MANAGED BY:
KAMIS
26 MEI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 23 Desember 2013 10:02
Besok Pengumuman Hasil Tes CPNS

Honorer Lebih Makmur Bila Jadi PPPK

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar memastikan, pengumuman hasil tes CPNS tidak molor lagi. Selasa (24/12) besok, para peserta tes bisa melihat pengumuman di situs resmi Kemenpan-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan rencananya juga diumumkan di JPNN.com (grup koran ini).

Azwar menjelaskan, dia sudah menerima laporan adanya sejumlah daerah yang menolak mengumumkan hasil tes kompetensi dasar (TKD) seleksi CPNS pada 24 Desember.

"Mereka minta Panselnas yang mengumumkan duluan. Kalau bagi kami tidak masalah, Panselnas akan tetap mengumumkan hasil TKD pada 24 Desember lewat website resmi KemenPAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan media partner (yakni JPNN.com, Red)," jelas Azwar kepada JPNN, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat daerah yang mengurusi masalah kepegawaian, termasuk Kepala BKD Provinsi Sumut, menyatakan kekhawatirannya akan muncul gejolak jika pemda yang mengumumkan hasil tes itu.

Apakah pengumuman memang sengaja digelar 24 Desember, saat suasana Natal, agar tidak terjadi kemarahan massal? Azwar membantahnya. "Ah tidak juga, kebetulan saja Panselnas dan konsorsium baru menyelesaikan datanya mendekati perayaan Natal," kilahnya.

Bagi yang dinyatakan lolos TKD tanpa harus menjalani tahapan tes kompetensi bidang, maka pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) akan langsung diproses. "Yang pasti mereka terhitung CPNS per 1 Januari 2014," ujar Azwar.

ANGIN SEGAR HONORER

Sementara, sejumlah petinggi Kemenpan-RB menegaskan, mulai 2014 sudah tidak ada tenaga honorer, dan seluruh instansi dilarang menganggarkan gaji untuk honorer.

Namun jika dicermati isi Undang Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang diketok palu pekan lalu, ada peluang besar tenaga honorer "berganti baju" menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja/PPPK). Tingkat kesejahteraan PPPK ini dipastikan bakal lebih baik.

Peluang itu cukup besar, karena sesuai UU ASN, yang berwenang mengangkat PPPK adalah Pejabat Pembina Kepegawaian. Ini tidak ada bedanya dengan pengangkatan tenaga honorer.

Nah, ini bisa menjadi kabar baik bagi para tenaga honorer kategori dua (K2) yang gagal menjadi CPNS, yang pengumumannya akan dilakukan Januari 2014.

Menpan-RB Azwar Abubakar tidak menampik kemungkinan honorer K2 yang gagal menjadi PPPK.

"Tapi harus ikut prosedur perekrutan PPPK juga. Jadi tidak serta merta mereka langsung masuk. Kalau daerah masih ingin mempekerjakan honorer, ya silakan saja. Tapi bagi yang tidak bisa mempekerjakan lagi karena alasan tidak ada anggaran, diberhentikan. Apakah diberikan kompensasi atau tidak, itu tergantung kebijakan daerah," ujar Azwar Abubakar kepada JPNN, akhir pekan lalu.

Hanya saja, Azwar menjelaskan, untuk PPPK ada mekanisme perekrutannya sendiri, yang berbeda dengan honorer. "Kalau honorer, daerah yang angkat tanpa perhitungan matang, kalau PPPK harus ada perhitungan jelas. Sebab PPPK haknya sama dengan pegawai negeri, bedanya di pensiun saja," terang menteri asal Aceh ini.

Memang, melihat ketentuan pasal Pasal 21 dan 22 UU ASN, terlihat hak PPPK beda-beda tipis dengan yang diterima PNS. Di sana disebutkan, PNS berhak memperoleh gaji, tunjangan, dan fasilitas. Juga cuti, jaminan pensiun dan jaminan hari tua,  perlindungan, dan pengembangan kompetensi.

Sedang hak PPPK, yang diatur di pasal 22, disebutkan PPPK berhak memperoleh gaji dan tunjangan, cuti, perlindungan, dan pengembangan kompetensi.
Hanya saja, pemerintah dan DPR tampaknya tidak mau para PPPK nantinya tiba-tiba menuntut diangkat jadi PNS. Pasal UU ASN ayat (3) menyatakan, PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi c alon PNS.

Di ayat (4), "Untuk diangkat menjadi calon PNS, PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan." (sam/jpnn/che)
 

BACA JUGA
Kamis, 26 Mei 2016 11:11

Kapolresta Beber Kolam Maut, Lima Kasus Masih Menggantung

SAMARINDA - Lima kasus kolam maut masih berjalan di Polresta Samarinda. Sejumlah berkas pun kembali…

Kamis, 26 Mei 2016 11:09

ADUH..!! Harga Buku Pelajaran Siap-Siap Naik

PARA orangtua bersiap merogoh kocek lebih dalam menghadapi tahun ajaran baru. Kementerian Pendidikan…

Kamis, 26 Mei 2016 11:09

Bima dan Meiga, Mengejar Ilmu Kereta hingga ke Rusia

Tuntutlah ilmu hingga ke Rusia. Khususnya ilmu tentang perkeretaapian. Ini yang lagi tren di Kaltim.…

Kamis, 26 Mei 2016 10:03

Ternyata...Ada Konspirasi Nakal Distributor Gula

BALIKPAPAN - Pemerintah tak ingin ambil risiko menghadapi harga gula pasir yang trennya terus naik.…

Kamis, 26 Mei 2016 09:09

Nenek Gagal Nikahi Berondong

NENEK asal Kota Vaud, Swiss, ini gagal menjadi perempuan beruntung. Niat perempuan 71 tahun itu…

Kamis, 26 Mei 2016 08:39

Jalan Sepaku Kalah dengan Maloy, Kalah Lobi?

SAMARINDA - Mulusnya jalan Km 38 Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar)–Petung, Penajam Paser Utara…

Rabu, 25 Mei 2016 12:00

Jalan Negara Banyak Rusak, Bupati Nyindir, Mana Tanggung Jawab Pemprov?

PENAJAM - Yusran Aspar tak bisa menyembunyikan kekesalannya, kemarin. Ekspresi wajahnya dingin dengan…

Rabu, 25 Mei 2016 12:00

Tipu-Tipu Arisan Online, Korban Tergiur Bukti Transfer

FAKTA baru terkuak dari kasus arisan online yang tengah ditangani Polda Kaltim. Ternyata, dua perempuan…

Rabu, 25 Mei 2016 11:55

Menunggu Duel Mou vs Guardiola

MANCHESTER United memang masih belum mengumumkan secara resmi Jose Mourinho sebagai suksesor Louis van…

Rabu, 25 Mei 2016 11:46

Jalan Samarinda-Kubar Memprihatinkan, Perlu Duit Rp 35 M

SAMARINDA- Jalan negara yang menghubungkan Samarinda-Kutai Barat (Kubar) juga tak kalah memprihatinkan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia. All Right Reserved.