MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 27 Mei 2019 13:43
Kilo 5 Biang Macet saat Mudik, Bagaimana Antisipasinya?

Dinas PU Belum Sreg dengan Akses Grand City

Kawasan Kilo 5, Balikpapan kerap macet. Apalagi pada saat arus mudik nanti.

PROKAL.CO, Simpang Km 5 Balikpapan Utara diprediksi akan menjadi titik kemacetan selama arus mudik-balik Idulfitri nanti. Untuk mengantisipasinya, ada beberapa jalur alternatif yang disiapkan. Bagaimana dengan akses Grand City?

 

BERKACA pada pemandangan momen Lebaran tahun lalu, lalu lintas kendaraan di Simpang Km 5, Jalan Soekarno-Hatta tercatat padat merayap. Kendaraan dari Samarinda tujuan Balikpapan maupun sebaliknya harus berhenti beberapa saat ketika masuk di kawasan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan hilir mudik kendaraan beroda jamak dari dan menuju penyeberangan feri Kariangau. Kasi Jalan dan Jembatan, UPTD Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Wilayah Selatan, Joniansyah menuturkan, untuk mengatasi kemacetan di simpang Km 5 nanti, pihaknya memberikan empat opsi kepada Dinas Perhubungan dan kepolisian.

Solusi pertama, jika arus lalu lintas tersendat di Km 5, maka kendaraan dari arah Samarinda bisa dialihkan lewat jalan perumahan milik Grand City. Dengan catatan, rekayasa lalu lintas di Grand City dilakukan pada siang hari saja. “Karena jalannya belum seratus persen siap. Beberapa ratus meter masih tanah. Belum ada lampu penerangan dan belum ada pemasangan box culvert,” katanya kepada Kaltim Post pekan lalu.

Lanjut dia, solusi kedua adalah kendaraan dari Kariangau diarahkan ke jalan yang tembus Km 8 atau Km 12. Adapun alternatif ketiga, kendaraan dari atau tujuan Kariangau bisa melewati jalur kompleks PDAM. “Jadi ada dua jalur alternatif yang siap. Meskipun sebagian jalan masih tanah,” ungkapnya. Joniansyah kemudian menggarisbawahi jalur alternatif Grand City yang bakal diresmikan dalam waktu dekat.

“Karena status jalan Grand City ini masih status developer maka kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab. Karena jalannya masih tanah,” tandasnya. Solusi sementara, lanjut dia, adalah memberi batu/aggregat. Atau memberikan pengamanan pada bagian kiri-kanan jalan. (riz2/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*