MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 29 Mei 2014 10:08
Sampah Kukar Bisa Jadi Batu Bara

TPA Bekotok Terapkan Teknologi Pengolahan dari Tiongkok

PROKAL.CO, v style="text-align: justify;"> TENGGARONG - Pemkab Kukar sedang menyiapkan mesin pengolahan sampah menjadi bahan bakar setara batu bara, berlokasi di sekitar TPA Bekotok. Bahan bakar yang dihasilkan bakal memasok sumber energi bagi sejumlah power plant di Kukar. Dua pekan lalu, Bupati Kukar Rita Widyasari didampingi Kepala Perusda Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (PKSDE) Kukar M Shafik Avicenna, mengunjungi Shanghai, Tiongkok.

 
“Kami ke Shanghai melihat langsung pabrik pengolahan sampah menjadi energi. Produk yang dihasilkan berupa pupuk dan batu bara,” kata Rita. Dia mengatakan, produk yang dihasilkan hampir sama dengan batu bara asli dengan kalori 5.000-6.000. Hanya bagian unsur yang agak berbeda. Pabrik pengolahan sampah di Shanghai itu akan diimplementasikan di Kukar.
 
Tim dari PT Ametis Indo Sampah siap merakit mesinnya. Rita berharap tahun ini mesin pengolahan sampah siap dioperasikan. “Kami sangat membutuhkan energi. Banyak sekali power plant yang perlu. Jadi, sebetulnya ini pengganti energi yang tidak terbarukan. Kalau nanti kekurangan batu bara, kita bisa pakai ini,” jelasnya.
 
Ke depan, TPA Bekotok bukan lagi tempat pembuangan sampah tapi hanya pembuangan sementara. Sampah langsung diproses mesin pengolah dan keluar menjadi sumber energi. Pabrik pengolahan sampah ini akan dikelola swasta bekerja sama dengan PKSDE. “Sementara ini, mesin pengolahan sampah didanai investor.
 
Kami tidak memakai APBD dulu,” ujar Rita. Dia berharap, mesin pengolahan sampah bisa dioperasikan November 2014. “Produk pengolahan sampah bisa menjadi briket dan pupuk. Pupuknya pun punya kualitas baik. Sekarang seluruh Shanghai menggunakan produk pupuk andalan ini,” tuturnya. Rita menambahkan, briket merupakan buah pemikiran orang Indonesia.
 
Kukar akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerapkan mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara. Sementara itu, Presiden Direktur PT Ametis Indo Sampah Bayu Indrawan mengatakan, mesin pengolahan sampah menggunakan prinsip teknologi hidrotermal, memanfaatkan uap panas jenuh.
 
Sampah campur dimasukkan ke reaktor, lalu diinjeksikan dengan uap panas, sekitar 25-30 bar. “Setelah satu jam, sampah keluar menjadi bahan seragam atau homogen yang tidak bau lagi. Bahkan bau seperti aroma kopi dan gampang kering. Karakteristiknya mendekati batu bara,” jelas Bayu. Sedangkan bila produk ini dicampur 80 persen batu bara, karakteristik bahan bakarnya jadi hampir sama.
 
“Apabila mau mendesain untuk power plant khusus dengan produk ini, kita bisa mendapatkan 100 persen batu bara tapi boiler harus dimodifikasi,” imbuhnya. Menurutnya, keunggulan produk ini paling cocok dengan Indonesia. Selama ini dikenal beberapa teknologi pengolahan sampah secara konvensional, yakni incinerator menggunakan prinsip pembakaran.
 
Incinerator memang sangat bagus tapi tidak cocok dengan karakteristik sampah Indonesia. Mayoritas sampah negeri ini merupakan organik yang kadar airnya tinggi. Selain itu, biaya pengolahan sampah lewat incinerator terlalu tinggi. Belum cocok diterapkan di Indonesia. “Air yang dibakar berarti efisiensi konversinya rendah sehingga energi yang dihasilkan incinerator kurang maksimum,” ucapnya. (hmp02/*/ bby/k11)
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:46

Terkendala Minimnya Anggaran

PENAJAM–Kegiatan pengembangan atlet usia dini di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) olahraga…

Sabtu, 17 November 2018 11:44

Pansel Kantongi Tiga Nama Calon Sekkab

TANA PASER–Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Paser, kini sudah mengantongi…

Sabtu, 17 November 2018 11:43

Pahami Masalah agar Tidak Terprovokasi

PENAJAM–Ada yang berbeda pada kegiatan Majelis Taklim Al-Muhibbin Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 17 November 2018 11:36

Dibatasi, Sehari Hanya Satu Kali ke TPA

PENAJAM–Pengangkutan sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terkendala anggaran operasional…

Sabtu, 17 November 2018 11:29

Keniscayaan Perubahan Mentalitas ASN

Dari Seminar Alquran MTQ Korpri IV Nasional di Jakarta, 15 November 2018, ada secuil kisah yang bisa…

Sabtu, 17 November 2018 11:26

Dugaan Cabul Terus Diproses

TANJUNG REDEB–Kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung, saat…

Sabtu, 17 November 2018 11:25

Perpanjang Imunisasi MR hingga Desember

BONTANG–Cakupan imunisasi measless dan rubella (MR) di Kota Bontang  yang rendah menjadikan…

Sabtu, 17 November 2018 11:22

Bangun Embung untuk Kebutuhan Petani

SANGATTA–Pelaksanaan berbagai proyek pembangunan di kecamatan dalam wilayah Kutim terus berlanjut.…

Sabtu, 17 November 2018 11:21

Dikeluhkan, DLHK Minta Warga Bersabar

TANJUNG REDEB–Bekas pengerukan drainase oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten…

Sabtu, 17 November 2018 11:20

Hasil SKD Minim, Tanda Pemerintah Gagal

BONTANG–Hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS jauh dari harapan. Pasalnya, dari 1.952 peserta…

AMBISI VATRENI

Terbius Keindahan Jepang

Warga Kehormatan Yorkshire

Dampak Kemarau, Ikan Sungai Langka

Acciuga Ingin Selamanya

Sujiati Gantikan Anwar Sanusi di DPRD

Solari Jadi Inspirasi

Bankaltimra Masih Butuh Tambahan Modal Inti

BPK: Klasifikasi Data sebelum Diberi ke Wartawan

Buru Poin di Serui
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .