MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 09 Juli 2019 12:46
Bola di Tangan Pemkot soal Pelajar yang Ditolak SMP Negeri

Bisa Diterima setelah PPBD Berakhir

Pelaksanaan PPDB di Balikpapan.

PROKAL.CO, Angin segar bagi pelajar di Balikpapan yang ditolak SMP negeri karena kelebihan usia. Mereka bisa masuk sekolah negeri lewat jalur manual.

 

BALIKPAPAN-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bergeming soal batas usia maksimal dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Meski mengundang kontroversi, Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 bukan satu-satunya aturan yang mencantumkan syarat usia calon peserta didik bisa mendaftar sekolah lanjutan.

Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang kepada Kaltim Post menyebut, ketentuan usia sudah masuk Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. “Jadi sebenarnya prioritas karena ketentuan umur dalam Permendikbud PPDB mengambil ketentuan dalam UU Sisdiknas dan PP 17 Tahun 2010,” ujar Chatarina, kemarin (8/7).

Tetapi masih ada asa. Chatarina menyebut aturan itu berlaku bergantung pada kapasitas rombongan belajar (rombel) pendidikan formal di masing-masing daerah. Jika selama prosesnya telah memenuhi kuota, memang sekolah diwajibkan mengikuti aturan main. “Prinsipnya, jika rombel terpenuhi, yang diprioritaskan calon peserta yang usianya sesuai ketentuan,” terangnya.

Disinggung mengenai sistem PPDB online yang tidak fleksibel terhadap batas usia, dia kembali memegang pada peraturan yang sudah dibuat. Pun hingga pelaksanaan PPDB online berakhir kondisinya tak bisa diganggu gugat. Tapi dia menyangkal jika batas usia akan menghilangkan hak calon peserta didik. “Selama masih ada bangku setelah pendaftaran online tutup, bisa saja (calon peserta didik yang kelebihan usia) diterima,” tegasnya.

Setelah PPDB online berakhir, Chatarina menyebut kementerian mempersilakan bagi yang kelebihan usia untuk mendaftar lewat jalur manual di sekolah. Sekali lagi dengan syarat kuota rombel belum terpenuhi. “Jangankan sehari. Lebih 10 bulan pun masih bisa diterima. Sekolah wajib menerima. Tapi jangan sampai yang memenuhi syarat umur malah tidak ditampung,” imbuhnya.

Kebijakan terkait menemukan calon peserta didik di atas batas usia itu bisa dilakukan di tingkat daerah. Tanpa perlu menunggu petunjuk dan persetujuan pusat. “Banyak daerah yang melakukan kebijakan ini,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Profesor Susilo menyebut perlu keberanian dari kepala sekolah untuk bisa terlibat dalam persoalan batas usia. Jika kasusnya menjadi krusial dan lantaran secara kuantitas bisa menghambat pemenuhan kuota rombel. “Kalau konteksnya sangat kritis untuk dilanggar. Maka harus ada kesepakatan antar-kepala sekolah agar tak ada istilah saling menyalahkan,” ungkapnya.

Dengan sistem yang sudah ada saat ini, memang sulit mengubahnya. Namun, ini harus menjadi catatan dari pemerintah daerah ke pusat. Sehingga persoalan tahun ini bisa diatasi pada PPDB selanjutnya. Sebagai pelaksana kebijakan, pemerintah daerah pun tak hanya boleh pasrah menerima setiap aturan. “Setiap daerah punya keunikan dan persoalan pendidikannya sendiri. Ini harusnya bisa diketahui kementerian. Pemerintah di daerah pun jangan diam. Tapi ikut aktif,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Sumiyati, warga RT 3 Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, pasrah setelah anaknya, Khoirun Juniansyah gagal melanjutkan sekolah ke kelas 7 SMP lantaran usia tak memenuhi syarat pendaftaran PPDB 2019.

“Sistem langsung menolak ketika input usia. Syarat usia maksimal 15 tahun pada 1 Juli 2019. Sementara usia anak ini 15 tahun lebih 15 hari," kata Ketua LPM Sungai Nangka, Parlindungan mewakili suara Sumiyati.

Parlin, sapaan akrabnya, kemudian melakukan protes ke pihak sekolah. Namun pihak sekolah tak bisa berbuat banyak karena sistem data pokok pendidikan (Dapodik) berlaku secara nasional. Sekolah tak memiliki kewenangan untuk mengubah sistem yang sudah ada. Begitu pula saat dia melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan. Diperoleh jawaban serupa. “Lalu saya baca juknis (Petunjuk Teknis) PPDB 2019/2020. Pasal 16 juga mengatur soal batas usia maksimal. Bahkan lebih sehari saja tak bisa masuk datanya,” kata Parlin.

Sekretaris Disdikbud Balikpapan Budy Mulyatno, Jumat (5/7) lalu menyebut pihaknya telah menerima sejumlah keluhan orangtua calon siswa terkait masalah usia itu. Karena sistem Dapodik merupakan kewenangan pusat tak ada yang bisa dilakukan pihaknya.

Aturan usia pun tak bisa diganggu karena didasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Dengan Permendikbud ini, Disdikbud mengeluarkan Keputusan Kepala Disdikbud Balikpapan Nomor 420/937/SKT/V/2019. Isinya petunjuk teknis PPDB 2019/2020. “Dapodik itu lebih satu hari usianya saja dari ketentuan, enggak masuk (daftar). Tapi ini ‘kan sudah sistem dari pusat ya ranahnya,” sebutnya.

Daerah, kata dia, hanya bisa memberikan kesempatan bagi orangtua yang anaknya bermasalah di kelebihan usia ini. Mendaftarkan anaknya ke jalur pendidikan non-formal. “Solusinya melanjutkan pendidikan ke SKB (sanggar kegiatan belajar) atau ikut ujian paket. Di Balikpapan kan ada beberapa di Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur,” katanya. (rdh/rom/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*