MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 02 Juni 2019 18:15
Long Distance Marriage, Berisiko Selingkuh dan Rentan Kesepian
ilustrasi

PROKAL.CO, Cinta yang jauh dan tak terawat, akan kalah dengan cinta yang dekat dan akrab.Para pelaku pernikahan jarak jauh tentunya harus saling membangun kepercayaan. Komunikasi adalah pemotong jarak dan pelepas rindu.

 

SETIAP pasangan akan berusaha sebaik mungkin menciptakan standar rumah tangga ideal menurut mereka masing-masing. Sinergi dalam kehidupan berumah tangga bukan suatu hal yang datang dengan sendirinya.

Untuk mewujudkannya, tentu saja ada usaha yang dilakukan secara kompak antara suami dan istri. Namun, apa jadinya bila pasangan suami istri itu harus menjalani pernikahan jarak jauh alias long distance marriage (LDM)?

Psikolog klinis Yulia Wahyu Ningrum mengatakan jika pernikahan jarak jauh merupakan keadaan pasangan yang mempunyai kendala jarak dan waktu untuk dapat bertemu. Kendala itu berdampak pada pertemuan singkat.

“Umumnya hal ini terjadi karena tuntutan pekerjaan. Baik dari suami, istri, ataupun keduanya. Walhasil, mereka harus berjarak sementara waktu. Pernikahan biasa saja harus siap lahir batin. Apalagi LDM, pasti lebih harus disiapkan, khususnya perihal mental,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa harus ada kesiapan mental dan kesepakatan. Sering disebut perjanjian pra nikah. Menurutnya hal ini wajib dilakukan agar meminimalisasi permasalahan yang terjadi kemudian hari.

Yulia menjelaskan bagaimana contoh-contoh kesepakatan yang bisa diterapkan. Yakni, perihal komunikasi. Misalnya wajib menelepon atau sekadar mengirim pesan dua kali dalam sehari. Serta intensitas pertemuan, misalnya dalam sebulan minimal bertemu sekali.

“Anda harus siap mental. Bahwa akan bekerja keras dua kali lipat dari rumah tangga yang tidak menjalani LDM. Sebab, Anda dan pasangan akan melakukan aktivitas masing-masing. Walhasil, biaya menjadi double alias lebih boros dibanding satu rumah atau satu dapur,” jelas pemilik Biro Psikologi Mata v Hati itu.

Pasangan LDM biasanya lebih berisiko cemburu. “Misalnya pulang kerja merasa lelah secara fisik dan psikologis karena ada masalah di kantor. Tiba-tiba istri atau suami minta video call dan Anda menolak karena lelah, hal ini bisa menjadi pemicu saling curiga dan cemburu,” bebernya.

Selain risiko cemburu, pasangan LDM sangat rentan kesepian. Terlebih jika salah satu pasangan memilih tinggal sendiri. Suasana rumah sepi nan sunyi semakin terasa. “Jika mental Anda tidak cukup kuat, pasti akan rawan terjadi perselingkuhan. Sebab, cinta yang jauh dan tak terawat, akan kalah dengan cinta yang dekat dan akrab,” imbaunya.

Beda halnya jika Anda memiliki pasangan pelaut atau tentara yang mungkin nyaris jarang bisa berkomunikasi. Kematangan dalam segi mental harus lebih siap, dibanding pasangan LDM yang hanya terpisah jarak.

Selain mental, Anda juga harus siap mengasuh anak sendiri dan harus mampu menggantikan peran suami selama bertugas. Jika sekarang Anda memiliki pasangan tentara atau pelaut, Yulia mengimbau untuk memperbanyak aktivitas. Meminimalisasi kesepian.

“Saya yakin, jauh sebelum memutuskan untuk menikah pasti Anda sudah memahami atau setidaknya mengetahui apa saja risiko yang dihadapi jika memiliki pasangan prajurit. Saling memeluk dalam doa, mungkin itu yang bisa Anda lakukan untuk memotong jarak,” ucapnya kemudian tersenyum.

Bagi pelaku LDM, harus siapkan mental dan tetapkan satu tujuan. Bahwa LDM harus dilakukan demi masa depan bersama. Ibarat kapal, LDM adalah jalur yang harus dilewati dalam menggapai pelabuhan cinta yang indah.

Cinta itu haruslah seperti arang di dalam tungku, dia tidak berkobar tapi tetap menyala. Dia tidak statis, tapi dinamis. Dia juga konsisten memberikan kehangatan. Dan komunikasi ibarat kipas bambu yang akan membuat bara api cinta tetap menyala,” pungkasnya. (*/nul*/rdm2)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Menabung sejak Dini, Bisa Dimulai dari Usia Dua Tahun

Kebiasaanmenabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Orangtua penting agar anak lebih…

Senin, 15 Juli 2019 11:06

Ajarkan Anak Menghargai Usaha

SEBAGIAN orangtua menganggap belum waktunya anak memahami uang. Namun, berbeda…

Senin, 15 Juli 2019 11:05

Belajar Bahasa Inggris Usia Dewasa, Benahi Mental agar Lancar

Kemampuan berbahasa penting untuk menunjang karier dan pendidikan. Mampu berbahasa…

Senin, 15 Juli 2019 11:03

Persiapan Matang demi Karier Gemilang

DIA adalah Jeannet Novelia Sarwono. Mahasiswi program studi Manajemen Fakultas…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Masakan Tatar Sunda Manjakan Lidah

Menghabiskan liburan dengan sekadar berjalan-jalan namun tak berwisata kuliner agaknya…

Senin, 15 Juli 2019 10:58

Soto Mi Bogor dengan Aneka Isian

SETELAH mi kocok bandung, menu selanjutnya yakni soto mi bogor.…

Senin, 15 Juli 2019 10:57

Manis Pedas Wedang Jahe Bajigur

MENDENGAR kata wedang jahe bajigur, maka terbayang minuman dengan sensasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*