MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Juli 2019 11:08
Impor Kaltim Turun 36,93 Persen
Pada periode Januari-Mei 2019 mengalami penurunan 36,93 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kinerja impor Kaltim pada periode Januari-Mei 2019 mengalami penurunan 36,93 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Kaltim pada Januari-Mei sebesar USD 1,16 miliar. Pada periode selanjutnya diprediksi lebih baik seiring banyaknya impor bahan baku dan barang modal untuk mendukung kinerja nonmigas.

Kepala BPS Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, impor Kaltim pada Mei 2019 mencapai USD 0,17 miliar atau mengalami penurunan sebesar 13,85 persen dibanding April 2019. Sementara bila dibanding Mei 2018 mengalami penurunan sebesar 56,27 persen. “Penurunan terjadi akibat turunnya impor barang migas. Sedangkan barang nonmigas mengalami peningkatan,” ujarnya, Minggu (7/7).

Dia menjelaskan, impor barang migas Mei 2019 mencapai USD 0,06 miliar, turun 32,46 persen dibanding April 2019. Sementara impor barang nonmigas Mei 2019 mencapai USD 0,11 miliar, naik sebesar 0,84 persen dibanding April 2019. “Kalau kita lihat secara kumulatif dari Januari hingga Mei impor Kaltim menurun 36,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, kinerja impor masih akan turun pada periode selanjutnya. Namun tidak separah triwulan pertama tahun ini dan kinerja ekspor lebih baik. Perbaikan kinerja impor triwulan berikutnya bersumber dari impor nonmigas, terutama impor barang modal dan bahan baku.

“Peningkatan impor barang modal dan bahan baku Kaltim sejalan dengan kondisi ekonomi Kaltim yang diperkirakan terus melanjutkan akselerasi pertumbuhan pada triwulan II 2019,” tuturnya.

Jika dilihat per triwulan, impor luar negeri Kaltim triwulan I 2019 mengalami kontraksi pertumbuhan yang signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya. Yakni terkontraksi minus 20,60 persen (year on year/yoy), turun dari 8,03 persen (yoy) triwulan sebelumnya. Penurunan impor triwulan I 2019 disebabkan penurunan impor minyak mentah, sebagai bahan baku pengolahan kilang minyak Balikpapan.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 42 Tahun 2018 telah mengatur tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk keperluan dalam negeri. “Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia. Sehingga penurunan impor memang terus digencarkan,” katanya.

Pada 2019, tambahnya, BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan migas telah menyepakati kontrak jual beli dengan 11 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di berbagai wilayah Indonesia. Lebih lanjut, perawatan rutin kilang minyak Balikpapan yang terjadi pada Februari 2019, turut mendukung penurunan impor migas Kaltim triwulan I 2019.

Selain penurunan impor migas, impor nonmigas Kaltim triwulan I 2019 juga tercatat mengalami perlambatan dari 68,75 persen (yoy) di triwulan IV 2018 menjadi 19,40 persen (yoy). Perlambatan tersebut bersumber dari normalisasi impor barang modal pasca pemenuhan kebutuhan alat-alat konstruksi, pada triwulan IV 2018.

Tercatat impor barang modal melambat dari 141,48 persen (yoy) di triwulan IV 2018, menjadi 37,15 persen (yoy) pada triwulan I 2019. Kondisi ini disebabkan beberapa proyek konstruksi yang pengerjaannya mundur akibat kendala cuaca pada akhir tahun.

“Kondisi ini berdampak pada proses konstruksi yang baru bisa dilaksanakan pada triwulan I 2019. Sehingga untuk memenuhi bahan baku konstruksi tersebut, impor Kaltim akan lebih baik pada periode berikutnya,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…

Minggu, 14 Juli 2019 11:40

INGAT..!! Jangan Asal Tutup Kartu Kredit

MENUTUP kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:39

Incar Pertumbuhan Produksi 10 Persen di Algeria

BALIKPAPAN- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengincar pertumbuhan produksi sumur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*