggunakan prinsip pembakaran.
 
Incinerator memang sangat bagus tapi tidak cocok dengan karakteristik sampah Indonesia. Mayoritas sampah negeri ini merupakan organik yang kadar airnya tinggi. Selain itu, biaya pengolahan sampah lewat incinerator terlalu tinggi. Belum cocok diterapkan di Indonesia. “Air yang dibakar berarti efisiensi konversinya rendah sehingga energi yang dihasilkan incinerator kurang maksimum,” ucapnya. (hmp02/*/ bby/k11)
loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 08:13

Penerimaan P3K Masih Tunggu Arahan Pusat

TANA PASER - Isu penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Selasa, 22 Januari 2019 08:10

Kinerja Oke, Miliaran Rupiah Selamat

SENDAWAR - Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar), sangat…

Selasa, 22 Januari 2019 08:07

Pekerjaan Melambat, Termin II Tak Cair

TENGGARONG - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik Kukar HM Marsandi…

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

AWAS..!! Cuaca Ekstrem Hingga Kamis

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

Wacanakan Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Terbakar saat Transfer Minyak

Dijawab Sekawan, Dibalas Berapa Bu, Sekewan?

Bantah Pacaran dengan Julie Estelle

Mendamba Momongan

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*