MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang
Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam
Korban tenggelam di bekas lubang tambang, Ahmad dimakamkan. (MYAMIN/PROKAL.CO)

PROKAL.CO, Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di dekat permukiman di Samarinda. Teranyar korban jiwa kembali datang dari kolam bekas tambang. Ahmad Setiawan, jadi korban ke-35 sejak 2012 silam.

 

SAMARINDA-“Ayo mandi di kolam,” ajak Dila, rekan Ahmad kepadanya selepas mengaji Alquran kemarin (22/6) sekitar pukul 13.45 Wita. Tanpa pikir panjang, ajakan itu diamini Ahmad. Siapa sangka, kolam yang dimaksud adalah bekas galian tambang. Ahmad belum pintar berenang. Namun dia memberanikan diri, turun ke lubang yang diduga kuat bekas galian tambang. Nahas menimpa bocah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kolam tersebut.

Lokasinya di Jalan P Suryanata, Gang Saka, RT 16, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Jarak antara lokasi dengan rumah duka pun tak begitu jauh. Selain itu, aksesnya sangat mudah dijangkau.

Kaltim Post bertemu dengan Fauzan Egar. Rekan korban yang ada saat kejadian. “Kami bertujuh dengan korban,” tuturnya. Ahmad, putra tunggal pasangan Rubiyanto (48) dan Farida (27) itu berenang di pinggir kolam.

Di kolam itu ada Aca (11), Rehan (12), Riza (11), Fauzan (11), Dila (11), Rani (11), dan almarhum Ahmad (10). “Saya naik kok (Ahmad) enggak ada, tinggal baju bergambar singa,” ungkapnya. Juga dengan sandal milik korban. Dia tak tahu, rekannya yang baru naik kelas IV SD itu ternyata tenggelam. “Kami cuci kaki di masjid, langsung pulang,” cerita Fauzan. Bocah kurus itu merasa takut untuk menceritakan keberadaan rekannya yang tenggelam ke keluarganya.

Matahari mulai terbenam sekitar pukul 17.45 Wita, keberadaan Ahmad belum diketahui pihak keluarga. Saudah (65), nenek korban, mendatangi kediaman Fauzan. “Dibangunkan pas tidur, saya bilang Ahmad berenang,” aku Fauzan.

Fauzan bersama temannya pun baru menyadari bahwa Ahmad diduga tenggelam. Sebab sebelumnya, dia mengira Ahmad sudah pergi dari kolam. Artinya, korban diketahui tenggelam setelah empat jam.

Saat itu juga, akhirnya dia pun menunjukkan kolam tempat sekumpulan bocah itu berenang. Kolam sedalam sekitar 10 meter itu diselami. Saat pencarian kaki warga menyentuh tubuh Ahmad. Langsung diangkat ke darat

Pukul 18.52 Wita, korban ditemukan tewas. Jasad bocah itu ditemukan di dasar galian bekas tambang dengan hanya mengenakan celana pendek. Padahal siang itu, Saudah sudah mengingatkan untuk setelah mengaji langsung pulang. “Nak, jangan main ke mana-mana,” ujarnya.

Setelah ditemukan, korban langsung dilarikan ke RS Samarinda Medika Citra (SMC). Farida, ibu korban tak bisa banyak bicara saat diwawancarai harian ini di rumah sakit. Begitu pun saat di rumah. Air matanya tak berhenti keluar. Tubuhnya terlihat lemas. “Doakan anakmu, yang tabah,” ujar kerabat dan tetangga yang berkunjung ke rumah duka.

Di ruang tamu, jenazah korban ke-35 dugaan eks lubang tambang itu dibaringkan. Farida tak menyangka anak tunggalnya itu bakal tewas di lubang bekas tambang. Singkat bercerita, Farida menyebut jika anaknya tak bisa berenang.

Heri Isnanto (37), warga sekitar yang ikut melakukan evakuasi menjelaskan, banyak lubang tambang di sekitar tempat tinggalnya. Namun biasanya, yang berenang hanya orang dewasa. Kalau pun anak-anak, menggunakan ban karet," ujarnya.

Mendengar bertambahnya korban bocah tenggelam di lubang tambang, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang mengaku kaget saat dihubungi harian ini. “Ada lagi? Sangat keterlaluan,” ujarnya.

Disebutkannya, tim Jatam Kaltim sudah diterjunkan untuk menelusuri dan menginvestigasi terkait korban serta keberadaan lokasi. “Saya belum tahu itu bekas lubang siapa. Sementara masih mencari koordinatnya,” tambahnya. Bertambahnya korban, disebut Rupang jelas mempertanyakan misi pemerintah terkait melindungi anak-anak.

Terpisah, Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Arifin Renel setelah mengetahui kejadian tersebut, bersama anggotanya menuju rumah duka. Pihaknya mencari keterangan saksi-saksi dari bocah-bocah yang berenang bersama korban. “Sementara masih melakukan penyelidikan mengenai kasus tewasnya Ahmad,” jelasnya. Selain itu, polisi mendatangi lokasi kejadian untuk mencari tahu lokasi pasti korban tenggelam di eks lubang tambang tersebut. “Saya ingin semuanya pasti,” tegasnya.

Di lain pihak, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Baihaqi Hazami mengaku, dirinya sudah mendapat laporan dari anak buahnya terkait kejadian nahas yang menimpa Ahmad. “Hari ini (kemarin) ada tim turun untuk mengecek lokasinya,” jelasnya. Baihaqi yang masih berada di luar kota itu menjelaskan, nanti akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait anak tenggelam di bekas kolam tambang emas hitam. (*/dra/rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 13:10

TENANG AJA..!! Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Aman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Mandiri memastikan rekening nasabahnya tetap aman…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*