MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 22:43
Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

“Kalau Permintaan Rumah Mewahnya Tinggi, maka Daerah Itu Berkembang”

ANGIN SEGAR: Adanya penurunan tarif pajak penghasilan bagi pemilik rumah mewah disambut baik pengembang. DOK/KP

PROKAL.CO, Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif fiskal. Tentu jadi angin segar bagi pengembang.

 

PENGUSAHA properti mengapresiasi sejumlah insentif fiskal yang diberikan pemerintah. Hal ini sejak lama ditunggu pengembang, namun sedikit tertahan dan baru bisa direalisasikan pemerintah setelah pemilu.

“Ini sudah kami harapkan, dari dulu,” kata Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kemarin (22/6). Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan batas harga hunian mewah yang  dikenai pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dari Rp 10 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Kemudian, batas harga rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS) yang dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) juga naik per masing-masing daerah, rata-rata 3-7 persen.

Pemerintah juga telah mempermudah proses validasi pajak penghasilan (PPh) final (Pasal 22) bagi pengembang, dari 15 hari menjadi 3 hari. Selain itu, PPN rumah untuk korban bencana alam juga dihapuskan. Yang terbaru, pemerintah akan segera menaikkan batas harga rumah yang dikenai PPh, dari Rp 5 miliar menjadi Rp 30 miliar. Tarif PPh-nya pun akan diturunkan, dari 5 persen menjadi 1 persen.

Menurut Totok, insentif-insentif pajak ini akan mendorong pertumbuhan sektor properti, baik di segmen menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Sebab, selama ini permintaan rumah mewah terus menurun karena pajak yang tinggi. Market share penjualan rumah mewah di atas Rp 30 miliar, kata Totok, memang hanya sekitar 2 persen dari total penjualan. Namun, efek dari penjualan rumah mewah itu juga dapat memengaruhi permintaan rumah di kelas-kelas di bawahnya.

“Kalau suatu daerah permintaan rumah mewahnya tinggi, maka daerah itu akan berkembang. Sebab rumah mewah itu artinya dipandang sebagai investasi. Tetapi kalau permintaan rumah mewahnya rendah, maka di daerah itu akan jarang orang yang investasi di properti. Artinya yang beli ya hanya orang-orang yang perlu tempat tinggal saja,” papar Totok.

Dia berharap, pertumbuhan sektor properti nantinya juga akan berimbas ke sektor-sektor lain, seperti perdagangan, industri, jasa keuangan, dan lain-lain. Sebab, properti adalah sektor usaha yang paling besar multiplier effect-nya pada perekonomian.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, properti masih menjadi industri yang dibutuhkan banyak orang, namun kenaikan harganya justru melambat. “Jadi kenaikan harga rumah baik yang small, medium dan large itu melambat. Itu hasil diskusi dan survei Bank Indonesia (BI),” katanya. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada 2013 misalnya berada di angka 12,11. Angka tersebut terus menurun hingga pada awal 2019 menjadi 1,66.

Menurut Suahasil, pengembang akan lebih bergairah dengan pelonggaran-pelonggaran pajak ini. Sebab, sebelumnya pengembang mengeluh komponen pajak di industri properti terlalu beragam, mulai pajak untuk daerah hingga negara. Hal itu membebani pengembang dan juga konsumen. (rin/jpnn/rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 13:10

TENANG AJA..!! Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Aman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Mandiri memastikan rekening nasabahnya tetap aman…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*