MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Juli 2019 12:34
Kaltim Kekurangan Penyuluh Pertanian, Ini Kata Gubernur

Isran: Jangan Banyak Mengeluh, Fokus Naikkan Produktivitas

ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kurangnya tenaga penyuluh pertanian di Bumi Etam tidak hanya menyulitkan Pemprov Kaltim dalam mewujudkan swasembada pangan pada 2023. Tapi juga berpotensi mengganggu produktivitas pertanian yang mulai menunjukkan perbaikan. Sebab produktivitas pertanian tidak lepas dari sumber daya manusia (SDM) petani yang harus ditingkatkan.

Kaltim saat ini memiliki 7.200 kelompok tani yang harus dibina oleh penyuluh pertanian. Tapi, tenaga penyuluh yang tersedia hanya ada 639 orang sedangkan jumlah desa di Kaltim ada sebanyak 1.020 desa. Padahal, seharusnya minimal satu desa memiliki satu penyuluh pertanian untuk membantu para petani meningkatkan produksinya.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, tak hanya Kaltim, tapi seluruh daerah di Indonesia juga kekurangan penyuluh pertanian. Untuk pengawalan dan pendampingan capaian sukses pembangunan sektor pertanian diperlukan 74 ribu orang penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Saat ini baru tersedia 31.500 orang, artinya masih membutuhkan 42.500 orang.

Kurangnya tenaga penyuluh di Kaltim, lanjut Isran dikarenakan banyaknya tenaga penyuluh yang pensiun hingga turunnya penyuluh baru di lapangan. Secara kelembagaan, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) juga belum bisa banyak memberikan tenaga penyuluh baru, sehingga wajar jika penyuluh pertanian kurang.

“Intinya jangan terlalu banyak mengeluh, kerja saja sesuai tugasnya. Untuk menuju swasembada dibutuhkan peningkatan produksi hasil pertanian berarti tugas kita bersama meningkatkan itu,” ujarnya, Rabu (10/7).

Dia menjelaskan, tidak ada strategi khusus untuk meningkatkan jumlah penyuluh pertanian. Pihaknya sadar, penyuluh pertanian merupakan garda depan pembangunan sektor pertanian agar mampu meraih sejumlah prestasi yang membanggakan. Tapi yang terpenting untuk menuju swasembada pangan diperlukan produktivitas pertanian yang terus meningkat.

Saat ini produktivitas pertanian Kaltim mulai membaik. Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim mencatat produksi padi di Kaltim naik 31,04 persen. Dari 305.377 ton gabah kering giling (GKG) menjadi 400.102 ton GKG atau bertambah 94.765 ton. Tak hanya produksi padi, jagung juga terus mengalami peningkatan.

Saat ini produksi jagung di Kaltim mencapai 112.522 ton. Jumlah itu surplus 92.577 ton dibandingkan kebutuhan jagung di Kaltim. “Yang kita perlukan terus meningkatkan produktivitas pertanian agar tercipta swasembada pangan. Masalah kekurangan penyuluh pertanian semua daerah turut merasakan hal tersebut,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 11:23

Rush Berjaya, Market Share Balikpapan Capai 27 Persen

JAKARTA - Meski ekonomi sedang tidak begitu baik, market share…

Jumat, 19 Juli 2019 10:27

Suku Bunga Turun Gairahkan Otomotif

JAKARTA – Setelah tujuh bulan bertahan sejak November tahun lalu,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*