MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 22:47
Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...
BISA BEREFEK DOMINO: Turunnya harga tiket pesawat begitu dinanti para calon penumpang.

PROKAL.CO, JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah. Salah satu solusinya adalah memberikan insentif fiskal. Opsi lainnya adalah memasukkan maskapai asing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menyatakan akan memberikan treatment dalam negeri untuk menurunkan harga tiket. Salah satu wacana yang berkembang adalah menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) sewa pesawat. Jika solusi tersebut tidak bisa menurunkan harga tiket, dia menyatakan akan mencari cara lain.  

Rencana pemerintah untuk menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) sewa pesawat disambut baik oleh maskapai. “Sangat membantu. Alhamdulillah,” kata CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan.

Hal tersebut diyakini bisa meringankan beban biaya yang ditanggung maskapai. Sehingga bisa memengaruhi harga tiket akan lebih bisa ditekan. Sebab, maskapai sebenarnya sudah dibebankan beragam PPN, mulai PPN sewa pesawat, PPN pembelian avtur, serta PPN lainnya yang dipungut dari setiap transaksi barang dan jasa yang dilakukan perusahaan.

Insentif fiskal ini, kata peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda, memang menjadi kebijakan jangka pendek yang bakal ampuh. Menurut Huda, keuangan perusahaan kan sedikit tertolong. Sehingga maskapai bisa menurunkan harga tiketnya secara instan. Apalagi, maskapai yang sudah melayani rute domestik tidak perlu bersaing dengan maskapai asing. Namun, Huda mengingatkan bahwa masih ada masalah inti di industri penerbangan.

“Meski tingkat keterisian (load factor) maskapai Indonesia di atas rata-rata breakeven load factor (BLF) maskapai Asia Pasifik, namun maskapai di Indonesia mengaku masih merugi. Jika merugi, artinya ada yang tidak efisien di penerbangan kita,” katanya. BLF Indonesia rata-rata 78 persen, sementara BLF maskapai di Asia Pasifik rata-rata 67-69 persen.

Struktur pasar yang lebih banyak dikuasai oleh grup besar seperti Lion Air dan Garuda Indonesia, lanjut dia, juga masih menjadi PR bagi pemerintah. Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group menguasai 83 persen pasar penerbangan di Indonesia. Jika kini Sriwijaya melebur ke Garuda Indonesia Group, maka penguasaan pasar Garuda Indonesia dan Lion Air Group mencapai 96 persen. “Sangat terkonsentrasi,” ujarnya.

Ketika dua grup besar sudah menguasai pasar, tambah Huda, mudah bagi perusahaan untuk menggunakan tarif batas atas, namun tetap tidak menyalahi aturan pemerintah. Padahal, jarang ada negara yang menetapkan batas harga di industri penerbangan. “Di negara-negara lain, semua maskapai akan berlomba menjadi paling efisien (karena tidak ada batasan harga yang diatur pemerintah)” ucapnya.

Sementara itu, untuk opsi mengundang maskapai asing untuk melayani penerbangan di Tanah Air dinilai tidak berpengaruh. Pasalnya, menurut pengamat penerbangan Alvin Lie wacana tersebut belum tentu menggiurkan bagi maskapai asing. Menurutnya hal itu terbukti dari tidak adanya maskapai asing yang masuk. “Peraturan ada, yaitu maksimal 49 persen,” tuturnya.

Selama sepuluh tahun terakhir tidak ada investor asing yang masuk untuk berbisnis di sektor penerbangan Tanah Air. Menurut Alvin hal ini harusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk menengok industri penerbangan. “Harusnya dilihat apakah peraturan atau kebijakan sudah mendukung industri penerbangan belum,” ucapnya. (rin/lyn/jpnn/rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…

Jumat, 19 Juli 2019 10:07

Vonis Idrus Marham Diperberat

JAKARTA – Hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*