MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 28 Mei 2019 15:17
Ambil Berkah Pengembangan Kepulauan Derawan
Pemerintah Samarinda dan Kukar Harus Aktif
Keinginan Pemerintah Seychelles berinvestasi di Kepulauan Derawan harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Ini jadi momen yang pas untuk menaikkan kunjungan wisatawan.

PROKAL.CO,  Keinginan Pemerintah Seychelles berinvestasi di Kepulauan Derawan harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Ini jadi momen yang pas untuk menaikkan kunjungan wisatawan.

 

SAMARINDA- Pemprov Kaltim saat ini semakin rutin menyodorkan Berau kepada investor untuk mengembangkan pariwisatanya. Saat ini ada 14 perusahaan yang siap berinvestasi di Kepulauan Derawan guna menjadikan salah satu wisata bahari tersebut menjadi destinasi andalan di Kaltim bahkan Indonesia.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan, rencana investasi tersebut sudah memiliki master plan tersendiri. Dari Dispar Kaltim tentunya harus menyediakan dan mempersiapkan dari sisi aksesibilitas.

Bandara dan pelabuhan di Maratua sudah tersedia baik, tinggal meningkatkan kemampuan masyarakat dari sisi sarana pariwisata, usaha jasa dan peningkatan pemberdayaan masyarakat lainnya. Sehingga selain atraksi dan tujuan wisata yang bagus, aksesibilitas, amenitas dan SDM harus mumpuni. “Rencananya investasi yang akan masuk sebesar USD 70 miliar, namun hingga saat ini belum ada kelanjutannya,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Senin (27/5).

Dia menjelaskan, Kepulauan Derawan memang punya potensi yang sangat besar. Destinasi itu sudah masuk kawasan strategi pariwisata nasional (KSPN). Kepulauan itu juga sudah masuk 11 destinasi unggulan pada 2019 di Kementerian Pariwisata. Di Berau, difokuskan perkembangan di Derawan, Maratua, Sangalaki dan Kakaban.

 “Di Kaltim saat ini destinasi yang paling diminati memang Berau, kedua Kukar, ketiga ada Balikpapan, dan terakhir Samarinda,” katanya. Sejak Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto dibuka, dia mengakui pariwisata Kaltim memang cukup menggeliat. Terutama Samarinda dan Kukar. Per tahun, kunjungan wisatawan meningkat 7 persen.

Pada 2018, pihaknya mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 55.600, sedangkan wisatawan Nusantara dari target 5 juta, berhasil kedatangan mencapai 6.800 orang. “Dulu pintu gerbang hanya Balikpapan, sehingga objek yang berkembang juga di sana. Saat ini Berau, Samarinda, Kukar, dan Kutim sedang naik daun,” tuturnya.

Dia mengatakan, untuk wisatawan yang tiba di Balikpapan biasanya mengikuti konektivitas destinasi, mengelilingi Balikpapan dengan destinasi Penangkaran Buaya Teritip, Borneo Orangutan Survival (BOS), Mangrove, Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) beruang madu dan Bukit Bangkirai. Setelah itu mengikuti susur Sungai Mahakam langsung masuk Taman Nasional Kutai (TNK), bisa melanjutkan ke Berau atau kembali.

Sedangkan konektivitas jika masuk lewat Samarinda, biasanya ke Desa Budaya Pampang, lalu berkunjung ke Kutai Kartanegara, di Tenggarong ada Museum Pulau Kumala dan sebagainya. Selanjutnya ke Desa Pela untuk melihat kehidupan masyarakat di Kampung Terapung dan melihat pesut. Ada juga yang melanjutkan perjalanan ke Kedang Ipil dan Tanjung Isuy untuk menikmati wisata budaya.

 “Kita di Dispar tentunya terus melakukan promosi, sekaligus peningkatan SDM, aksesibilitas dan amenitasnya. Utamanya peningkatan SDM masyarakat agar sadar wisata,” pungkasnya.

Dengan objek yang sangat potensial, diharapkan perkembangannya tidak hanya fokus pada objeknya. Namun, juga harus selaras dengan aksesibilitas berupa kemudahan menuju destinasi tersebut. Serta dibutuhkan amenitas yang berupa berbagai fasilitas di luar akomodasi yang bisa dimanfaatkan wisatawan seperti, rumah makan, toko cendera mata, fasilitas umum seperti taman, tempat ibadah, pusat kesehatan dan lainnya. Yang tak kalah penting adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) mengenai dunia pariwisata di destinasi wisata tersebut.

Diketahui, Pemprov Kaltim akan mendapat bantuan dari Pemerintah Seychelles sekitar Rp 50 miliar dalam mengembangkan Kepulauan Derawan. Adapun dana hibah itu digunakan untuk peningkatan sanitasi, pelabuhan, dan infrastruktur penunjang. (*/ctr/ndu/k15)

 


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…

Minggu, 14 Juli 2019 11:40

INGAT..!! Jangan Asal Tutup Kartu Kredit

MENUTUP kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:39

Incar Pertumbuhan Produksi 10 Persen di Algeria

BALIKPAPAN- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengincar pertumbuhan produksi sumur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*