MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 25 Juni 2019 12:17
Dari Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir
349 Suara Bergeser, PPK Berdalih Faktor Kelelahan
MARATON: Sidang sengketa hasil pemilu digelar di Pengadilan Negeri Samarinda kemarin dan baru selesai dalam waktu tujuh hari. BAYU ROLLES/KP

PROKAL.CO, Rekapitulasi Kecamatan Loa Janan Ilir berkelindan dugaan pergeseran suara. Lima Penyelenggara Pemilihan Kecamatan Loa Janan Ilir (PPK LJI) jadi pesakitan. Perhitungan ulang ditempuh berbekal rekomendasi pengawas pemilu. Para PPK berdalih kesalahan hitung itu faktor kelelahan.

 

JON Rantelino berteriak lantang ketika rekapitulasi Pemilu Serentak 2019 tingkat Kecamatan Loa Janan Ilir rampung digelar pada 30 April. Emosinya meledak saat mengetahui suara Elnathan Pasambe, caleg Gerindra Samarinda dari dapil II (Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir) yang diusungnya menyusut ratusan suara.

“Kenapa hasil DA-1 (formulir hasil rekap tingkat kecamatan) berbeda dengan jumlah lima DAA-1 (formulir hasil rekap tingkat kelurahan),” tutur koordinator timses Elnatan Pasambe ketika bersaksi dalam ruang sidang Bagir Manan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, kemarin (24/6).

Kala itu, dia keras menyoal adanya pergeseran suara itu ke di PPK LJI dan menuntut menghitung ulang hasil rekapitulasi yang tertuang di lima kelurahan; Rapak Dalam, Harapan Baru, Sengkotek, Simpang Tiga, dan Tani Aman.

“Tapi dia (ketua PPK LJI) bilang tidak bisa diulang karena sudah diproses, tinggal verifikasi akhir para pihak yang hadir direkapitulasi,” sambungnya mereka ulang kejadian itu.

Tak habis akal, dia langsung meminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) LJI untuk menghentikan sementara perhitungan tersebut. Mediasi pun bergulir karena dugaan itu. Panwascam dan PPK sempat mengomparasikan formulir DAA-1 dan DA-1. Benar ada perbedaan hasil perhitungan. Dua penyelenggara pemilu tingkat kecamatan itu pun berkoordinasi dengan entitas di atasnya, Bawaslu dan KPU Samarinda.

“Saya tahu, karena anggota tim saya yang jadi saksi ngomong, hasil di lima kelurahan kalau diakumulasi berbeda dengan kecamatan. Berbekal lima formulir DAA-1 itu saya menyoal,” katanya di depan majelis hakim yang dipimpin Lucius Sunarto bersama Burhanuddin dan Rustam itu. “Tapi PPK malah bilang ini hanya faktor mereka kelelahan merekap hasil pemilu,” imbuhnya.

Kemarin, dia dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwinanto Agung Wibowo dalam kasus dugaan penggelembungan suara yang menyeret lima anggota PPK LJI. Para terdakwa itu, Ahmad Noval (ketua PPK LJI), Abdul Afif, Joharuddin, Adi Sutrisno, dan Hadriansyah.

Selain Jon, ada tujuh saksi lain, yakni Daini Rahmad (komisioner Bawaslu Samarinda), Budiansyah (Panwascam LJI), Nina Mawadah (komisioner KPU Samarinda), Rahmat Hidayat dan Rinda Efendi (Panitia Penyelenggara Setempat/PPS Kelurahan Tani Aman). Dan dua caleg Gerindra, Elnathan Pasambe dan Mujianto.

Hasil koordinasi dengan Bawaslu dan KPU Samarinda itu, perhitungan di LJI pun ditunda. “Selain itu, kita tunggu rekomendasi Bawaslu/Panwacam untuk perhitungan ulang,” sambung Nina Mawadah menerangkan.

Dua hari berselang, pada 2 Mei 2019 pukul 11.00–13.00 Wita, rekomendasi untuk menghitung ulang tersebut diterbitkan Panwascam LJI yang dipantau langsung Bawaslu dan KPU Samarinda. “Jadi, ketika rekapitulasi kota pada 5–7 Mei, hasil yang dipaparkan perhitungan ulang ini,” ucapnya.

Elnathan Pasambe mengaku suara yang diperolehnya bergeser di tiga kelurahan, Sengkotek, Rapak Dalam, dan Simpang Tiga (lihat infografis).

Ditempuhnya perhitungan ulang dan memulihkan suara awalnya dia pun tak lagi menyoal. “Totalnya 349 suara, majelis,” aku pria berkacamata itu.

Sementara itu, Mujianto, caleg yang menerima limpahan suara itu mengaku tak mengetahui mengapa peralihan tersebut terjadi. “Aneh saja, suara yang didapat meningkat tapi kamu malah cuek saja,” tanya Hakim Rustam.

Namun, dia menegaskan, semua sudah diserahkan sepenuhnya ke internal partai dan partai menerima hasil perhitungan ulang tersebut. “Saya baru bertemu dengan Pak Noval (ketua PPK LJI) ketika ada persoalan itu,” sebutnya singkat. (*/ryu/dwi/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 13:10

TENANG AJA..!! Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Aman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Mandiri memastikan rekening nasabahnya tetap aman…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*