MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 21 Januari 2014 09:38
Tumbal Bandara Samarinda Rp 137,5 M

Sengketa dengan Kontraktor Lama, Pemkot Kalah hingga MA

PROKAL.CO, v>

SAMARINDA - Ini dia perjalanan pahit Pemkot Samarinda dalam membangun Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring. Proyek jumbo itu  telah diambil alih Pemprov Kaltim, tapi tak juga kunjung jadi. Sementara Pemkot, kini harus menanggung kesalahan masa lalu dengan PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR). Ya, Pemkot harus membayar Rp 137.566.741.338 kepada NCR, mantan kontraktor BSB.

Hal tersebut menyusul keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan, permohonan banding Pemkot tidak dapat diterima. Ini adalah kekalahan ketiga Pemkot lawan NCR, setelah sebelumnya kalah di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.

Nominal yang mesti dibayar Pemkot itu, seperti yang dituntut NCR melalui BANI. Rinciannya, pembayaran sisa kewajiban Pemkot sebesar Rp 75.949.105.532 dan tuntutan cost of money dari Desember 2007 hingga Juli 2011 sebesar Rp 57.967.195.806.

Kemudian, pembayaran tuntutan biaya pemindahan (demobilisasi) alat berat sebesar Rp 1.120.000.000 dan tuntutan material on site sebesar Rp 2.530.440.000. Selain itu, Pemkot juga harus membayar setengah dari biaya administrasi, biaya pemeriksaan, dan biaya arbiter sebesar Rp 1.053.394.000 kepada NCR.

Hal tersebut dituangkan dalam putusan MA nomor 238 K/Pdt.Sus-Arbt/2013. Dalam salinan putusan tertanggal 27 Mei 2013 tersebut, praktis hanya satu yang menguntungkan Pemkot. Yakni, pihak Pemkot berwenang mutlak menentukan pihak penyedia jasa untuk meneruskan proyek BSB.

Benar saja, setelah diambil alih Pemprov, proyek tersebut kini digarap PT Persada Investment (PI) dengan mekanisme Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Dikonfirmasi terkait tindak lanjut putusan MA terhadap sengketa perdata Pemkot versus NCR, Panitera Perdata PN Samarinda Marten Teny A mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara detail. Sebab, pihaknya belum menerima salinan putusan dari MA tersebut.

Sementara dari daftar publikasi putusan perkara oleh MA, diketahui salinan putusan banding yang diajukan Pemkot telah dikirim 5 September 2013. Biasanya, salinan putusan perkara dikirim MA ke Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim. Kemudian, PT meneruskan kepada lembaga peradilan di bawahnya, dalam hal ini PN Samarinda.

“Kami belum terima salinan putusan itu. Kalau putusan sudah diterima, kami akan beri tahukan kepada pemohon dan termohon. Jadi, kita tunggu saja putusan itu,” kata Marten kepada Kaltim Post di kantornya, kemarin.

Sekadar diketahui, sengketa perdata Pemkot melawan NCR awalnya bergulir ke BANI di Jakarta. Putusan BANI yang memenangkan NCR, kemudian dibawa Pemkot ke PN Samarinda. Pemkot memohon putusan BANI dibatalkan, namun ditolak oleh PN. Pemkot selanjutnya menempuh upaya hukum banding, namun Majelis Hakim Agung diketuai I Made Tara menyatakan, permohonan Pemkot tidak dapat diterima.

Pasalnya, putusan PN keluar pada 7 November dan permohonan banding diajukan 20 November 2012. Tetapi memori banding baru diterima Panitera PN pada 18 Desember 2012. Hal tersebut dianggap melampaui tenggang waktu 14 hari yang ditentukan dalam Pasal 47 (1) UU nomor 14/1985 sebagaimana telah diubah menjadi UU nomor 5/2004, berikut revisi kedua menjadi UU nomor 3/2009 tentang MA.

Supriyana, salah seorang kuasa hukum Pemkot mengaku tidak bisa lagi berkomentar. Sebab, kuasa yang diberikan Pemkot kepadanya hanya sebatas proses sengketa tersebut di BANI.

“Saya ikut mendampingi hanya di arbitrase. Setahu saya, Pemkot memang memberi perlawanan terhadap putusan BANI di PN, tapi saya tidak ikut lagi,” kata Supriyana, kemarin (20/1).

Sekadar diketahui, sejak kalah di BANI, Pemkot sudah diminta berbagai pihak untuk mengambil langkah strategis. Apakah terus melawan secara hukum atau membicarakan mekanisme pembayaran tuntutan kepada NCR. Pemkot juga mesti segera berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, terkait sharing pembayaran 60 persen Pemprov dan 40 persen Pemkot. (*/rvj/kri/che/k7)

Perkara Pemkot vs NCR

 - 26 November 2007, kepala Dishub atas nama Pemkot Samarinda dan NCR menandatangani Surat Perjanjian Kerja Pembangunan BSB di Sungai Siring. Yakni, surat Nomor 854 Udara/Dishub-KS/XI/2007 dan Nomor 062NCR-Kontr./XI-07.

- 14 November 2011, NCR mengajukan permohonan arbitrase kepada BANI di Jakarta.

- 03 Agustus 2012, BANI mengeluarkan putusan Nomor 431/XI/ARB-BANI/2011 yang mengabulkan permohonan NCR untuk sebagian.

- 26 September 2012, Pemkot melakukan perlawanan dengan mengajukan permohonan pembatalan putusan BANI tersebut kepada PN Samarinda.

- 07 November 2012, PN Samarinda mengeluarkan putusan Nomor 73/Pdt.G/Arbt/2012 yang menolak permohonan Pemkot untuk seluruhnya.

- 20 November 2012, Pemkot melakukan upaya hukum banding atas putusan PN Samarinda tersebut.

- 27 Mei 2013, MA mengeluarkan putusan Nomor 238 K/Pdt.Sus-Arbt/2013 yang menyatakan permohonan banding Pemkot tidak dapat diterima. Sebab, penyerahan memori banding melampaui tenggang waktu yang diberikan.

- 05 September 2013, salinan putusan MA tersebut dikirim ke PN Samarinda.

Sumber: Mahkamah Agung
loading...

BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia memiliki…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya, Jose Poernomo semakin sering…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan pelayanan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event internasional, Kapal Republik…

Profesor Egaliter yang Tanpa Kasir

Acciuga Ingin Selamanya

SONGSONG TEKANAN

Ditegur karena Sering Telat

Inferior Tanpa Curry

BEJAT..!! Modal Rp 5 Ribu, Oknum Guru Ngaji Setubuhi Murid

Rusto’s Tempeh Man Jadda

Buru Poin di Serui

Penyebar Hoax Penculikan di Balikpapan Ditangkap, Diciduk saat Lagi Bersih-Bersih Mall

Ada Peserta Bawa Jimat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .