MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 Juni 2019 15:39
Pemprov Tunggu Lobi Anggota Dewan

Penanganan Abrasi Pantai Manggar Terkendala Biaya

Sejak 2014 hingga sekarang, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter.

PROKAL.CO, Entah kapan masalah abrasi di objek wisata Pantai Manggar tuntas. Jadi tanggung jawab pemprov, anggaran penanganan justru tidak ada.

 

BALIKPAPAN-Belum ada langkah konkret terkait penanganan abrasi di Pantai Manggar yang kian kritis. Sejak 2014, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter. Setiap tahunnya terjadi abrasi hingga 5 meter.

Dikonfirmasi Kaltim Post, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Indra Riyadi mengatakan, hingga kemarin (13/6), dirinya belum menerima surat pengajuan penahan abrasi atau breakwater (pemecah gelombang) dari Pemkot Balikpapan. Diketahui, berdasarkan UU 23/ 2014 tentang Pemerintah Daerah yang antara lain mengatur perluasan kewenangan provinsi di sektor kelautan, jarak 0-12 mil menjadi tanggung jawab pemprov. Adapun jarak Pantai Manggar masuk regulasi tersebut.

Akibat belum adanya pengajuan tersebut, tutur Indra, pihaknya belum mengalokasikan penanganan abrasi Pantai Manggar dalam APBD maupun APBN tahun ini. “Permasalahan abrasi bukan hanya di Balikpapan, tapi terjadi pula di berbagai daerah seperti Berau, Paser, dan Samboja. Seperti di Pantai Bidukbiduk, Berau, pemecah gelombang memang lebih efektif. Lagi-lagi masalahnya klasik, yakni masalah pendanaan. Dana yang dibutuhkan tidak sedikit, ini yang butuh dukungan dari berbagai elemen,” ujarnya.

Terkait penyebab abrasi di Pantai Manggar dan sekitarnya, Indra belum bisa memastikan jika disebabkan akibat dari proyek reklamasi di sepanjang Pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB). Menurutnya, butuh kajian dan bukti, mengingat pembangun/reklamasi yang ada mestinya sudah memiliki izin dan lulus uji analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Bila memang ada reklamasi sudah pasti dikaji dulu Amdal-nya. Sekarang ‘kan lagi cuaca buruk dan gelombang tinggi, terlebih angin selatan,” ucap Indra.

Ia mengakui, bahwa wilayah perairan 0-12 mil telah masuk wilayah provinsi. Hanya saja, instansinya tidak memiliki pos anggaran khusus untuk permasalahan abrasi, sebab pihaknya tengah fokus pada pengawasan dan kriminalitas di perairan. “Bukan berarti kami mengesampingkan abrasi, tapi saat ini kami prioritaskan pengawasan kapal asing, illegal fishing dan pengeboman terumbu karang. Kita tetap memberikan perhatian, apabila ada usulan dari teman-teman kita usulkan di APBD dan APBN. Breakwater di Bidukbiduk itu’ kan DPR yang mendorong. Jadi mohon dukungan teman-teman legislatif juga,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemandu penyelaman dan pemerhati lingkungan Balikpapan Herry Saputro menuturkan, abrasi terjadi akibat rekayasa alam atau lingkungan. Seperti reklamasi di sepanjang pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB). “Setiap ada rekayasa alam/lingkungan selalu ada pengaruhnya (dampak). Misal ada reklamasi di satu titik di daerah pesisir, maka di titik yang lain di daerah pesisir pasti akan mengalami abrasi, serta di titik yang lain lagi di pesisir pasti tiba-tiba muncul pasir tambahan (sedimentasi) di pantai lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pantai Manggar Rusliansyah mengatakan, setiap tahunnya terjadi abrasi hingga 5 meter. ”Kemarin ada usulan dari provinsi (Pemprov Kaltim) ingin membangun semacam rekreasi air, tapi kami meminta agar segera menyelesaikan masalah abrasi ini lebih dulu. Lebih penting. Lebih berbahaya,” ujarnya. (lil/riz/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*