MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 11 Juni 2019 18:02
KPU Mulai Siapkan Pilkada 2020

Susun Jadwal Bulan Ini, Tahapan Dimulai September

PROKAL.CO,  JAKARTA – Tahun depan sedikitnya 270 daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, akan mengadakan pilkada serentak. Meski demikian, KPU harus membuat persiapan secepatnya. Jadwal disusun bulan ini, sementara tahapan pilkada serentak dimulai September.

Awalnya, pilkada 2020 akan dilaksanakan di 269 daerah sebagaimana pada 2015. Namun, pada 2018, ada satu kota, yakni Makassar, yang terpaksa mengulang pilkada. Calon tunggal pada pilkada di kota itu kalah oleh kotak kosong. Alhasil, pemilihan terpaksa diulang dan dibarengkan pilkada berikutnya, yakni pada 2020.

Ditambah lagi, ada sedikitnya tiga daerah pemekaran baru yang sedang dinilai apakah layak untuk menyelenggarakan pilkada atau belum. ’’Kalau memenuhi syarat untuk diikutkan di 2020, berarti sekitar 273,’’ terang Ketua KPU Arief Budiman seusai halalbihalal di aula KPU kemarin (10/6). 

Saat ini, pihaknya menyiapkan regulasi terkait tahapan dan jadwal pilkada 2020. Penyusunan dilakukan bulan ini. Peraturan KPU bisa digunakan oleh para pihak untuk melakukan persiapan. ’’Misalnya, pemerintah daerah mempersiapkan penyusunan anggaran. Sedangkan KPU setempat mempersiapkan rencana kegiatan dan kebutuhan anggaran,’’ lanjutnya.

September mendatang, KPU me-launching program satu tahun menjelang pilkada. Sebab, pemungutan suara akan berlangsung pada September 2020. Penentuan bulan itu sudah ditetapkan di UU 10/2016 tentang Pilkada. Maka, tahapannya harus dimulai satu tahun sebelumnya.

Menurut Arief, pihaknya tetap mengacu pada UU 10/2016 selama pembuat UU tidak berencana mengubahnya. ’’Saya ingin menekankan kalau ada hal-hal yang direvisi, jangan sampai tahapannya sudah dimulai, undang-undangnya baru direvisi,’’ tutur alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali menjelaskan, pihaknya belum memiliki rencana untuk merevisi UU Pilkada yang berlaku saat ini, yakni UU 10/2016. ’’Kecuali kalau pemerintah mengajukan usulan untuk perubahan,’’ terangnya. Bila ada perubahan, komisi II siap membahas lebih lanjut.

Meski demikian, Amali menilai pelaksanaan pilkada 2020 masih diwarnai ketidakpastian. Dalam kondisi normal, pemungutan suara bakal dilaksanakan September 2020. ’’Tapi, kan ada juga pemikiran, ada grand design mau diserentakkan,’’ lanjut politikus Partai Golkar itu. Dalam arti, menyerentakkan waktu pelaksanaan pilkada 2020, 2022, dan 2023 di satu waktu.

Sampai ada kejelasan soal desain pilkada serentak, semua pihak tetap mengacu pada regulasi saat ini. Memang ada beberapa usulan revisi berdasar evaluasi pilkada 2017 dan 2018. Namun, usulan tersebut tidak signifikan.

Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay menyarankan persiapan pilkada serentak tidak perlu mengubah UU. Sebab, waktunya terlalu mepet dengan jadwal dimulainya tahapan pilkada. ’’Catatan-catatan yang pernah ada itu digarap saja di level peraturan KPU,’’ ujarnya.

Itu pun masih dengan catatan khusus. Yakni, Komisi II DPR berkomitmen menyediakan ruang konsultasi yang cepat dan cukup. ’’Kita ini jadi bermasalah dengan pelaksanaan akibat peraturan-peraturan yang terlambat,’’ lanjut Plt ketua KPU periode 2012–2017 itu.

Ada sejumlah catatan buruk pelaksanaan pilkada serentak yang memang perlu mendapat perhatian. Khususnya pelanggaran aturan oleh para peserta. Mulai politik uang hingga mobilisasi ASN. Belum lagi, ada petahana yang seenaknya mereposisi sejumlah pejabat menjelang puncak pilkada.

Menurut Hadar, bila celah-celah yang ada mampu ditutup dengan menggunakan peraturan KPU, tidak perlu mengubah UU. Revisi UU memerlukan waktu panjang karena melibatkan dua pihak, yakni DPR dan pemerintah. Berbeda halnya dengan peraturan KPU yang merupakan otoritas penuh KPU. KPU hanya diwajibkan berkonsultasi kepada komisi II dan pemerintah mengenai substansi aturan. (byu/c6/fat)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:37

Tolak Wacana Revisi UU MD3

JAKARTA – Wacana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014…

Rabu, 26 Juni 2019 15:05

Mengorek Hasil Penelitian Balai Arkeologi Papua Dua Tahun Terakhir

Tak ada masa depan bila tak ada cerita masa lalu.…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Berharap Kuota Tambahan Jadi Permanen

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) berharap tambahan kuota haji sebanyak…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Jaksa KPK Kembali Panggil Lukman dan Khofifah

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantsan Korupsi (JPU KPK)…

Rabu, 26 Juni 2019 14:43
KPK Terus Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Yasonna dan Taufiq Effendi Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP…

Rabu, 26 Juni 2019 14:36
Rekrutmen Calon Pimpinan KPK

Sembilan Jenderal Polri Lolos Seleksi Internal Capim KPK

JAKARTA – Masih ada waktu sampai Kamis (4/7) untuk mendaftarkan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:33

Berlaku Sistem Baru, Jumlah Pendaftar SBMPTN Turun

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi menutup…

Rabu, 26 Juni 2019 14:20
Peneliti UGM Rilis Hasil Riset Penyebab Petugas KPPS Meninggal

KPPS Tak Ada Yang Diracun, tapi Anggap KLB

JAKARTA – Peneliti asal Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan penyebab…

Rabu, 26 Juni 2019 12:40

Venue PON XX Papua Selesai Juni 2020

JAKARTA  – Progres Konstruksi 4 Venue PON XX Papua diyakini…

Selasa, 25 Juni 2019 13:49

Sehari, Indonesia Diguncang 53 Kali Gempa

JAKARTA – Sepanjang senin (24/6) kemarin, wilayah Laut Banda diguncang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*