MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Kamis, 13 Juni 2019 01:22
Di Korut, Bocah 7 Tahun Dipaksa Lihat Keluarganya Dieksekusi Mati
ilustrasi

PROKAL.CO, Kekejaman otoritas Korea Utara (Korut) belum berakhir. Laporan terbaru dari Transitional Justice Working Group (TJWG) memastikan bahwa mereka masih mengintimidasi penduduknya sendiri. Salah satunya dengan melakukan eksekusi mati di hadapan umum.

LSM internasional tersebut mewawancarai 610 pembelot yang berhasil kabur dari Korut dalam jangka waktu empat tahun. Dari penelitian itu, mereka menemukan 318 lokasi yang biasa dijadikan sebagai tempat hukuman mati.

Kebanyakan eksekusi dilakukan di tempat terbuka seperti lapangan, samping sungai, bahkan sekolah. Biasanya pemerintah mengumpulkan lebih dari seribu penduduk lokal untuk menyaksikan terdakwa ditembak mati. ’’Aturannya, ada tiga penembak yang masing-masing meluncurkan tiga peluru,’’ ujar Ethan Shin, salah seorang penulis laporan, kepada Agence France-Presse.

Kasus terdakwa mati beragam. Mulai mencuri sapi atau tembaga hingga tertangkap menonton siaran televisi Korea Selatan. Yang mengerikan, keluarga terpidana dipaksa mengisi barisan paling depan penonton eksekusi.

Beberapa saksi mengatakan, bocah 7 tahun pun pernah dipaksa untuk menyaksikan keluarganya dibunuh. ’’Ini adalah metode paling ampuh bagi pemerintah Korut untuk menanamkan rasa takut sehingga tak ada yang melanggar aturan negara,’’ jelasnya.

 

Beberapa kali eksekusi mati juga dilakukan di depan tahanan di penjara atau kamp buruh. Salah seorang pembelot mengaku pernah melihat eksekusi mati bersama tahanan lain. Yang dibunuh adalah tiga perempuan yang gagal saat berusaha kabur ke Tiongkok. ’’Ini bisa terjadi pada kalian semua,’’ ujar petugas dari Kementerian Keamanan Rakyat menurut BBC.

Aparat di Korut, tampaknya, juga bisa menerapkan hukuman mati diam-diam. Contoh saja salah satu kasus terbaru, pembunuhan saudara tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam.

Anak sulung Kim Jong-il itu meninggal saat mengunjungi Malaysia pada 2017. Saat itu, banyak yang ragu apa motivasi Kim Jong-un membunuh kakak tirinya. Namun, laporan dari Wall Street Journal mungkin memberikan titik terang.

Media asal AS itu menduga bahwa Jong-nam merupakan informan Central Intelligence Agency (CIA). Salah satu alasan kedatangannya ke Kuala Lumpur pada Februari adalah bertemu dengan agen spionase AS tersebut. Sayang, sebelum bertemu dengan mata-mata AS, Jong-nam meninggal lebih dulu akibat racun saraf VX.

Kini dua perempuan asing yang terlibat dalam pembunuhan itu sudah bebas. Siti Aisyah dari Indonesia dilepaskan Maret, kemudian Doan Thi Huong menyusul pada Mei. Sementara itu, pemerintah Korut menyangkal keterlibatan mereka tanpa mau bekerja sama terhadap penyelidikan aparat Malaysia. (bil/c7/dos)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:20

Khamenei Masuk Daftar Hitam AS, Teheran Cibir Ajakan Negosiasi

TEHERAN – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin tegang.…

Rabu, 26 Juni 2019 14:35

Selamat Datang Pesaing Terkuat Erdogan

ISTANBUL – Beragam cacian pernah diarahkan kepadanya: teroris, pendukung kudeta,…

Rabu, 26 Juni 2019 12:46

Pemilihan Walikota Istambul Diulang, Imamoglu Tetap Menang

ISTANBUL – Demokrasi Menang. Kalimat itu menghias headline beberapa media…

Rabu, 26 Juni 2019 12:36

Donald Trump Siap Berunding, Tetap Minta Iran Tarik Nuklir

TEHERAN – Ketegangan antara AS dan Iran masih mencekam. Kedua…

Rabu, 26 Juni 2019 12:32
Melongok Sidang Pemerkosaan terhadap WNI

Hati Perih saat Mendengar Putusan

Justice has been served. Keadilan sudah terpenuhi. Bagaimanapun perih dan…

Rabu, 26 Juni 2019 12:28

Eropa Bersiap Sambut Gelombang Panas

PARIS – Kota-kota di Eropa siaga. Mereka bersiap menyambut gelombang…

Senin, 24 Juni 2019 13:29

Gedung 7 Lantai Ambruk, 18 Tewas

PHNOM PENH – Phat Sophal kaget bukan kepalang. Dia pun…

Senin, 24 Juni 2019 13:24

Trump dan Kim Jong un Surat-Suratan

PYONGYANG – Tensi hubungan AS dan Korut sedang naik turun.…

Senin, 24 Juni 2019 09:38

Di Balik Ancaman Perang Iran versus Amerika Serikat

Kamis lalu (20/6), bisa saja menjadi titik awal konflik bersenjata…

Senin, 24 Juni 2019 09:37

Antara Minyak Bumi dan Selat Hormuz

AMBANG konflik bersenjata Iran dan AS selalu punya satu benang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*