MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Jumat, 24 Mei 2019 13:46
Selamatkan 50 Anak dari Jaringan Pedofil
ilustrasi

PROKAL.CO, BANGKOK – Interpol baru saja mengungkapkan kemajuan penyelidikan jaringan pedofil online kemarin (23/5). Menurut mereka, Operasi Gelang Hitam yang mereka gelar berhasil mengidentifikasi 50 korban kekerasan atau pemerkosaan di bawah umur. Mereka berhasil diamankan seiring sembilan tersangka yang tertangkap.

Kapten Departemen Investigasi Khusus Kepolisian Thailand Kemachart Prakaihongmanee mengatakan, operasi tersebut dimulai dari penemuan situs pedofilia berbayar di laman gelap dua tahun lalu. Sejak saat itu, mereka berhasil menangkap biang keladi sekaligus administrator utama situs tersebut. Yakni, Montri Salangam, warga Provinsi Surin, yang ditangkap pada awal 2018. Dia sempat dihukum 146 tahun penjara meski kemudian dikurangi menjadi 50 tahun penjara.

”Butuh waktu enam bulan untuk mengidentifikasi korban-korban di Surin. Dari sana kami mulai melacak jaringan di luar negeri,” ungkap Prakaihongmanee kepada Channel News Asia.

Selain Salangam, Interpol berhasil mengamankan administrator lainnya. Dia adalah Ruecha Tokputza, warga Australia keturunan Thailand. Saat ini Tokputza diganjar 40 tahun penjara karena terlibat 50 kasus kekerasan terhadap 11 bayi atau anak-anak. Korban termuda masih berusia 15 bulan. ”Anda adalah mimpi terburuk anak-anak dan orang tua,” ujar Juri Pengadilan Adelaide Liesl Chapman saat menyampaikan putusan menurut Agence France-Presse.

Selain dua tersangka utama, dilakukan penangkapan di beberapa negara lain. Perwakilan Homeland Security Investigation (HSI) di Bangkok Eric McLoughlin mengatakan, Operasi Gelang Hitam juga menghasilkan empat penangkapan di daerah Virginia, Florida, and New York. Beberapa tersangka merupakan tokoh masyarakat yang mudah menjangkau anak-anak, ”Ini baru puncak dari gunung es,” ujar petugas intel Interpol Cecilia Wallin.

Menurut Wallin, masih ada 100 gambar korban kekerasan seksual yang belum teridentifikasi. Daftar tersangka jauh lebih banyak. Situs yang berhasil ditemukan tercatat mempunyai 63 ribu pelanggan yang tersebar di sekitar 137 negara. ”Kami sudah bekerja sama dengan 60 negara dan menyebarkan permintaan bantuan ke 137 negara. Jangankan Singapura, negara di Afrika pun ada (tersangka, Red),” imbuhnya. (bil/c6/dos)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:29

Gedung 7 Lantai Ambruk, 18 Tewas

PHNOM PENH – Phat Sophal kaget bukan kepalang. Dia pun…

Senin, 24 Juni 2019 13:24

Trump dan Kim Jong un Surat-Suratan

PYONGYANG – Tensi hubungan AS dan Korut sedang naik turun.…

Senin, 24 Juni 2019 09:38

Di Balik Ancaman Perang Iran versus Amerika Serikat

Kamis lalu (20/6), bisa saja menjadi titik awal konflik bersenjata…

Senin, 24 Juni 2019 09:37

Antara Minyak Bumi dan Selat Hormuz

AMBANG konflik bersenjata Iran dan AS selalu punya satu benang…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:57

Protes Georgia Berujung Ricuh

TBILISI – Ibu kota Georgia, Tbilisi, negara pecahan Uni Soviet,…

Jumat, 21 Juni 2019 11:36

Tiongkok Cari Senjata Lawan Trump

PYONGYANG – Xi Jinping resmi menjadi pemimpin Tiongkok pertama yang…

Jumat, 21 Juni 2019 11:35

Singapura Cabut Izin Dokter Cabul

SINGAPURA – Hukuman bertubi-tubi menimpa Tan Kok Leong. Izin praktik…

Jumat, 21 Juni 2019 11:32

Pangeran Arab Dituding Terlibat Pembunuhan

JENEWA – Muhammad bin Salman (MBS) kian sulit berkelit. Putra…

Kamis, 20 Juni 2019 21:29

CANGGIH..!! Ganti Saluran dengan Tatapan Mata

Tidak perlu menggunakan jari saat mengoperasikan remote televisi ini. Cukup…

Rabu, 19 Juni 2019 12:38

Carrie Lam Janji Tebus Dosa

HONGKONG – Selasa (18/6) pukul 16.00, Chief Executive Hongkong Carrie…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*