MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 10 Juni 2019 13:14
NESTAPA..!! Kebutuhan Fasilitas Dasar Minim di Pedesaan

Zona Sekolah Hambat Generasi Tempuh Pendidikan

BERSEMANGAT: Kepala Desa Pengadan Syarifuddin Jabir (kiri) tampak bersemangat ketika diwawancarai awak Kaltim Post di kediamannya, Jumat (8/5). YODIQ/KP

PROKAL.CO, SANGATTA – Peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan minim perhatian pemerintah daerah (pemda). Seperti yang terjadi di Desa Pengadan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. Kebutuhan air bersih belum terpenuhi. Masyarakat masih bergantung pada aliran sungai yang mengalir dari arah Kecamatan Karangan. Padahal, kualitas air di sungai tersebut mengalami penurunan akibat banyaknya pembukaan lahan untuk keperluan perusahaan kelapa sawit.

Bahkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Pengadan sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim terkait hal ini. Kepala Desa Pengadan Syarifuddin Jabir mengatakan, sejak pertama menjabat, 2017, pemenuhan air bersih masuk dalam program utamanya. Tak heran, masih banyak warga desa yang bergantung pada sungai meskipun kualitas air menurun. “Bahkan, banyak yang bergantung pada air hujan. Termasuk saya,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post di kediamannya Jumat lalu (7/5).

Kendati demikian, dia mengaku hal ini sedang berproses. Apalagi DLH Kutim sudah turun langsung guna memeriksa kualitas air di sungai tersebut. Meskipun DLH menyebut air sungai masih layak dikonsumsi warga, namun DLH menyarankan agar diproses lebih dulu sebelum dimanfaatkan. Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PDAM Kutim. Mereka sudah turun melakukan survei,” aku Puding, sapaannya.

Tujuannya untuk menghitung kebutuhan anggaran, dan ditetapkan di angka Rp 16 miliar lebih. Hanya, program ini belum berjalan lantaran keuangan Pemkab Kutim sedang defisit. “Tapi, kami tetap berusaha dan pihak PDAM mengatakan akan menghitung ulang keperluan anggarannya. “Ini ‘kan merupakan kebutuhan dasar dan hajat orang banyak. Lagi pula kami sudah menghibahkan lahan 1 hektare. Kami harap cepat terealisasi. Penduduk pengadan jumlahnya  mencapai 2 ribu jiwa dan masih bergantung pada sungai dan air hujan,” bebernya.

Selain itu, fasilitas pendidikan di desa tersebut juga masih minim. Meskipun memiliki PAUD, SD, hingga SMP dan proses belajar mengajar pun berjalan dengan baik. Masih ada fasilitas yang kurang, yakni pagar yang mengelilingi sekolah. “Kan fungsinya jelas, menghindari siswa keluar masuk saat jam perlajaran berlangsung,” aku dia.

Ironisnya, ketiga sekolah tersebut tidak memiliki langgar. Sedangkan air untuk kamar mandi tidak tersedia. Bahkan, para siswa disarankan membawa air dari rumah agar kamar mandi tetap bersih. Puding mengaku sudah mengusulkan beberapa tahun belakangan melalu musyawarah pembangunan (musrembang). “Sayangnya belum dipenuhi. Sekolah masih mengandalkan air hujan. Termasuk sebagian warga yang tinggal jauh dari sungai (memanfaatkan air hujan),” terangnya.

Adapun jenjang SMA, desa masa kecil Gubernur Kaltim Isran Noor itu belum memiliki. Kendati demikian, pemdes telah membentuk panitia pembangunan SMA. Namun, masih kesulitan lantaran yang menangani SMA Pemprov Kaltim. Tapi, pihaknya beberapa kali menghadap pemprov dan telah bertemu Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. “Setelah lebaran pemprov menjanjikan menurunkan tim untuk verifikasi. Kami harap berjalan tahun ini,” harap dia.

Pembangunan sekolah bertujuan untuk menghindari anak-anak putus sekolah. Mengingat, pengawasan orang  tua yang minim dan pengaruh lingkungan tempat dia bersekolah kerap menjadi alasan siswa putus sekolah. “Termasuk biaya orang tua. Makanya kami ingin membuka SMA di sini. Kami sudah menghibahkan tanah 4,2 hektare dan lahannya sudah dimatangkan. Semoga berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan SMA penting bagi masyarakat. Pasalnya, lulusan SMP desa tersebut banyak ditolak ketika mendaftar di sekolah yang berada di Kecamatan Kaubun, Karangan, dan Sangkulirang. Alasannya zona sekolah sudah berlaku. Sekolah-sekolah kepenuhan makanya calon siswa di luar zona tidak tertampung. “Nah, Desa Pengadan tidak memiliki SMA. Makanya kami berharap benar-benar diperhatikan. Kami berharap penerimaan SMA berjalan tahun ini. Sehingga, tidak ada lagi anak-anak putus sekolah karena tidak masuk zona sekolah. Kami berharap didukung sepenuhnya,” tutur dia.

"Yang jelas, kebutuhan tenaga pengajar untuk SMA sudah tersedia. Bahkan, dari putra-putri Desa Pengadan banyak yang bersedia mengajar. Itu harus diprioritaskan untuk membangun desa sendiri. Sekitar 10 putra-putri Desa Pengadan sudah mengajukan lamaran untuk mengajar di SMA nantinya," papar Puding.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan pembangunan kantor kapolsek. Mengingat di Kecamatan Karangan belum tersedia. Berdasarkan hasil rapat dengan kecamatan, pembangunannya akan terlaksana di kawasan Desa Pengadan. Bahkan, pihaknya sudah menghibahkan tanah 2,5 hektare. “Sesuai kebutuhan pihak kepolisian. Kami ingin keamanan dan ketertiban lebih terjaga. Kami harap ini diperhatikan,” pungkasnya. (*/dq)

 


BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:31

Hasil Rembuk Dibawa ke Gubernur

Rembuk digelar sejumlah perangkat desa di Kukar untuk menagih janji…

Kamis, 18 Juli 2019 11:30

Di Kabupaten Ini, Ada Ribuan Anak Terindikasi Stunting

SENDAWAR–Sebanyak 1.037 anak di Kutai Barat (Kubar) terindikasi mengalami stunting…

Kamis, 18 Juli 2019 11:29

Akhirnya Kampung Kutai Bensamar Terang, Ekonomi Rakyat Kian Tumbuh

Selama bertahun-tahun, Dusun Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong, tidak…

Kamis, 18 Juli 2019 11:22

Cegah Kenakalan Remaja, Sangsel Bentuk Kelana dan Delana

SANGATTA - Maraknya kenakalan remaja di Kutai Timur (Kutim) menjadi…

Kamis, 18 Juli 2019 11:20

Menuai Pro Kontra, Selanjutnya Sistem Zonasi Akan Melibatkan Desa

SANGATTA - Menanggapi  pemberitaan yang sedang marak beredar di kalangan…

Kamis, 18 Juli 2019 11:18

BIKIN MALU..!! Masih Pakai Baju Dinas, Oknum ASN Bapenda Mabuk dan Mengamuk

SANGATTA - Salah seorang oknum  Pegawai dari Badan Pendapat Daerah…

Kamis, 18 Juli 2019 10:49

Bonus Atlet Porprov Masih Mengambang

TANA PASER – Belum cairnya bonus atlet Paser yang meraih…

Kamis, 18 Juli 2019 10:48

Paser Terbagi Dua Kloter, Berangkatkan 267, 4 Masih Cadangan

TANA PASER – Calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Paser…

Kamis, 18 Juli 2019 10:46

Tahun Depan dapat Tambahan 4 Ribu SR

  PENAJAM- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal mendapat tambahan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:45

UDAH NGGA SABAR NAH..!! Kapan Sih Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih DPRD...?

PENAJAM- Pleno penetapan perolehan kursi dan calon terpilih DPRD Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*