MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 24 Juni 2019 13:18
Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel
AMATI PUING: Petugas mencari bukti baru di pabrik macis di Binjai yang terbakar Jumat lalu (21/6). (Ivan Damanik/AFP)

PROKAL.CO, LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan 30 orang di dalam pabrik perakitan korek gas (macis) di Jalan T. Amir Hamzah, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6). Pemilik pabrik, Indra Mawan, bakal dijerat pasal berlapis. Selain soal kelalaian yang menimbulkan kebakaran, Indra dituding melanggar regulasi tentang industri dan lingkungan.

Hal itu disampaikan Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto kepada Sumut Pos kemarin. Dia menjelaskan, Indra memiliki tiga pabrik rumahan di Langkat. Selain satu pabrik yang terbakar, ada usaha serupa di Desa Perdamaian dan Desa Banyumas. Dua pabrik itu kini sudah dipasangi police line oleh Polres Binjai.

Nugroho menambahkan, dalam menjalankan usahanya, Indra diduga berusaha mengelabui pemerintah. Tujuannya, menghindari atau memperkecil pajak dan retribusi serta jaminan sosial pekerja. ’’Gaji karyawannya kecil, di bawah UMK. Ya mungkin untuk menghindari itu,’’ kata Nugroho tanpa menyebut nominal gaji yang dimaksud.

Perwira menengah yang akrab disapa Nugie itu juga menjelaskan kronologi penangkapan Indra. Dia mengungkapkan, Indra semula bersikap kooperatif. Dia bersedia mendatangi Polres Binjai dan memberikan keterangan sebagai saksi. Namun, belakangan Indra berusaha menghindar. ’’Dia mencoba melarikan diri. Tapi, anggota cepat mengejar,’’ ujarnya.

Penangkapan dilakukan Unit Jatanras Satreskrim Polres Binjai bersama Ditkrimum Polda Sumatera Utara. Selama ini Indra berdomisili di Jakarta. Namun, Sabtu sore lalu (22/6) dia berada di sebuah hotel di Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah. Tak buang waktu, polisi pun menangkap Indra.

Sebagaimana diberitakan, pabrik perakitan macis di Desa Sambirejo ludes dilahap api Jumat sekitar pukul 11.30. Sebanyak 30 orang tewas di dalam rumah tersebut. Mayoritas perempuan. Para korban yang merupakan pekerja di rumah itu tidak bisa menyelamatkan diri karena pintu depan dikunci, sedangkan pintu belakang tidak bisa dilewati karena telah tertutup api.

Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Selain Indra, dua tersangka lain adalah Burhan (manajer operasional) dan Lismawarni (manajer SDM/personalia, sebelumnya disebut supervisor).

Mengenai pintu depan pabrik yang selalu dikunci, Nugroho menduga hal itu ditujukan untuk menghindari pemeriksaan petugas pemerintah. ’’Pintu masuk hanya satu, dari belakang rumah,’’ katanya. ’’Mungkin di situ biar tertutup. Kan setelah dicek memang tidak ada izinnya,’’ imbuhnya. (ted/dvs/c5/oni)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 13:10

TENANG AJA..!! Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Aman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Mandiri memastikan rekening nasabahnya tetap aman…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*