MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 26 Mei 2019 14:05
Konsumsi Minim Karbo, Tinggi Protein dan Lemak
Ayunita

PROKAL.CO, PEREMPUAN dengan usia 30–40, cenderung berhadapan dengan berbagai permasalahan penuaan (aging) dan masalah kesehatan tentunya. Pada usia tersebut, metabolisme perempuan mulai menurun. Ditambah dengan rasa cuek akan kesehatan karena fokus terhadap keluarga.

Ayunita Tiara Siska Prillia dari Puskesmas Air Putih Samarinda menanggapi permasalahan Supinah. Ayu mengatakan, lansia masih berkesempatan menurunkan risiko penyakit. Yakni, dengan cara mengubah pola hidup hingga melakukan program diet yang aman. Tak hanya menurunkan risiko penyakit. Anda juga bisa menjaga agar berat badan tidak melonjak naik, dengan cara menerapkan pola makan harian yang sehat.

“Pada usia berapa pun sebenarnya ketika kita merasa kelebihan berat badan, ya  harus diatasi. Perihal masalah diet, saya menyarankan untuk menjalankan diet yang aman dan tidak ekstrem. Misalnya diet enak bahagia dan menyenangkan (DEBM) itu,” jelasnya.

Pada DEBM, Anda dituntut mengonsumsi makanan tinggi protein dan lemak. Yakni, keju, telur, daging, dan ayam. Namun sebaliknya, Anda harus menghindari makanan berkarbohidrat seperti nasi hingga umbi-umbian.

Pada usia 50 tahun ke atas, diet memang harus dilakukan. Apalagi jika mengidap atau pernah memiliki riwayat penyakit kronis. Di antaranya, hipertensi, diabetes atau jantung. DEBM jadi salah satu jenis diet yang aman bagi lansia karena dituntut makan tepat waktu. Khususnya mengonsumsi sarapan ideal, antara lain telur, ikan, keju, ayam dan avokad.

“Tergantung riwayat penyakit ya. Kalau untuk Ibu Supinah yang pernah menderita penyakit lambung kronis, engga boleh menjalankan DEBM karena dituntut untuk tetap makan nasi,” tutur perempuan 31 tahun itu.

Bukan tanpa alasan, Ayu membeberkan bahwa penyakit lambung masih harus menerima asupan nasi. Terlebih, para penderita disarankan mengonsumsi makanan dengan porsi kecil namun sering.

“Makanlah pada waktu lambung bekerja. Pagi dari pukul 07.00–09.00 Wita. Makan siang jam 11.00 sampai 13.00 Wita. Serta, makan malam pukul 17.00 hingga 19.00 Wita,” jelasnya.

Ayu mengimbau untuk tetap hidup bahagia. Sebab, pola makan dan olahraga teratur akan percuma jika jalani hidup dengan rasa stres dan beban. Terlebih untuk para lansia yang sering mengalami gangguan hormon. (*/nul*/rdm2/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:35

Raih Rezeki Usai Tebar Manfaat

Tak jarang orang dikatakan naif saat mengaku mengejar manfaat dibanding…

Senin, 24 Juni 2019 09:34

Keajaiban Dibalik Kebaikan

HARI itu bisa jadi hal yang paling membuat Fitri Eka…

Senin, 24 Juni 2019 09:31

Mengenal Menstrual Cup, Pengganti Pembalut yang Ramah Lingkungan

Menstrual cup atau cangkir menstruasi mungkin masih asing terdengar. Wajar,…

Senin, 24 Juni 2019 09:29

Menstrual Cup Lebih Nyaman, Pastikan Higienis

DELAPAN tahun silam, Eva memutuskan mengubah kebiasaannya. Dari pembalut ke…

Senin, 24 Juni 2019 09:27

Ini Efek Penggunaan Lipstik untuk Pipi dan Mata

Ada banyak produk make-up. Untuk mata, bibir dan pipi punya…

Senin, 24 Juni 2019 09:26

Tampil Maksimal dengan Modal Minimal

TAK hanya tampil maksimal dengan setelan busana menarik, para perempuan…

Senin, 24 Juni 2019 09:23

Orangtua Pekerja, Bagaimana Efeknya Bagi Anak?

Kewajiban dan hak adalah hal berbeda namun harus dijalankan seirama.…

Senin, 24 Juni 2019 09:21

Cara Wanita Karier Mendidik Anak Mandiri

BEBERAPA orangtua yang bekerja, memutuskan menitipkan anak ke tempat penitipan…

Senin, 24 Juni 2019 09:07

Potato Peanut Crumb, Sajian Unik dari Kentang Kukus

Fushion food menggambarkan makanan yang dibuat berdasar dua elemen atau…

Senin, 24 Juni 2019 09:05

Pasta Rasa Lokal, Fetucini Sambal Matah

DI Indonesia, pasta cukup populer. Di antaranya, spageti, makaroni, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*