MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 10 Juni 2019 12:42
Daun Salam dan Daun Kelor, Ini Manfaatnya...

Mudah Diolah, Mudah Dicari

Daun kelor pun tinggi vitamin A

PROKAL.CO, TANAMAN herbal tetap jadi opsi pilihan yang terus dikonsumsi hingga kini. Dua di antara banyaknya daun lain yang terkenal akan manfaatnya adalah daun salam dan daun kelor. Daun salam tinggi asam folat serta kandungan vitamin A dan C. Baik untuk penderita diabetes karena mampu mengontrol gula darah dan kolesterol. Selain itu, bisa mengatasi sembelit dan menghirup uap dari rebusan daun untuk mengurangi gejala batuk.

Adapun kelor, memiliki antioksidan tinggi. Kandungan seratnya juga tinggi sehingga berpengaruh untuk mengatasi masalah perencanaan. Daun kelor pun tinggi vitamin A. Mungkin banyak dari Anda telah familier dengan kedua daun tersebut. Lagi pula, mendapatkannya juga tidak sulit. Makin mudah ketika Anda mencoba untuk menanamnya di pekarangan rumah agar bisa dipetik tiap saat.

Ahmad Shafwan, dokter Klinik NHK Samarinda menyebut, pengobatan penyakit tertentu dengan dedaunan herbal bisa maksimal dan berpengaruh besar terhadap kesembuhan. Dengan catatan, harus dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu panjang karena efek obatnya tidak signifikan dibanding obat generik. Hal itu disebabkan oleh kadar konsentrasi metabolit yang berpotensi untuk pencegahan penyakit berkurang.

Daun salam tinggi asam folat serta kandungan vitamin A dan C

 

“Selain manfaat yang sudah banyak diketahui orang, intinya dedaunan seperti daun sirsak, salam, dan kelor mengandung antioksidan sehingga dapat mencegah pembentukan plak-plak penyumbat pada pembuluh darah. Walhasil, aliran darah akan lancar dan jaringan-jaringan tujuan darah mendapat nutrisi. Beberapa penyakit yang diakibatkan penimbunan plak adalah hipertensi, strok, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah lainnya,” jelas dokter yang karib disapa Wawan itu.

Perubahan tidak langsung menunjukkan kesembuhan. Namun, beberapa gejalanya akan berkurang dan menurun. Nyatanya, masih banyak orang di luar sana yang membandingkan kinerja obat sintetik dan obat herbal. Padahal, keduanya berbeda.

Dijelaskan Wawan, dalam dunia medis, obat sintetik diklaim lebih aman dikonsumsi karena sudah diketahui cara pakainya mulai takaran dosis, efek samping, sampai antidotumnya jika terjadi efek samping tertentu. Sedangkan efek samping dari dedaunan seperti kelor, salam, dan sirsak masih belum diketahui. Namun, karena metabolitnya yang tidak signifikan, dedaunan tersebut masih aman dikonsumsi.

“Semua bahan obat pada dasarnya berasal dari alam termasuk obat sintetik. Cuma, kalau obat sintetik hanya membutuhkan sari-sarinya. Sementara dedaunan tersebut masih mengandung metabolit lain yang tidak bermanfaat pada penyakit tertentu. Soal efek samping pasti ada tapi masih belum diketahui secara jelas saja khusus untuk dedaunan dan belum dikontrol dosisnya,” jelas pria 25 tahun itu.

Mengonsumsi dedaunan lebih dianjurkan sebagai penunjang. Dalam hal medis, obat sintetik lebih diutamakan karena lebih aman. Sebagai dokter, Wawan menganjurkan dedaunan tersebut dikonsumsi sebagai media pencegahan. Dikonsumsi saat tubuh sedang bugar. Kalau sudah sakit, yang utama tetap obat sintetik. Kalau hanya berpatok pada obat herbal, pasien justru mengabaikan obat sintetik dan berakibat pada keparahan penyakit.

“Cara untuk mengetahui daun sudah siap dikonsumsi sangat mudah. Ketika sudah terjadi perubahan warna pada air, artinya metabolit sudah larut. Merebus daun tidak boleh terlalu lama,” lanjut dia.

Idealnya, rebusan daun kelor, salam, dan sirsak harus rutin dikonsumsi untuk mencapai kadar terbaiknya. Sekitar satu kali sehari juga cukup. Rebus 5-7 lembar daun dan tambahkan dengan air. Cari pula daun yang masih hijau, tidak ada bercak kecokelatan atau kehitaman. Kalau ada bercak, kemungkinan terkena virus daun. Kesegaran daun juga harus dijaga. (*/ysm*/rdm2/k16)

 

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:35

Raih Rezeki Usai Tebar Manfaat

Tak jarang orang dikatakan naif saat mengaku mengejar manfaat dibanding…

Senin, 24 Juni 2019 09:34

Keajaiban Dibalik Kebaikan

HARI itu bisa jadi hal yang paling membuat Fitri Eka…

Senin, 24 Juni 2019 09:31

Mengenal Menstrual Cup, Pengganti Pembalut yang Ramah Lingkungan

Menstrual cup atau cangkir menstruasi mungkin masih asing terdengar. Wajar,…

Senin, 24 Juni 2019 09:29

Menstrual Cup Lebih Nyaman, Pastikan Higienis

DELAPAN tahun silam, Eva memutuskan mengubah kebiasaannya. Dari pembalut ke…

Senin, 24 Juni 2019 09:27

Ini Efek Penggunaan Lipstik untuk Pipi dan Mata

Ada banyak produk make-up. Untuk mata, bibir dan pipi punya…

Senin, 24 Juni 2019 09:26

Tampil Maksimal dengan Modal Minimal

TAK hanya tampil maksimal dengan setelan busana menarik, para perempuan…

Senin, 24 Juni 2019 09:23

Orangtua Pekerja, Bagaimana Efeknya Bagi Anak?

Kewajiban dan hak adalah hal berbeda namun harus dijalankan seirama.…

Senin, 24 Juni 2019 09:21

Cara Wanita Karier Mendidik Anak Mandiri

BEBERAPA orangtua yang bekerja, memutuskan menitipkan anak ke tempat penitipan…

Senin, 24 Juni 2019 09:07

Potato Peanut Crumb, Sajian Unik dari Kentang Kukus

Fushion food menggambarkan makanan yang dibuat berdasar dua elemen atau…

Senin, 24 Juni 2019 09:05

Pasta Rasa Lokal, Fetucini Sambal Matah

DI Indonesia, pasta cukup populer. Di antaranya, spageti, makaroni, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*