MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 13 Juni 2019 14:28
Abrasi Kian Mengancam Pantai Manggar

Butuh Breakwater, Penanganan Kewajiban Pemprov

Sejak 2014 hingga sekarang, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter.

PROKAL.CO, Abrasi yang terjadi di Pantai Manggar diduga akibat rekayasa alam atau lingkungan. Seperti reklamasi di sepanjang Pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB).

 

BALIKPAPAN- Sejak 2014 hingga sekarang, objek wisata pantai di Balikpapan Timur ini telah kehilangan bibir pantai hingga 40 meter. Kepala UPTD Pantai Manggar Rusliansyah mengatakan, setiap tahunnya terjadi abrasi hingga 5 meter. ”Kemarin ada usulan dari provinsi (Pemprov Kaltim) ingin membangun semacam rekreasi air, tapi kami meminta agar segera menyelesaikan masalah abrasi ini lebih dulu. Lebih penting. Lebih berbahaya,” ujarnya.

Lanjut dia, Juli hingga Agustus nanti kerap terjadi gelombang besar. Fenomena ini pun mengancam keindahan Pantai Manggar. Mengingat tinggi gelombang bisa mencapai 6 meter. Gelombang besar kerap terjadi pada sore hingga malam hari membuat ambles permukaan pasir hingga bibir pantai.

Dari itu perlu penanganan secepatnya. Berharap Pemprov Kaltim dapat mengabulkan pembuatan pemecah gelombang laut. “Dulu juga ada pohon cemara itu habis tumbang karena abrasi. Baru-baru ini juga sudah ada 6 pohon yang tumbang kembali,” ucap Rusli. Bahkan demi mengurangi dampak abrasi pada pertengahan 2018 lalu, pihaknya bersama masyarakat gotong royong membuat penahan ombak sementara dengan tumpukan pasir dan batang pohon di lubang sekitar bibir pantai. Namun tak juga bertahan lama.

“Bila ada breakwater (penahan ombak sementara), aman lah sudah. Selain mencegah abrasi para pengunjung yang ingin berenang juga lebih safety (aman). Tanggul di depan patung beruang juga seperti tidak bertahan lama, sudah mulai rusak,” ucapnya. Koordinator TPI Klandasan dan Petugas Syahbandar Pelabuhan Perikanan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan Hery Saputro, yang juga seorang dive guide and eco-diver conservationist menuturkan, abrasi terjadi akibat rekayasa alam atau lingkungan. Seperti reklamasi di sepanjang Pantai Klandasan, Pasar Baru, dan Balikpapan SuperBlock (BSB).

“Setiap ada rekayasa alam/lingkungan selalu ada pengaruhnya (dampak). Misal ada reklamasi di satu titik di daerah pesisir, maka di titik yang lain di daerah pesisir pasti akan mengalami abrasi. Serta di titik yang lain lagi di pesisir pasti tiba-tiba muncul pasir tambahan (sedimentasi) di pantai lainnya,” bebernya. Untuk di daerah pesisir yang dapat dijadikan sebagai tindakan mitigasi/pencegahan bencana adalah penanaman mangrove di daerah pesisir. Maupun pembangunan breakwater yang disesuaikan dengan arus laut sekitarnya.

“Bukan hanya di Pantai Manggar, abrasi juga terjadi di Lamaru dan Teritip, karena ada tambak dan empang warga di sana yang ikut tenggelam,” bebernya. Hery mengamati tidak seluruh pesisir Balikpapan memiliki hutan bakau. Ada bagian-bagian (lokasi) tertentu di pesisir yang memiliki mangrove (bakau), tetapi ada pula pesisir yang tak memiliki pohon bakau. Padahal keberadaan pohon ini sangat penting sebagai penangkal abrasi. Ia menambahkan, bakau tumbuh subur di daerah yang berlumpur.

“Mangrove perlu waktu 20 tahun agar tumbuh kuat dan menahan arus laut. Tapi sebenarnya gelombang musim selatan itu sudah rutin, tidak akan merusak. Yang merusak alam atau lingkungan itu justru manusia itu sendiri,” ucapnya. Sempat ikut dalam peninjauan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Suryanto mengakui, abrasi di Pantai Manggar tidak bisa disepelekan. Membutuhkan perhatian khusus. Hanya saja sesuai peraturan yang ada, saat ini kebijakan terkait perairan mulai 0-12 mil sudah masuk wilayah provinsi.

“Betul abrasi di Pantai Manggar semakin parah. Tapi ‘kan pemerintah kota tidak bisa berbuat banyak. Semua ada di provinsi, mereka yang berwenang. Harus segera diperbaiki, selain abrasi ada juga kan sedimentasi. Mudah-mudahan dapat bantuan dari provinsi tahun ini,” harapnya. (lil/riz/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*