MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 26 Oktober 2013 09:59
Cek Rp 2 Miliar dari Perusahaan Tambang

Mantan Wali Kota Samarinda Dilapor ke KPK

PROKAL.CO, v>

SAMARINDA - Dugaan korupsi dalam penerbitan izin tambang di Samarinda mencuat. Dua nama disebut-sebut menerima gratifikasi atas pemberian izin usaha pertambangan (IUP) PT Graha Benua Etam (GBE). Kedua orang yang sebelumnya berstatus pejabat negara tersebut adalah mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Samarinda Rusdi Arya Rasyid dan mantan Wali Kota Samarinda Achmad Amins.

Keduanya sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Indonesian Corruption Watch (ICW). Staf Divisi Investigasi dan Publikasi ICW, Lais Abid mengungkapkan, Rusdi dan Amins diduga melakukan kejahatan korporasi saat memberikan IUP PT GBE. Informasi ini dibebernya saat menggelar jumpa pers kemarin.

“Laporan sudah kami kirim ke KPK sejak 15 Mei 2013 lalu,” sebut Abid. Menurut dia, laporan dilengkapi sejumlah bukti berupa dua lembar cek Rp 2 miliar yang ditandatangani pihak perusahaan atas nama Rudi Tanair.

Awalnya, ICW menemukan bukti berupa cek yang diberikan kepada Rusdi dari perusahaan. “Kemudian setelah kami telusuri lebih lanjut, ada keterkaitan mantan Wali Kota Samarinda,” ucap Lais. Lebih lanjut, Lais menyebut ICW bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah lokal untuk menginvestigasi.

“Dari bantuan tersebut, didapat sejumlah petunjuk dari dokumen dan wawancara dengan beberapa orang,” ucapnya. Berdasarkan petunjuk dari hasil investigasi dokumen dan wawancara ke sejumlah orang, ada indikasi Wali Kota saat itu mendapat kucuran gratifikasi.

Dia mengungkapkan, tidak mungkin dana tersebut untuk mengurus izin. “Kalau dana memang mengurus IUP, mestinya masuk ke rekening pemerintah. Bukan dalam bentuk cek seperti itu,” jelasnya. Mengenai perkembangan pemeriksaan laporan tersebut, Abid mengatakan pada September lalu.

Laporan dengan surat Nomor Agenda: 2013-06-000067 dan nomor informasi 61139 itu  sudah masuk pemeriksaan oleh Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan. Gratifikasi diduga diberikan pada 2008 menjelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur yang diikuti Amins. Dana tersebut ditengarai untuk membiayai kampanye pilgub.

“Di cek memang hanya tertulis untuk Rasyid dengan keterangan uang muka pemberian izin tambang. Namun setelah ditelusuri ada dugaan keterlibatan Amins. Mudah-mudahan KPK segera memproses laporan kami,” ucap Lais.

Sekadar informasi, Rudi Tanair merupakan bos CV Jasa Ananda, perusahaan yang menunggak dana jamrek dan royalti. CV Jasa Ananda belum menyetorkan jamrek dan royalti ke pemerintah sekitar Rp 1,2 miliar. Dana tersebut dibagi atas dana setoran jamrek Rp 500 juta dan dana setoran royalti Rp 700 juta.

Hingga berita ini diturunkan, baik Amins, Rusdi, maupun Rudi Tanair, belum bisa dikonfirmasi untuk hak jawab. Media ini mencoba menghubungi Achmad Amins dugaan gratifikasi namun dia tidak mengangkat panggilan. Beberapa saat kemudian, telepon genggamnya sudah tidak aktif. (*/fch/fel/che/k1)
 
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 13:57

Kotak Suara “Diculik” ke Hotel, Tanpa Segel, KPU Justru Sebut Sesuai Aturan

BALIKPAPAN–Suasana tegang menyelimuti Hotel Mega Lestari, di Jalan ARS Muhammad,…

Sabtu, 20 April 2019 13:33

Kesalahan di Situng Bukan Karena Hacker

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI angkat bicara terkait…

Sabtu, 20 April 2019 09:57

BANYAKNYA..!! Tak Dapat Formulir A5, 3.000 Karyawan Tak Nyoblos

SANGATTA - Pemilihan umum (pemilu) 2019 di Kutai Timur (Kutim)…

Jumat, 19 April 2019 12:24

Jokowi Tegaskan Kemenangan Versi 12 Lembaga Survei

JAKARTA – Calon presiden Joko Widodo kembali menegaskan kemenangannya atas…

Jumat, 19 April 2019 12:19

KPU Perintahkan Coblosan Susulan di 2.249 TPS

JAKARTA – Upaya melaksanakan pemungutan suara secara serentak pada Pemilu…

Jumat, 19 April 2019 11:51

Pilpres Usai, PNS Diminta Kembali Fokus Layani Masyarakat

 JAKARTA – Sehari setelah penyelenggaraan coblosan Pilpres 2019, Menteri Pendayagunaan…

Jumat, 19 April 2019 11:49

Dampingi Prabowo, Sandi Pilih Diam

JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto untuk ketiga kalinya kembali…

Jumat, 19 April 2019 11:41
Perempuan Iraq yang Terkekang Adat Nahwa dan Fasliya

Dipaksa Menikah dan Jadi Tanda Perdamaian

Sebagian besar rakyat Iraq bergembira setelah Saddam Hussein tumbang. Namun,…

Jumat, 19 April 2019 11:21

Peluang All English Final Liga Champions

MANCHESTER – Inggris membuka peluang All English Final di Liga…

Jumat, 19 April 2019 10:31

Logistik Terlambat Datang, KPU Kaltim Gelar Pemungutan Suara Susulan

SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur (KPU Kaltim)…

Cerita dari Bilik Suara

Jokowi Tegaskan Kemenangan Versi 12 Lembaga Survei

Hujan Deras dan Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi

KPU Perintahkan Coblosan Susulan di 2.249 TPS

Karena Struktur Partai Bekerja Total

PKS Solid, PAN dan Nasdem Lampaui Survei

Buka Lagi Keran Impor Bawang Putih

Partisipasi Pemilih Lampaui Target

Quick Count Dinilai Membingungkan Masyarakat

Kemenkes Siapkan Perawatan Kejiwaan Pasca Pemilu
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*