MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 20 Juni 2019 20:57
Kunjungi Samarinda, LPSK Minta Pemda Biayai Pendidikan ke 15 Korban Kekerasan Seksual
Dari kiri, Kasubbag Bantuan Medis, Psikologi, Rehabilitasi Psiko Sosial LPSK Ahmad Soleh dan Wakil Ketua LPSK Dr Livia Istania DF Iskandar saat berkunjung ke Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) meminta pemerintah daerah membiayai pendidikan bagi 15 korban kekerasan seksual di Samarinda. Hal ini dikarenakan, para korbannya sebagian besar masyarakat miskin.

"Kekerasan seksual di Samarinda cukup banyak. Untuk pemulihan korbannya ini, LPSK perlu banyak kerjasama ya dengan organisasi-organisasi pemerintah maupun swasta, terutama kerjasama dengan pemda," ujar Kasubbag Bantuan Medis, Psikologi, Rehabilitasi Psiko Sosial LPSK Ahmad Soleh, Kamis (20/6/2019) berkunjung ke Kantor KPAI Kota Samarinda Jl Dewi Sartika.

Tim LPSK terdiri 4 orang berkunjung ke Kalimantan Timur menemui para korban kekerasan seksual, psikolog yang menangani korban, kepolisian di Samarinda sampai ke Kecamatan Kotabangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam tim ini, salah satunya Wakil Ketua LPSK Dr Livia Istania DF Iskandar.

Ahmad Soleh ungkapkan kerjasama LPSK dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan karena korban kekerasan seksual perlu pemulihan tidak hanya fisik tapi juga menyangkut sosial.

"Sosial ini seperti korban butuh keberlanjutan pendidikannya," katanya.

Pantauan Prokal.co, tim LPSK bertemu keluarga korban kasus incest (hubungan sedarah) di Palaran. Kasus tersebut terjadi sejak tahun 2012 hingga 2019 dengan korban gadis 19 tahun dan 16 tahun. Adapun pelakunya ayah korban Paijo (67).

LPSK juga menemui korban pemerkosaan yang masih murid kelas VI Sekolah Dasar di Samarinda yang diperkosa oleh ayah dan kakak kandungnya. Kasus pemerkosaan ini diketahui setelah ibu korban melapor ke Polsek Samarinda Kota pada 26 Februari 2019.

Kedatangan LPSK ke Samarinda dan Kotabangun Kukar, dijelaskan Dr Livia dikarenakan daerah ini cukup banyak kekerasan seksual. Selain itu LPSK ingin memastikan kerjasama dengan kepolisian dan kejaksaan dalam penanganan saksi anak dan korban anak yang khusus dan harus dibedakan dengan kasus pidana lainnya.

Dikatakan Ahmad Soleh, LPSK saat ini menangani 400 korban kekerasan seksual di seluruh Indonesia.

Agar optimal perlindungan terhadap korban, pihaknya menilai perlu aksi nasional dari pusat hingga daerah mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual agar Negara bisa menyediakan anggaran untuk para korban.

"Karena kebutuhan korban kekerasan seksual ini sangat banyak. Mereka butuh pendidikan dari SD hingga kuliah ya. Kemudian kebutuhan hidup korban ketika kepala keluarganya dipenjara. Terpenting juga pemerintah daerah harus menyediakan anggaran untuk korban ini," ujar Ahmad Soleh.

Sementara itu, Komisioner KPAI Kota Samarinda, sekaligus Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak (TRC PPTPPO PA) Kaltim, Adji Suwignyo mengatakan pemerintah daerah masih kurang peduli terhadap korban seksual.

"Kenapa kami meminta bantuan hingga ke LPSK. Karena menurut kami kepedulian pemerintah daerah lemah terhadap korban kekerasan seksual. Ini menjadi masalah. Memang pemerintah mendata dan mendampingi korban tapi untuk jangka panjang kehidupannya 10 tahun hingga 15 tidak terpikirkan," ujar Adji. (mym)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:46

Pencoretan Sarwono Tuai Friksi

SAMARINDA–Friksi di tubuh PKS menyeruak ke permukaan. Kehadiran Gerakan Arah…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:44

Serapan Dana Kelurahan Belum Maksimal

SAMARINDA–Tambahan dana alokasi umum (DAU) untuk dana kelurahan akan digulirkan.…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:44

Kampung KB Semasa di Bukuan yang Cetak Prestasi

Berada di pinggiran Samarinda, Semasa konsisten menoreh prestasi. Terbaru, gelar…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:42

Pengelola SPBU Bakal Diperiksa

AKTIVITAS pengetap tengah disorot. Setelah “gelombang” amarah warga membuncah, polisi…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:42

Dibidik Polisi, Aktivitas Pengetap BBM di Samarinda Mendadak Hening

Demo Gabungan Sopir Samarinda (GASS) pekan lalu jadi pemantik aparat…

Jumat, 19 Juli 2019 23:20

KENAPA..?? Penimbun Solar Tak Ditahan

BENGKEL di kawasan Sungai Kunjang, tepatnya di Jalan Teratai, RT…

Jumat, 19 Juli 2019 23:18

Pohon Berumur Ratusan Tahun Ditebang Pembalak Liar

SAMARINDA-Pohon dengan diameter 50-100 sentimeter tersusun rapi di halaman kantor…

Jumat, 19 Juli 2019 23:17

Soal Pengetap, Pengelola SPBU Bungkam, Penyidikan Polisi Terus Berjalan

Terang-terangan ada permainan dalam bisnis haram terkait distribusi bahan bakar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:09

Ikapakarti Samarinda Gelar Donor Darah di Plaza Mulia

SAMARINDA- Ikatan paguyuban keluarga tanah Jawi ( Ikapakarti) Kota Samarinda…

Jumat, 19 Juli 2019 11:00

Pemindahan Warga Bantaran SKM, Warganya Dipindah Kemana?

SAMARINDA–Pemindahan warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*