MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 17 Maret 2014 08:40
Mengupas Dayak hingga Pesta Demokrasi

Kisah Pedalaman Mengalir dari Buku “Catatan Anak Kampung”

PROKAL.CO, v>

Y Lahajir adalah seorang penulis opini yang sangat kritis. Ia peka terhadap berbagai permasalahan. Lebih dari itu, dia berani menyuarakan kebenaran di tengah hiruk-pikuk “kebohongan”.
 
LAHAJIR pernah menulis opini berjudul “Masyarakat Dayak di Pedalaman Kaltim”. Naskah yang dimuat dalam Kaltim Post --dulu Manuntung-- pada 7 Juni 1988, merupakan buah pikir penulis ketika tinggal di Kampung Long Apari, terletak di hulu Sungai Mahakam. Sekarang penulis tinggal di Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, dan masih aktif menulis.
 
Sebagai penulis, Y Lahajir tergolong produktif. Tulisan opini yang dihasilkannya berjumlah 365 judul, dalam kurun waktu selama 25 tahun sejak 1988 hingga 2013. Karya tulis tersebut diterbitkan di beberapa media cetak lokal.
 
Opini tersebut yang menjadi muatan buku “Catatan Anak Kampung”. Sebab, buku ini bukanlah buku yang memuat uraian mengenai suatu bidang ilmu pengetahuan tertentu secara sistematis. Tetapi buku ini mengandung beraneka ragam informasi dan pengetahuan. Buku ini didasarkan pada pemikiran yang cerdas dari seorang cendekiawan yang bangga dilahirkan sebagai anak kampung.
 
Karena merupakan kumpulan opini, maka tepatlah bila dikatakan bahwa buku ini bersifat ensiklopedis yang memuat beragam informasi, pemikiran, dan pengetahuan. Semula akan diterbitkan dalam satu jilid saja, namun karena jumlah opini yang banyak dan kurun waktu yang panjang, sehingga menjadi sangat tebal. Akhirnya dibagi menjadi dua jilid. Yang ini adalah buku jilid I, memuat tulisan dari 7 Juni 1988 sampai 1 Juni1994.
 
Buku “Catatan Anak Kampung” ini memuat topik-topik yang senantiasa relevan, seperti humaniora, moral dan etika, ekonomi, politik, sosial, budaya, ekologi, dan lainnya. Terkait dengan situasi sekarang ini, ada banyak opini yang terasa masih kontekstual, yakni tentang pemilu.
 
Dalam menyongsong pemilu legislatif mendatang, catatan kritis penulis tentang Pemilu 1992 rasanya masih tepat dan layak disimak kembali. Pemilu diidentikkan dengan pesta demokrasi. Suatu pesta sudah semestinya membawa kegembiraan dan kebahagiaan serta kenangan manis.
 
Sementara itu, demokrasi mengandaikan adanya kebebasan dan partisipasi yang sejati, tulus, dan sehat. Jadi, pesta demokrasi mesti dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Pemilu mutlak didasarkan pada asas luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia) dan jurdil (jujur dan adil).
 
Setiap warga yang memiliki hak pilih, menjatuhkan pilihannya berdasarkan keputusan yang bebas sesuai pertimbangan hati nuraninya, tanpa paksaan dari siapa pun. Maka segala bentuk intimidasi sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi.
 
Pemilu yang luber dan jurdil adalah pesta demokrasi yang nihil akan segala bentuk kecurangan. Segala bentuk kecurangan dan kebohongan atau manipulasi dalam pemilu dengan sendirinya mencoreng citra demokrasi, pemerintah, dan bangsa sendiri.
 
Dalam pemilu, yang paling pokok ialah bahwa rakyat memercayakan aspirasi politiknya pada lembaga legislatif untuk diperhatikan, diperjuangkan, dan disalurkan kepada pemerintah yang berkuasa, yang pada gilirannya akan menjadi program pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Namun yang terjadi, misalnya dalam sejarah orde lama, lembaga legislatif tidak gigih memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat. Dengan kata lain, lembaga perwakilan rakyat tidak mampu berperan efektif alias mandul. Sesungguhnya fenomena yang sama, terjadi sepanjang sejarah bangsa ini sampai dengan saat ini.
 
Kita boleh berharap bahwa lembaga legislatif hasil pemilu kali ini benar-benar bermutu dan memperjuangkan sungguh-sungguh amanat penderitaan rakyat. Masih begitu banyak rakyat yang miskin, terbelakang dan bodoh, tergusur, dan diperlakukan tidak adil, namun mereka tetap bersabar dan tabah. Semoga lembaga wakil rakyat yang baru senantiasa menumbuhkembangkan kebudayaan politik demokrasi: dari, oleh, dan untuk rakyat.
 
Sebagai penulis yang cerdas, Y Lahajir tidak semata-mata kritis, tetapi juga memiliki visi yang jauh ke depan. Hal ini terlihat dari kemampuannya dalam membaca fenomena sosial atau tanda-tanda zaman, yang kemudian dijadikan dasar pemikirannya akan sesuatu yang bakal terjadi pada kemudian hari. Masih terkait pemilu, penulis pernah mencatat demikian.
 
“Hal yang kurang tepat dalam kampanye pemilu, ialah kecenderungan OPP untuk melontarkan berbagai janji politik kepada rakyat. Apabila janji-janji itu nanti tidak terlaksana, maka rakyat akan bersikap apatis terhadap OPP yang bersangkutan --bahkan terhadap pemerintah secara keseluruhan. Kredibilitas OPP akan semakin menurun. Dengan begitu, suatu ‘reformasi mendadak’ di luar dugaan bisa saja terjadi beberapa tahun ke depan, mungkin jelang atau sesudah pemilu berikutnya tahun 1997.” (hal 407).
 
Sejarah telah membuktikan bahwa catatan penulis ini sungguh terjadi. Gejolak massa yang dimotori oleh para mahasiswa bersama rakyat telah meluluhlantakkan rezim orde baru, tepatnya pada 1998.
 
Buku yang bernuansa ensiklopedia ini tentu saja tidak hanya menyoroti permasalahan pemilu. Ada begitu banyak topik lain yang diulas, dan menarik untuk dibaca. Barangkali pembaca akan sedikit-banyak mengalami kesulitan dalam membaca buku ini, khususnya bagi yang masih awam dan asing akan berbagai teori dan/atau istilah ilmiah.
 
Namun demikian, penulis benar-benar piawai dalam meramu pemikirannya menjadi sebuah karya tulis yang relatif mudah untuk dipahami. Sekurang-kurangnya, pembaca akan memahami maksud penulis dengan membaca bagian akhir berupa kesimpulan atau poin-poin penting.
 
Penulis meramu pemikirannya secara sistematis. Dapat dipastikan bahwa struktur tulisannya terdiri dari tiga bagian, dengan pola sebagai berikut, bagian pertama adalah pengantar atau pendahuluan yang berisi latar belakang topik pembicaraan. Kedua, adalah isi yang merupakan pokok tulisan berupa penjelasan mengenai topik dan istilah. Terakhir, penutup atau kesimpulan, yang kerap kali ditandai dengan kata seperti “ringkasnya”, “singkatnya”, atau “akhirnya”.
 
Akhirnya, buku ini amat berharga untuk dibaca. Bahkan lebih jauh lagi, semestinya dikaji dan dikritisi agar memberi manfaat yang optimal bagi pembaca. Membaca buku ini akan membantu meminimalisasi kecenderungan pola berpikir yang keliru, yang dalam ilmu logika disebut sesat pikir.
 
“Catatan Anak Kampung” ini kaya akan ide atau gagasan yang cerdas, kritis, dan visioner, sehingga dapat menjadi sumber pencerahan atau inspirasi dalam berpikir dan bertindak secara benar. (rom/k11)
 
loading...

BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…

Senin, 21 Januari 2019 08:17

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA – Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang…

Senin, 21 Januari 2019 08:16

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB – Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan…

Zalnando Hijrah ke Persib

Pencuri Motor di Bawah Umur

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

Kontraktor Masih Resah

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*