MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 26 Oktober 2013 09:59
Cek Rp 2 Miliar dari Perusahaan Tambang

Mantan Wali Kota Samarinda Dilapor ke KPK

PROKAL.CO, v>

SAMARINDA - Dugaan korupsi dalam penerbitan izin tambang di Samarinda mencuat. Dua nama disebut-sebut menerima gratifikasi atas pemberian izin usaha pertambangan (IUP) PT Graha Benua Etam (GBE). Kedua orang yang sebelumnya berstatus pejabat negara tersebut adalah mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Samarinda Rusdi Arya Rasyid dan mantan Wali Kota Samarinda Achmad Amins.

Keduanya sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Indonesian Corruption Watch (ICW). Staf Divisi Investigasi dan Publikasi ICW, Lais Abid mengungkapkan, Rusdi dan Amins diduga melakukan kejahatan korporasi saat memberikan IUP PT GBE. Informasi ini dibebernya saat menggelar jumpa pers kemarin.

“Laporan sudah kami kirim ke KPK sejak 15 Mei 2013 lalu,” sebut Abid. Menurut dia, laporan dilengkapi sejumlah bukti berupa dua lembar cek Rp 2 miliar yang ditandatangani pihak perusahaan atas nama Rudi Tanair.

Awalnya, ICW menemukan bukti berupa cek yang diberikan kepada Rusdi dari perusahaan. “Kemudian setelah kami telusuri lebih lanjut, ada keterkaitan mantan Wali Kota Samarinda,” ucap Lais. Lebih lanjut, Lais menyebut ICW bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah lokal untuk menginvestigasi.

“Dari bantuan tersebut, didapat sejumlah petunjuk dari dokumen dan wawancara dengan beberapa orang,” ucapnya. Berdasarkan petunjuk dari hasil investigasi dokumen dan wawancara ke sejumlah orang, ada indikasi Wali Kota saat itu mendapat kucuran gratifikasi.

Dia mengungkapkan, tidak mungkin dana tersebut untuk mengurus izin. “Kalau dana memang mengurus IUP, mestinya masuk ke rekening pemerintah. Bukan dalam bentuk cek seperti itu,” jelasnya. Mengenai perkembangan pemeriksaan laporan tersebut, Abid mengatakan pada September lalu.

Laporan dengan surat Nomor Agenda: 2013-06-000067 dan nomor informasi 61139 itu  sudah masuk pemeriksaan oleh Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan. Gratifikasi diduga diberikan pada 2008 menjelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur yang diikuti Amins. Dana tersebut ditengarai untuk membiayai kampanye pilgub.

“Di cek memang hanya tertulis untuk Rasyid dengan keterangan uang muka pemberian izin tambang. Namun setelah ditelusuri ada dugaan keterlibatan Amins. Mudah-mudahan KPK segera memproses laporan kami,” ucap Lais.

Sekadar informasi, Rudi Tanair merupakan bos CV Jasa Ananda, perusahaan yang menunggak dana jamrek dan royalti. CV Jasa Ananda belum menyetorkan jamrek dan royalti ke pemerintah sekitar Rp 1,2 miliar. Dana tersebut dibagi atas dana setoran jamrek Rp 500 juta dan dana setoran royalti Rp 700 juta.

Hingga berita ini diturunkan, baik Amins, Rusdi, maupun Rudi Tanair, belum bisa dikonfirmasi untuk hak jawab. Media ini mencoba menghubungi Achmad Amins dugaan gratifikasi namun dia tidak mengangkat panggilan. Beberapa saat kemudian, telepon genggamnya sudah tidak aktif. (*/fch/fel/che/k1)
 
loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

AWAS..!! Cuaca Ekstrem Hingga Kamis

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

Wacanakan Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Terbakar saat Transfer Minyak

Dijawab Sekawan, Dibalas Berapa Bu, Sekewan?

Bantah Pacaran dengan Julie Estelle

Mendamba Momongan

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*