MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

HIBURAN

Sabtu, 06 Juli 2019 10:25
Digugat Rp 9,4 Miliar
KURANG SERIUS: Pihak Ashanty dianggap tidak beriktikad baik sehingga kasus yang dihadapi berbuntut panjang.

PROKAL.CO, F-Ashanty

Ashanty tengah digugat kasus Rp 9,4 miliar terkait usaha kerja sama dengan Martin Pratiwi pada 2016. Terkait hal ini, Martin mengaku tak ingin menuntut banyak hal. Sang penggugat menjelaskan kejadian yang sebenarnya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

"Sudah ada usaha untuk memberitahukan hak istri saya. Bukan nuntut macam-macam, tapi haknya kan sudah disebutkan, di situ sudah pernah lewat pengacara, somasi juga dilayangkan," ujar Agus Ujianto, suami dari Martin.

Selama masa pemberitahuan tersebut, pihak penggugat nyatanya tak mendapat kabar lanjutan dari Ashanty dan manajernya. Mereka telah melakukan beberapa usaha, namun tidak menemukan titik temu.

"Selama itu juga nggak ada jawaban yang pasti. Kami merasa menunggu dulu siapa tahu ada iktikad baik. Akhirnya kan berbagai usaha juga dilakukan. Ada pertemuan dengan manajernya, pembicaraan seperti poin-poin yang ada dalam gugatan sama-sama tidak mendapat titik temu," paparnya lagi.

Selain itu, Agus memaparkan pasal-pasal yang belum dipenuhi dari pihak Ashanty terkait pemutusan kontrak kerjanya. Agus dan istri menuntut beberapa aset yang harusnya menjadi miliknya karena pemutusan kontrak tersebut.

"Yang kedua, bukan kami tidak mau diputus kontrak, tapi di dalam klausul kontrak itu ada pasal yang menyebutkan jika salah satu memutuskan hubungan kontrak, maka produk yang lama akan jadi milik orang yang diputus kontrak (istrinya)," lanjut Agus.

"Istri saya diam saja, karena kalau memutus kontrak, semua barang, semua aset, masuk ke pihak yang memutuskan," sambungnya. Segala aset dari hasil kerja samanya, bagi Agus dan istri itu telah menjadi haknya. Namun hingga saat ini, Ashanty belum juga memberikannya.

 

"Setelah diputuskan (kontrak) pasti kan ada aset. Itu kan sesuai perjanjian harus dibagi dua. Sampai saat itu juga ketika dikonfirmasi semua laporan yang ada, aset itu belum dibagi juga sampai sekarang," jelasnya.

 

"Kami bertanya terus mau kapan? Kita maunya selesai baik-baik, namanya bisnis bareng," tukasnya. (mau/kmb/int/abi/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 08:41

Sumbat Celah Kepsek Titipan

<div> <div> <strong>TENGGARONG </strong>- Diberlakukannya aturan pengangkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*