MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 09 Juli 2019 12:45
Belajar Memupuk Semangat Literasi di SD 020 Balikpapan Tengah

Kumpul Koin demi Membangun Pipa Baca dan Buku

Ada banyak cara untuk menumbuhkan semangat membaca itu. SD 020 Balikpapan Tengah memilih mengajak siswa membuat pipa baca dan menyumbang buku. Caranya lewat kumpul koin.

PROKAL.CO, Ada banyak cara untuk menumbuhkan semangat membaca itu. SD 020 Balikpapan Tengah memilih mengajak siswa membuat pipa baca dan menyumbang buku. Caranya lewat kumpul koin.

 

BUDAYA membaca harus terus dibangun sejak dini. Tidak hanya sibuk bermain dan belajar, anak juga diperkenalkan dengan kebiasaan membaca setiap hari. Awalnya, siswa diminta mengumpulkan koin terlebih dahulu. Biasanya dilakukan setiap Sabtu. Setiap kelas memiliki kaleng koin masing-masing. Setelah pengumpulan koin, guru yang bertanggung jawab akan menyimpannya lagi. Selama empat hingga lima bulan efektif pembelajaran, jumlah koin yang terkumpul hampir Rp 2 juta.

Setelah koin terkumpul, siswa bersama guru dan komite sekolah pergi ke toko buku. Mereka membeli buku unutuk melengkapi koleksi yang sudah ada di sekolah. Guru kelas II, Rahadiani Dwi mengatakan, guru akan memberikan kesempatan spesial bagi siswa yang sering tampil bercerita saat kegiatan Sabtu Ceria. Acara ini dilakukan setiap bulan sekali, kurang lebih sekitar 45 menit. Setiap anak bebas menunjukkan kemampuan. Misalnya, menyanyi, baca puisi, bukti keberhasilan pembelajaran, dan bercerita. Mereka yang aktif tampil mendapat kesempatan bebas memilih dan membeli buku-buku hasil pengumpulan koin tersebut. “Buku yang dipilih siswa biasanya juga buku yang disukai oleh teman-teman sebayanya,” katanya.

Selain berhak memilih buku, siswa juga bisa menjadi peminjam dan pembaca pertama buku-buku yang dia pilih. Kemudian setelah selesai meminjam, siswa harus mengembalikan lagi buku ke sekolah. Contoh dalam pelaksanaan pertama pengumpulan koin, hasilnya terpilih empat siswa yang mendapat kesempatan itu. Dia berharap, adanya penghargaan tersebut mampu memicu semangat siswa lain. Baik untuk lebih banyak membaca buku hingga tampil bercerita di Sabtu Ceria. Sementara itu, Listiyorini, guru kelas IV A menjelaskan, tujuan program kumpul koin adalah menumbuhkan kesukaan membaca pada anak.

“Siswa dibiarkan memilih buku sesuai selera untuk membuat mereka senang dan tertarik dulu,” ujar guru yang menemani siswa belanja buku tersebut. Menurut dia, kegiatan pengumpulan koin dan pembelian buku oleh siswa sekaligus menumbuhkan sifat memiliki siswa terhadap buku-buku di sekolah. “Siswa terlibat langsung dengan mengumpulkan dan membeli buku sendiri, tumbuh rasa memiliki terhadap buku-buku itu,” ujarnya. Tak hanya membeli buku, hasil pengumpulan koin juga digunakan untuk membeli pipa paralon. Selanjutnya, pipa ini berfungsi sebagai dudukan atau rak buku tersebut. Mereka menamakannya sebagai pipa baca.

Caranya, pipa paralon dibelah sebagian agar dapat berfungsi sebagai dudukan buku. Kemudian pipa dipasang di setiap dinding luar depan kelas. Totalnya masing-masing kelas dari kelas I–VI memiliki pipa baca sebanyak 80 buku. Semua berasal dari koin yang terkumpul. “Supaya jumlah buku yang dibeli banyak, kami tidak membeli di toko buku yang mahal. Walaupun kualitas kertasnya agak berbeda, isinya bagus,” sebutnya. Kepala SD 020 Balikpapan Tengah, Linceria Hutapea menyebutkan, pihak sekolah telah membuat program 15 menit membaca sebelum pembelajaran untuk mendukung kehadiran pipa baca tersebut. Walau sebenarnya sudah memiliki pojok baca di setiap kelas yang berasal dari siswa. Tiap siswa dulu sebelumnya menyumbang rata-rata satu buku atau lebih secara sukarela.

Namun, dengan pipa baca yang terletak di dinding luar kelas dan pojok baca yang ada di dalam kelas, siswa semakin sering terpapar dengan buku. “Ke mana-mana mereka akan lihat buku. Kami berharap dengan strategi memapar siswa dengan buku ini, siswa tergerak untuk selalu baca buku,” tutupnya. Dia menyebutkan, kegiatan literasi di sekolah merupakan bagian dari pelatihan program PINTAR dari Tanoto Foundation untuk kepala sekolah dan guru. Salah satu materi berisi menggerakkan budaya baca. Bersama dukungan komite dan orangtua, mereka sepakat menyukseskan program tersebut. (gel/riz/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*