MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Sabtu, 15 Juni 2019 16:48
Pembunuhan Jurnalis Ancam Meksiko
Jurnalis Meksiko protes karena banyak rekan mereka yang tewas terbunuh.

PROKAL.CO, MEXICO CITY – Kamis (13/6) menjadi hari yang menegangkan bagi Marcos Miranda Cogco. Dia berada di ambang hidup dan mati. Jika polisi tak membebaskannya, Marcos mungkin akan menyusul rekan seprofesinya, Norma Sarabia, yang tewas ditembus timah panas.

Marcos diculik pada Rabu (12/6) di rumahnya yang terletak di Boca del Rio, Veracruz. Saat hendak mengantar anaknya ke sekolah, jurnalis kriminal di portal Noticias a Tiempo itu ditodong dengan senjata api oleh dua pria. Tengah malam, penculiknya berkata bahwa mereka akan pergi ke tempat aman. ’’Tapi, saya rasa mereka akan membunuh saya,’’ ujar Marcos, sebagaimana dikutip Agence France-Presse.

Untung, di tengah jalan, mobil yang membawanya berpapasan dengan polisi. Kala itu, polisi memang tengah mengerahkan orang untuk mencari Marcos. Begitu mobil tersebut dihentikan, kedua pelaku langsung menembak. Polisi pun membalas. Baku tembak tak terelakkan. Dua pelaku kemudian lari dan meninggalkan Marcos begitu saja.

Istri Marcos mengungkapkan, sang suami kerap mendapat ancaman dari Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Veracruz Eric Cisneros. Jika Marcos tak menulis hal yang bagus tentangnya, sesuatu akan terjadi padanya.

Pembebasan Marcos adalah hal baik yang jarang terjadi. Reporters Without Borders memasukkan Meksiko ke daftar negara yang paling mematikan bagi jurnalis di dunia.

Setiap tahun, negara yang dipimpin Presiden Andrés Manuel López Obrador itu disejajarkan dengan Syria dan wilayah-wilayah konflik lainnya. Tahun ini saja, sudah ada enam jurnalis yang dibunuh di Meksiko. Yang terakhir adalah pembunuhan Norma Sarabia di Tabasco.

Norma ditembak mati Selasa Malam (11/6) saat pulang ke rumahnya di Huimanguillo. Dia kerap diancam karena mengungkap korupsi di kepolisian. Norma menjadi jurnalis ke-149 yang tewas dibunuh sejak 2000 di Meksiko.

Obrador sempat menyatakan bahwa jurnalis harus dilindungi, bukan dibunuh. Namun, sejak dia berkuasa, dikabarkan sudah ada 10 jurnalis yang kehilangan nyawa. Perwakilan Meksiko di Committee to Protect Journalists (CPJ) Jan-Albert Hootsen menegaskan, belum ada langkah nyata yang diambil untuk melindungi pekerja media. (sha/c18/dos)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:53

Pelaku Pembakaran Kyo Ani Sakit Mental, Mengaku Novelnya Diplagiat

TOKYO–  Shinji Aoba berang. Dia merasa karyanya telah dijiplak oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:47

Petaka Mematikan dalam Dua Dekade Terakhir

Jika benar kebakaran tersebut disengaja, aksi pembakaran di studio Kyoto…

Jumat, 19 Juli 2019 10:31

Tuding FaceApp Jadi Alat Mata-Mata

WASHINGTON – Anda sedang keranjingan mengubah-ubah wajah pada aplikasi FaceApp?…

Jumat, 19 Juli 2019 10:30

Tragedi Berawal dari Sakit Hati, Kebakaran Tewaskan 26 Orang

TOKYO – ”Mati kau”. Kalimat itu mengawali petaka di Kyoto…

Kamis, 18 Juli 2019 14:41

Dewan Kecam Komentar Rasis

WASHINGTON – Polemik komentar rasis Presiden AS Donald Trump terus…

Kamis, 18 Juli 2019 14:35

Sultan Cerai, Istana Bungkam

KUALA LUMPUR – Pernikahan Sultan Kelantan Sultan Muhammad V dan…

Rabu, 17 Juli 2019 11:44

Duterte Bikin UU Anti Pelecehan

MANILA – Rodrigo Duterte tuai pujian dan kecaman sekaligus. Presiden…

Rabu, 17 Juli 2019 11:25

The Squad Lawan Balik Trump

WASHINGTON – Empat perempuan anggota Kongres AS menggelar konferensi pers…

Selasa, 16 Juli 2019 09:51

Berharap Tak Ada Gempa Susulan

MANILA – Penduduk Mindanao, Filipina, ketir-ketir. Mereka takut gempa susulan…

Selasa, 16 Juli 2019 09:50

Muson Ancam Asia Selatan

KATHMANDU – Badai muson yang menimpa Asia Selatan pekan lalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*