MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Jumat, 24 Mei 2019 13:45
BJP Menang Telak, Modi PM Lagi
Narendra Modi (skynews)

PROKAL.CO, NEW DELHI – Kembang api menghiasi langit di atas kantor pusat Bharatiya Janata Party (BJP) di New Delhi, India. Itulah ekspresi kegembiraan para pendukung partai atas hasil pemilu. Sebagian pendukung lainnya melemparkan kelopak mawar ke arah massa. BJP menang telak. Artinya, Narendra Modi kembali memimpin India sebagai perdana menteri (PM) untuk lima tahun mendatang.

’’Bersama kita tumbuh, makmur, dan membangun India yang kuat dan inklusif. India sekali lagi telah menang,’’ cuit Modi di akun Twitter-nya ketika mengetahui BJP menang.

Hasil resmi penghitungan suara memang belum keluar. Namun, BJP sudah mendapatkan 300 kursi. Jika ditambah dengan partai-partai yang berkoalisi dengannya, mereka menguasai 349 kursi di majelis rendah alias Lok Sabha. Jumlah tersebut sudah jauh dari kata cukup untuk membentuk pemerintahan. Sebab, yang dibutuhkan hanyalah 272 kursi. Calon PM yang diusung BJP tentu saja Modi.

Sebanyak 600 juta di antara 900 juta penduduk yang terdaftar sebagai pemilih memberikan suara. Kemenangan BJP kali ini jauh lebih besar jika dibandingkan pada 2014. Saat itu partai berlambang teratai itu memenangkan 282 kursi. Ketika itu perolehan BJP adalah kemenangan besar satu partai dalam 30 tahun terakhir. Dengan perolehan 300 kursi saat ini, BJP memecahkan rekornya.

BJP juga berhasil membalik hasil analisis para pengamat. Selama ini banyak yang menilai bahwa BJP akan kalah akibat banyaknya ketidakpuasan di bidang perekonomian. Angka pengangguran meningkat, pendapatan dari sektor pertanian menurun, dan berbagai hal lainnya.

Modi menggunakan metode yang sama dengan PM Australia Scott Morrison. Yakni, membuat pemilihan itu berkenaan dengan memilih Modi, bukan tentang partainya atau pemerintahannya. Cara tersebut terbukti cespleng. Karisma Modi mampu mendulang banyak suara. Sama dengan Morrison yang membalik hasil seluruh polling.

Di pihak lain, India National Congress (INC) harus menanggung malu. Partai yang dipimpin Rahul Gandhi itu hanya berhasil mengumpulkan 49 kursi. Jauh dari perolehan BJP. Gandhi bersikap sportif dengan mengakui kekalahannya dalam sesi konferensi pers di kantor pusat INC. Dia menyatakan, penduduk India telah memutuskan bahwa yang menjadi PM selanjutnya adalah Modi, bukan dirinya.

’’Hari ini adalah hari saat kita mendoakan yang terbaik untuknya (Modi, Red) dan berharap dia bakal menjaga kepentingan negara ini,’’ tegas Gandhi sebagaimana dikutip CNN.

Ucapan selamat juga datang dari beberapa pemimpin dunia. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan surat ucapan selamat kepada Modi. Kantor berita India ANI juga melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim telegram berisi ucapan selamat. Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck lebih memilih menelepon Modi secara langsung. ’’Saya berharap kesuksesan membentang ke depan dan saya tak sabar bekerja sama dengan Anda,’’ tutur Perdana Menteri Nepal K.P. Sharma Oli.

Kembali terpilihnya Modi membuat penduduk muslim India dan warga dari kasta Dalit waswas. Selama periode pertama kepemimpinan Modi, kasus pembunuhan warga muslim dan Dalit karena memakan, memotong, dan menjual daging sapi terus melonjak. Nama beberapa kota yang masih terkait dengan kekaisaran Islam Mughal telah diganti. Beberapa buku sekolah juga diubah untuk mengecilkan kontribusi umat muslim di India. (sha/c14/dos)

Tentang Pemilu di India

 

–             Dilaksanakan 11 April–19 Mei.

 

–             Pengumuman resmi 23 Mei waktu setempat.

 

–             Sebanyak 900 juta penduduk memiliki hak pilih. Itu setara hampir tiga kali lipat jumlah seluruh penduduk AS.

 

–             Ada 7 partai nasional, 53 partai negara bagian, dan lebih dari 2.000 partai lokal yang ikut berpartisipasi.

 

–             Sebanyak 543 kursi diperebutkan lebih dari 8.000 kandidat.

 

–             Minimal 272 kursi dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan dan menunjuk perdana menteri.

Sumber: AFP, BBC


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:29

Gedung 7 Lantai Ambruk, 18 Tewas

PHNOM PENH – Phat Sophal kaget bukan kepalang. Dia pun…

Senin, 24 Juni 2019 13:24

Trump dan Kim Jong un Surat-Suratan

PYONGYANG – Tensi hubungan AS dan Korut sedang naik turun.…

Senin, 24 Juni 2019 09:38

Di Balik Ancaman Perang Iran versus Amerika Serikat

Kamis lalu (20/6), bisa saja menjadi titik awal konflik bersenjata…

Senin, 24 Juni 2019 09:37

Antara Minyak Bumi dan Selat Hormuz

AMBANG konflik bersenjata Iran dan AS selalu punya satu benang…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:57

Protes Georgia Berujung Ricuh

TBILISI – Ibu kota Georgia, Tbilisi, negara pecahan Uni Soviet,…

Jumat, 21 Juni 2019 11:36

Tiongkok Cari Senjata Lawan Trump

PYONGYANG – Xi Jinping resmi menjadi pemimpin Tiongkok pertama yang…

Jumat, 21 Juni 2019 11:35

Singapura Cabut Izin Dokter Cabul

SINGAPURA – Hukuman bertubi-tubi menimpa Tan Kok Leong. Izin praktik…

Jumat, 21 Juni 2019 11:32

Pangeran Arab Dituding Terlibat Pembunuhan

JENEWA – Muhammad bin Salman (MBS) kian sulit berkelit. Putra…

Kamis, 20 Juni 2019 21:29

CANGGIH..!! Ganti Saluran dengan Tatapan Mata

Tidak perlu menggunakan jari saat mengoperasikan remote televisi ini. Cukup…

Rabu, 19 Juni 2019 12:38

Carrie Lam Janji Tebus Dosa

HONGKONG – Selasa (18/6) pukul 16.00, Chief Executive Hongkong Carrie…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*