MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 20 Juni 2019 12:00
Pemkab Mestinya Perketat Sempadan Sungai dan Danau

Upaya Revitalisasi Fungsi Sungai dan Drainase Dinilai Tepat

Danau Melintang. Jika banjir di kawasan hulu, maka Kutai Kartanegara terkena imbasnya.

PROKAL.CO, class="yiv5625494888ydpf6b9722yiv2634132589ydpd69ba5cfmsonormal">TENGGARONG- Upaya Pemkab Kukar melakukan revitalisasi fungsi sungai dan drainase di Tenggarong ternyata mendapat perhatian dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Sejumlah langkah penanganan darurat serta jangka panjang yang intruksikan Bupati Kukar Edi Damansyah pun dianggap sebagai langkah besar yang tepat.

Tim Ahli BWS Kalimantan III Eko Wahyudi menyebutkan, penanganan serta langkah antisipasi banjir di Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Pemkab Kukar tersebut diyakini sudah melalui langkah analisas serta pemabntauan di lapangan. Misalnya saja kata dia, persoalan sungai serta drainase di tengah-tengah Tenggarong diprediksi memang menjadi biang banjir di Tenggarong.

Di sejumlah wilayah di luar Kecamatan Tenggarong, Pemkab Kukar menurutnya sudah lebih dahulu melakukan normalisasi sungai. Di antaranya adalah Sungai Merdeka di Kecamatan Samboja serta beberapa aliran sungai di Kecamatan Muara Badak. Selain itu, Bupati Kukar Edi Damansyah menurutnya juga pernah meminta BWS untuk melakukan pengerukan di areal rawa di Kecamatan Tenggarong Seberang yang menjadi potensi irigasi.

“Aliran sungai dan drainase di Tenggarong memang sudah saatnya dilakukan revitalisasi. Seperti Sungai Kejawi yang berkali-kali disebutkan Pak Bupati, itu diperkirakan memiliki fungsi yang vital. Selain itu, drainase yang saat ini banyak tertutup oleh pemukiman warga juga patut dilakukan penertiban,” katanya.

Ia pun menyarankan agar Pemkab Kukar juga melakukan pembuatan Perda terkait Sempadan Sungai untuk membatasi aktivitas di sekitar sungai. Sehingga, akan diketahui batas pemukiman atau titik yang dilarang untuk bersinggungan dengan sungai.  Jika perda terkait sempadan sungai  telah ada, maka bupati perlu mengintruksikan kepada instansi teknis untuk melakukan pengawasan secara intensif.

“Maka nanti kalau di batas sempadan tersebut ada pemukiman, maka tidak boleh lagi dilakukan pertambahan bangunan. Sambil pemerintah menyiapkan program relokasi ataupun sebagainya,” tambahnya.

Eko pun menyebut jika BWS juga berkepentingan atas pembuatan Perda Sempadan Sungai di Kukar tersebut. Terlebih lagi, Sungai Mahakam yang melintasi wilayah Kukar juga masuk dalam pengawasan BWS. “Banjir di Kukar juga bisa dipicu banjir kiriman dari wilayah hulu Kukar. Karena itu,kita juga telah menyiapkan kajian pembuatan sempadan untuk tiga danau di hulu mahakam,” lanjut Eko.

Saat ini kata dia, untuk luas Danau Semayang, Melintang dan Jempang mencapai sekitar 45 ribu hektar. Fungsi ketiga danau ini pun dinilai sangat penting untuk menahan debit air ketika hendak menuju wilayah hilir seperti Tenggarong.

“Mestinya air kiriman dari hulu tersebut direduksi terlebih dahulu di danau tersebut. Tapi ternyata kondisi danau juga sangat memprihatinkan. Ini juga sudah masuh dalam pembahasan oleh tim percepatan pembangunan Kaltim yang dibentuk Gubernur Isran Noor,” imbuhnya lagi.

Kajian serta pemetaan rencana sempadan danau menurutnya jugatelah siap. Dengan demikian, diharapkan bisa mengurangi potensi banjir. Diwartakan sebelumnya, Pemkab Kukar juga mengidentifikasi pemicu banjir. Satu persatu persoalan terurai. Salah satu yang menjadi biang banjir, lantaran buruknya kondisi drainase serta menurunnya fungsi aliran Sungai Kejawi yang membelah Tenggarong.

Sungai Kejawi mendadak menjadi perbincangan masyarakat Tenggarong. Itu setelah Bupati Kukar Edi Damansyah beberapa kali membeberkan ke publik jika aliran darianak sungai mahakam itu fungsinya begitu vital, namun kini hilang akibat beragam aktivitas. Selain tingginya sedimentasi, juga akibat tumbuhnya bangunan di atas Sungai Kejawi tersebut.

Banjir besar tersebut, tercatat surut dalam waktu 1x24 jam. Sejumlah alat berat Dinas PU Kukar dikerahkan melakukan penanganan untuk memuluskan genangan air hingga ke Sungai Mahakam. Begitu juga material longsor yang menutupi sejumlah badan jalan. Namun kapan Tenggarong bebas banjir? Pasalnya, banjir kiriman dari hulu diperkirakan segera sampai ke Tenggarong. (qi)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:09

Akses Jalan Muara Bunyut Terputus

SENDAWAR - Sebuah rumah di Kampung Muara Bunyut Kecamatan Melak…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:06

DISYUKURI AJA..!! SD Diguyur DAK Rp 17 Miliar

TENGGARONG- Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar meyediakan fasilitas pendidikan hingga…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:05

ASN Narkoba, Sudah Banyak Contoh yang Dipecat

TENGGARONG-  Sekkab Kukar Sunggono turut menyayangkan ada aparatur sipil negara…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:03

Lima Jabatan Kepala Kosong, Kinerja OPD Terancam Terganggu

PENAJAM- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Penajam Paser…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:57

Anggaran Berkurang Rp 3 Miliar, Pengadaan PJU Hanya 225 Titik

PENAJAM- Lelang pengadaan penerangan jalan umum (PJU) segera dilaksanakan kembali.…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:55

Pasar Ternak di Desa Kresik Bura Siapkan Hewan Kurban

TANA PASER – Bagi warga Kabupaten Paser yang bingung mencari…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:52

Ikuti Ajang Nasional, Pelukis Muda Kutim Wakili Kaltimtara

SANGATTA - Usia boleh muda, tapi hasil karya seni rupa…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:51

Bupati Minta Calon Pengantin Harus Menanam Pohon

SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya untuk melestarikan…

Jumat, 19 Juli 2019 11:30

SAKITT...!! Lima Kepala OPD Tiba-Tiba Nonjob

PENAJAM- Kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama (PTP) di Pemkab Penajam…

Jumat, 19 Juli 2019 11:26

Di Kabupaten Ini, Layanan KIA Mulai Jalan

Program nasional terkait KIA dan KTP untuk anak mulai dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*