MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 Juni 2019 16:24
Pengusaha Pertamini Butuh Perda

Klaim Sudah Punya Standar Keamanan dan Membantu Masyarakat

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan berharap keberadaan pom mini atau Pertamini bisa dilindungi peraturan daerah (perda).

PROKAL.CO, Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan berharap keberadaan pom mini atau Pertamini bisa dilindungi peraturan daerah (perda). Meski disebut ilegal, bisnis ini dinilai penting sebagai perpanjangan tangan penjualan BBM ke masyarakat.

BALIKPAPAN – Terlebih saat ini anggota APEM di Balikpapan sudah mencapai 90 pedagang. Sedangkan untuk wilayah Kaltim ada sekitar 150 orang. “Ya saya akui Pertamini ini memang tidak berizin. Tapi keberadaan kami sangat penting bagi masyarakat. Terutama yang kesulitan mencari BBM,” ujar Ketua APEM Kalimantan, Harianto, Kamis (13/6).

Meski disebut ilegal, para pengusaha yang tergabung di dalam APEM berharap ada regulasi untuk pom mini dan nantinya bisa ditindaklanjuti menjadi peraturan daerah. Harianto mengakui isu Pertamini sedang ramai karena pemerintah sedang menertibkannya. “Beberapa anggota kami terkena razia Satpol PP Balikpapan. KTP ditahan. Dan nanti tanggal 20 Juni menghadiri sidang,” tuturnya.

Meski keberatan, pihaknya mengaku menerima. Ia bersama anggota lainnya berharap bisa duduk bersama pemerintah membahas keberadaan Pertamini. “Kalau duduk bersama kan kami bisa menyampaikan keluh kesah. Di Jawa, beberapa daerah sudah menerapkan perda untuk keberadaan Pertamini. Balikpapan bisa mencontohnya. Kami siap diatur. Namun untuk menutup usaha, tentu cukup merugikan. Toh, kami membantu (warga) khususnya di daerah yang jauh dari SBPU,” jelasnya.

Keberadaan Pertamini memang cukup membantu. Masyarakat yang tidak ingin mengantre di SPBU karena sedang terburu-buru bisa ke Pertamini. Apalagi di daerah yang jauh SPBU, seperti Lamaru atau Manggar dan Batakan. Tentu sangat terbantu.

Keberadaan pom mini di era maju sekarang ini tidak bisa dihindari. Apalagi pengusaha tidak melanggar karena menjual BBM nonsubsidi. “Kami menjual BBM nonsubsidi dan premium. Premium kan sekarang BBM penugasan bukan BBM bersubsidi,” tuturnya.

Dia yakin, pom mini bisa diberikan izin karena keberadaannya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan BBM nonsubsidi di seluruh kecamatan di Balikpapan dan daerah lain di Kaltim. “Pom mini adalah bagian dari lembaga usaha yang bahkan membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan memeratakan pembangunan ke pelosok, melalui penyediaan BBM,” ujarnya.

Dari sisi keamanan, ia mengklaim sudah sangat detail. Setiap alat yang dijual sudah sesuai standar. “Kalau anggota kami alat yang dipakai harus sesuai standar untuk menjamin keamanannya,” imbuhnya.

Dispenser dan alat satu paket untuk Pertamini yang terstandar paling murah dibanderol Rp 70 jutaan. Itu sudah memiliki standar keamanan dari balai metrologi. Dan setiap unit, pihaknya memberikan satu unit apar. “Nah, kalau yang Rp 10 jutaan ke atas itu bukan standar kami. Ya kami juga tidak bisa melarang. Tapi yang di bawah APEM semuanya sudah sesuai standar. Ya kami tinggal di atur saja. Kami siap untuk itu. Bahkan kalau ada penakaran dari balai metrologi setiap tahun kami siap,” terangnya.

Terpisah, salah satu penjual Pertamini di Lamaru yang juga anggota APEM, Suparman mengaku dalam sehari mampu menjual sekitar 500 liter minyak. Terdiri dari premium, Pertalite, dan Pertamax. Harga dispenser dan alat yang ia punya sekitar Rp 80 juta. Saat ini ia mengaku belum kembali modal.

“Di daerah kami sangat susah mencari BBM. Lokasi SPBU hanya ada di Teritip dan Manggar. Itupun lebih banyak tutupnya. Tidak heran di kawasan Manggar, Lamaru, hingga Teritip, banyak Pertamini berdiri,” tuturnya. Untuk mengambil BBM, ia mengaku harus ke SPBU Gunung Bakaran atau Jalan Soekarno-Hatta Km 28.

Sementara itu, Akhmad Saukani, penjual BBM Pertamini di kawasan Manggar, mengatakan dalam satu hari bisa menjual sekitar 150 liter. Ia menjual Pertalite dan premium. “Ya sekarang saingannya banyak,” ucapnya.

Ia mengaku tidak keberatan terkena razia dari Satpol PP. KTP-nya diambil dan ia harus datang ke persidangan di tanggal 20 Juni nanti. “Saya pribadi mengharapkan ada solusi untuk kami para pengusaha kecil,” tutupnya.

Salah satu masyarakat yang mengisi BBM di Pertamini, Rifki mengaku sangat terbantu dengan pom mini ini. “Saya tinggal di Manggar, sulit BBM. Kalau di kota ya sempat saja membeli. BBM di Manggar ini kadang tutup. Ya dulu saya sering beli bensin eceran saja,” katanya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*