MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 11 Juli 2019 11:12
Semua Masih Mulus Nole

Ditantang Roberto Bautista Agut di Semifinal

Novak Djokovic

PROKAL.CO, LONDON-Ranking satu dunia sekaligus juara bertahan Novak Djokovic belum terbendung. Kemarin di babak perempat final Nole, sapaan akrab Djokovic mengempaskan David Goffin tiga set langsung 6-4, 6-0, 6-2. Hasil itu memastikannya mendapat tiket semifinal Wimbledon kesembilan sepanjang karir.

Dominasi Djokovic atas Goffin terlihat sepanjang laga. Petenis Serbia itu memenangi sepuluh game berturut-turut di tengah laga. Pada set kedua dia tidak memberi satu game pun jatuh ke tangan Goffin. Set itu dia selesaikan hanya dalam tempo 32 menit.

Meski demikian, Djokovic mengakui Goffin membuatnya kerepotan di set pertama. Jika saja dia tidak bisa mengambil alih ritme permainan, dia yakin pertandingan bisa berakhir lebih sulit untuknya.

“Dia memulai laga dengan mendikte permainan melalui baseline,” ucap Djokovic. “Syukurlah aku puas dengan permainanku di set kedua dan ketiga. Sejauh ini semuanya masih sesuai degan yang aku inginkan,” tambahnya dilansir BBC.

Hasil ini sekaligus makin membuat Djokovic begitu dominan di hadapan Goffin. Nole kini sudah menang enam kali atas Goffin di tujuh kali pertemuan keduanya di berbagai ajang. Satu-satunya kemenanga Goffin atas Djokovic terjadi di perempat final Monte Carlo Masters 2017 silam.

Di semifnal Djokovic akan berhadapan dengan Roberto Bautista Agut. Petenis Spanyol itu kemarin mengempaskan lawannya asal Argentina yakni Guido Pella dalam empat set 7-5, 6-4, 3-6, 6-3. Laga berlangsung selama tiga jam 6 menit.

Sejauh ini Djokovic dan Agut telah bertemu sepuluh kali. Tapi Djokovic masih unggul segala-galanya. Djokovic sudah memenangi tujuh dari sepuluh laga tersebut. Selain itu, Djokovic punya pengalaman lebih mumpuni untuk tampil di panggung besar seperti semifinal Wimbledon.

Ini menjadi kali kesembilan Djokovic tampil di empat besar Wimbledon. Sementara bagi Agut ini baru pengalaman pertamanya sepanjang karir tampil di empat besar ajang mayor. “Tapi siapapun lawan di semifinal adalah petenis berbahaya,” ucap Djokovic.

Yang patut diwaspadai Djokovic adalah dalam dua pertemuan terakhir yang berlangsung tahun ini, Agut selalu mampu menumbangkannya. Itu terjadi di Qatar Open pada Februari dan di Miami Masters, Maret lalu. Keduanya adalah turnamen lapangan keras.

“Semua tahu dia (Djokovic) adalah ranking satu dunia. Aku harus bermaina sangat-sangat baik jika ingin mengalahkannya,” ucap Agut pasca mengalahkan Pella.

Selain mengangkat trofi Wimbledon tahun lalu, Djokovic sudah memenangi ajang ini pada 2015, 2014, dan 2011. Empat gelar yang dia raih membuatnya berada tepat di bawah Roger Federer yang sudah mengumpulkan delapan gelar sepanjang karir di daftar petenis aktif pengumpul trofi Wimbledon terbanyak sepanjang masa.

Agut sendiri belum pernah sekalipun memenangi titel grand slam. Capaian terbaiknya sebelum ini di ajang mayor adalah mencapai perempat final. (irr)

loading...