MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 12 Juni 2019 14:45
TUH KAN..!! Ekspor Kaltim Menurun 11,89 Persen
Pelabuan Peti Kemas Palaran. Ekspor Kaltim pada April 2019 mengalami penurunan sebesar 11,89 persen dibanding Maret 2019 yaitu dari USD 1,51 miliar menjadi USD 1,33 miliar.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Ekspor Kaltim pada April 2019 mengalami penurunan sebesar 11,89 persen dibanding Maret 2019 yaitu dari USD 1,51 miliar menjadi USD 1,33 miliar.  Penurunan tersebut masih dianggap sebagai fluktuatif bulanan, sehingga masih dalam tahap wajar. Namun, Kaltim tetap membutuhkan sektor lain untuk mengurangi kontribusi batu bara terhadap ekspor Bumi Etam.

Untuk diketahui hasil tambang berkontribusi 77,04 persen terhadap total ekspor Bumi Etam, migas 15,55 persen dan industri  7,36 persen, sedangkan pertanian hanya 0,05 persen.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan, hasil pertambangan memang masih mendominasi ekspor. Sedangkan sektor ini lima tahun ke depan akan terjadi penurunan drastis. Sehingga, dibutuhkan penyiapan insfrastruktur hilirisasi industri, hingga mengangkat kualitas serta kuantitas produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“UMKM harus disiapkan dari sekarang. Karena, produksi batu bara yang terus menurun tentunya akan membuat nilai ekspor Kaltim juga menurun. Apalagi kontribusi batu bara sangat besar terhadap struktur ekspor Bumi Etam,” ujarnya Selasa (11/6).

Dia menjelaskan, namun penurunan tersebut masih wajar. Sebab, Kaltim sudah pernah melewati penurunan tajam pada beberapa tahun lalu. Penurunan fluktuatif tersebut memang tak langsung memberikan dampak negatif yang besar, sebab ada bulan-bulan tertentu yang mengalami peningkatan ekspor.

“Meskipun demikian, sektor lain tetap harus dipersiapkan sebagai pengganti. Agar dalam jangka panjang penurunan ekspor batu bara tak begitu membuat kinerja ekspor Kaltim menurun, sebab sektor lain masih bisa menopang,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, ekonomi Kaltim masih ditopang 46 persen oleh pertambangan dan penggalian. Sehingga jika sektor ini menurun, maka akan mempengaruhi perhitungan produk domestik regional bruto (PDRB) yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Namun, ekspor naik tidak menandakan seluruh penghasilan komoditas utama Kaltim meningkat begitu pun sebaliknya. Sebab, tidak semua batu bara diekspor karena masih ada komponen batu bara yang digunakan untuk dalam negeri.

“Artinya untuk menghitung PDRB ada dua, produksi untuk antar wilayah atau antar pulau dan produksi yang dikirim ke luar negeri atau ekspor,” tuturnya Selasa (11/6).

Sebab, tambah Aqto, konsep penghitungan PDRB adalah barang dan jasa yang dihasilkan di suatu wilayah dan waktu tertentu. Tapi kalau ekspor tentunya keluar wilayah, sehingga walaupun ekspor menurun tidak berarti pertumbuhan ekonomi semakin menurun yang disebabkan PDRB menurun.

“Siapa tau konsumsi dalam negeri yang meningkat, sehingga penghitungan PDRB tetap baik. Sehingga tidak bisa dikatakan saat ekspor menurun, ekonomi akan turun. Meskipun imbasnya pasti ada,” katanya.

Menurutnya, penurunan ekspor April 2019 didorong oleh turunnya ekspor barang migas dan barang non migas. Ekspor barang migas April 2019 mencapai USD 0,09 miliar, turun 63,33 persen dibanding Maret 2019. Sementara ekspor barang nonmigas April 2019 mencapai USD 1,24 miliar, turun 1,98 persen dibanding Maret 2019. Negara tujuan utama ekspor migas Kaltim pada April 2019 ke Negara Jepang, Malaysia dan Thailand masing-masing mencapai USD 30,64 juta, USD 27,60 juta dan USD 21,14 juta.

“Persentase penurunan terbesar ekspor migas April 2019 dibandingkan dengan Maret 2019 terjadi ke Tiongkok sebesar 84,87 persen dari USD 67,37 juta menjadi USD 10,19 juta,” tutupnya. (*/ctr)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 13:10

TENANG AJA..!! Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Aman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Mandiri memastikan rekening nasabahnya tetap aman…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*